Penyakit Lainnya

Night Terror

Diterbitkan: 09 Dec 2020 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Night Terror
Night terror ditandai dengan rasa takut yang intens
Night terror adalah gangguan tidur yang biasanya dialami anak-anak berusia 3 hingga 12 tahun. Kondisi ini ditandai dengan episode teriakan, ketakutan yang sangat intens, menangis, dan gerakan memukul yang terjadi saat tidur, juga seringkali disertai dengan sleepwalking (berjalan saat tidur).Meski mirip, night terror tidak sama nightmare atau mimpi buruk. Pada nightmare, mimpi buruk yang dialami masih diingat oleh pasien ketika ia terbangun. Sedangkan pada night terror, anak biasanya tidak ingat apa yang terjadi saat ia tidur.Namun orang dewasa yang mengalami night terror mungkin saja masih mengingat fragmen mimpi yang mereka alami.Kondisi yang disebut juga teror malam ini umumnya akan menghilang dengan sendirinya seiring waktu. Tetapi beberapa kasus mungkin membutuhkan penanganan lebih lanjut apabila kondisi ini membahayakan atau menyebabkan anak kekurangan waktu tidur. 
Night Terror
Dokter spesialis Jiwa, Psikolog
GejalaBerteriak, memukul-mukul, mata terbelalak
Faktor risikoRiwayat keluarga, anak perempuan
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, EEG, polysomnography
PengobatanMengatasi kondisi yang mendasari
KomplikasiSangat mengantuk di siang hari, gangguan belajar atau bekerja
Kapan harus ke dokter?Makin sering terjadi, membahayakan, mengganggu
Gejala night terror umumnya berupa:
Episode night terror biasanya berlangsung hanya beberapa menit, namun bisa juga terjadi hingga 30 menit sebelum anak tenang dan dapat kembali tidur. Kondisi ini umumnya terjadi pada malam hari dan sangat jarang muncul saat tidur siang. 
Beberapa faktor yang diduga dapat menjadi penyebab night terror meliputi:
  • Kurang tidur
  • Kelelahan
  • Stres
  • Gangguan pada jadwal tidur
  • Demam
  • Adanya gangguan napas ketika tidur, seperti obstructive sleep apnea
  • Restless legs syndrome
  • Konsumsi obat-obatan tertentu
  • Konsumsi alkohol (pada orang dewasa)
   
Diagnosis night terror bisa dilakukan langkah-langkah berikut:
  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik kemungkinan akan dilakukan dokter guna mengidentifikasi kondisi apapun yang mungkin terkait dengan kondisi ini.
  • Mendiskusikan gejala

Mendiagnosis kondisi ini akan dilakukan berdasarkan deskripsi kejadian yang menimpa penderita. Dokter mungkin akan memeriksa riwayat kesehatan penderita. Selain itu, riwayat tidur anggota keluarga juga akan diperiksa.Dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut apabila dicurigai adanya kondisi medis lain yang mendasari keluhan pasien. Pemeriksaan tersebut meliputi:
  • Elektroensefalografi (EEG)

Prosedur EEG bertujuan menilai aktivitas otak dan memeriksa kemungkinan kejang.
  • Sleep study (polysomnography)

Polysomnography bertujuan memeriksa kemungkinan adanya gangguan pernapasan pada pasien. 
Cara mengobati night terror umumnya tidak diperlukan bila kondisi ini jarang terjadi. Namun bila berpotensi membahayakan dan mengganggu penderita, pengobatan mungkin dibutuhkan.Pengobatan night terror umumnya akan dilakukan guna meningkatkan keamanan dan menghilangkan penyebab atau pemicunya. Beberapa teknik penanganan yang bisa dianjurkan meliputi:
  • Mengatasi kondisi yang mendasari

Jika kondisi ini terkait dengan masalah medis atau masalah kesehatan mental yang diderita pasien, maka penyebab utama itulah yang akan diobati. Gangguan tidur seperti apnea juga harus diobati karena berpotensi menyebabkan teror malam.
  • Mengatasi stres

Stres yang menyebabkan kondisi ini juga harus diobati. Untuk itu, menemui terapis atau konselor adalah tindakan yang bijak. Terapi yang mungkin membantu bisa berbentuk terapi kognitif, hipnosis, atau terapi relaksasi.
  • Mengantisipasi night terror

Agar gangguan ini sembuh, tindakan antisipatif mungkin diperlukan. Tindakan dapat berupa membangunkan pasien sekitar 15 menit sebelum ia biasanya mendapat teror malam. Usahakan pasien terjaga dalam beberapa waktu sebelum tidur kembali.
  • Memberikan obat

Obat jarang diberikan untuk mereka yang menderita gangguan ini. Apalagi jika penderitanya anak-anak. Jika memang dibutuhkan, maka antidepresan mungkin bisa membantu. 

Komplikasi night terror

Komplikasi night terror yang mungkin terjadi antara lain:
  • Mengantuk berlebihan di siang hari sehingga mengganggu sekolah atau pekerjaan
  • Mengalami gangguan tidur
  • Penderitanya malu dengan kondisi
  • Mengalami gangguan hubungan dengan orang lain
  • Membahayakan diri sendiri maupun orang sekitar
 
Apabila anak Anda mengalami night terror, ikuti langkah-langkah berikut untuk mencegah kondisi ini terulang lagi:
  • Cari tahu waktu terjadinya night terror, misalnya berapa lama setelah anak tidur.
  • Bangunkan anak 15 menit sebelum night terror terjadi dan jaga anak untuk tetap terjaga selama 5 menit. Anda dapat membawa anak keluar kamar selama periode ini, contohnya ke kamar kecil.
  • Lanjutkan rutinitas ini selama seminggu.
Anda juga dapat mencegah munculnya night terror dengan melakukan beberapa hal di bawah ini:
  • Hindarkan anak dari stres
  • Lakukan rutinitas sebelum tidur yang menenangkan dan santai
  • Pastikan anak memiliki waktu tidur yang cukup, misalnya tidak membiarkan anak tidur terlalu malam
  • Jangan biarkan anak terlalu lelah
 
Night terror biasanya tidak membahayakan. Namun Anda perlu konsultasi ke dokter bila night terror disertai dengan beberapa kondisi berikut:
  • Frekuensinya semakin sering
  • Sering mengganggu tidur penderita atau keluarga
  • Menimbulkan masalah keamanan atau dikhawatirkan menimbulkan cedera
  • Menyebabkan anak mengantuk berlebihan di siang hari
  • Terus dialami sampai penderita remaja atau dewasa
 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dialami oleh penderita?
  • Sejak kapan gejala tersebut muncul?
  • Seberapa sering gejala tersebut terjadi?
  • Apakah penderita pernah mengalami gangguan tidur?
  • Apakah penderita rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah ada anggota keluarga yang mengalami gejala serupa?
  • Apakah penderita sudah mendapatkan pertolongan medis sebelumnya? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah dicoba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis night terror. Dengan ini, pengobatan bisa diberikan secara tepat 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sleep-terrors/symptoms-causes/syc-20353524
Diakses pada 7 Januari 2020
Kid’s Health. https://kidshealth.org/en/parents/terrors.html
Diakses pada 7 Januari 2020
WebMD. https://www.webmd.com/sleep-disorders/night-terrors#1
Diakses pada 7 Januari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/night-terrors#symptoms
Diakses pada 7 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email