Penyakit Lainnya

Nyeri Anus

Diterbitkan: 21 Oct 2020 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Nyeri Anus
Nyeri anus bukanlah penyakit yang berbahaya, tapi penyakit ini bisa menimbulkan rasa sakit yang hebat.
Proctalgia atau nyeri anus adalah rasa sakit yang muncul di anus, bagian dalam atau sekitarnya, serta rektum (bagian paling bawah usus besar yang terhubung ke anus). Penyebab nyeri ini beragam, dari abses, wasir, infeksi, dan penyakit lainnya.Walau sebagian besar penyebabnya tidak berbahaya, nyeri anus sangat parah hingga penderita merasa tidak nyaman. Pasalnya, terdapat banyak ujung saraf di daerah perianal tersebut.Kebanyakan orang yang mengalami nyeri anus juga merasa malu untuk berkonsultasi ke dokter. Namun langkah pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk mencari penyebab nyeri anus supaya pengoabatn bisa dilakukan dengan tepat. 
Nyeri Anus
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaNyeri tajam di anus saat BAB, panas seperti terbakar di anus, perdarahan anus
Faktor risikoSering mengejan saat BAB, duduk terlalu lama, menderita peradangan usus
Metode diagnosisTes darah, endoskopi
PengobatanObat, operasi
ObatParacetamol, hidrokortison
KomplikasiPerdarahan parah, anemia, robekan rektum meluas
Kapan harus ke dokter?Nyeri anus yang makin parah, perdarahan, demam
Secara umum, gejala nyeri anus adalah rasa sakit di dalam dan sekitar anus, maupun rektum (daerah perianal). Sementara gejala lainnya akan tergantung pada penyebab kondisi ini.

Gejala nyeri anus akibat wasir

  • Perdarahan anus tiap kali selesai buang air besar (BAB)
  • Gatal di sekitar anus
  • Sensasi seperti ada benjolan pada area sekitar anus
  • Rasa nyeri dan kemerahan di sekitar anus

Gejala nyeri anus akibat fisura ani

  • Nyeri tajam di anus ketika BAB
  • Rasa panas seperti terbakar yang berlangsung beberapa jam setelah BAB
  • Perdarahan anus

Gejala nyeri anus akibat fistula dan abses ani

  • Nyeri berdenyut yang terus berlangsung, biasanya memburuk ketika duduk
  • Iritasi kulit di sekitar anus
  • BAB disertai lendir atau darah
  • Pembengkakan dan kemerahan di sekitar anus
  • Demam tinggi
 
Penyebab nyeri anus bisa meliputi:
  • Terlalu lama duduk

Duduk dalam waktu lama di atas permukaan yang keras termasuk penyebab nyeri anus yang umum. Pasalnya, tekanan pada saraf atau otot dubur dalam waktu lama dapat menyebabkan rasa sakit.Nyeri anus dapat berlangsung selama beberapa jam setelah seseorang bangun tidur.
  • Diare

Diare ditandai dengan terlalu sering buang air besar. Frekuensi BAB ini dapat membuat anus menjadi sakit dan berdarah.
  • Cedera

Cedera saat jatuh terduduk dapat melukai otot, tulang, atau saraf di sekitar anus.
  • Fisura ani

Fisura ani adalah robeknya dinding dalam anus dengan rasa sakit yang dapat berlangsung selama beberapa jam atau berhari-hari.
  • Abses anus

Abses anus adalah munculnya kantong berisi nanah di dalam anus yang disebabkan tersumbatnya kelenjar pada anus yang mengalami infeksi.
  • Fistula ani

Fistula ani adalah munculnya saluran atau terowongan kecil yang menghubungkan kelenjar dalam anus yang terinfeksi, dengan kulit di sekitar anus.
  • Wasir

Wasir atau hemoroid terjadi ketika pembuluh darah vena di anus mengalami pembengkakan.
  • Proctalgia fugax

Proctalgia fugax atau spasme anal (kejang dubur) yang terjadi ketika muncul nyeri anus yang tajam secara tiba-tiba akibat kontraksi otot sfringter anus.
  • Levator ani syndrome

Levator ani syndrome adalah gangguan fungsi dari otot-otot dasar panggul yang tegang.
  • Inflammatory bowel disease

Inflammatory bowel disease adalah peradangan saluran cerna. Jenis penyakit ini meliputi penyakit Crohn dan kolitis ulseratif.
  • Infeksi jamur dan penyakit menular seksual

Penyakit akibat infeksi, seperti infeksi jamur atau penyakit menular seksual, bisa pula menyebar lewat anus.
  • Kelainan tulang

Kelainan pada tulang dan otot bisa pula memicu nyeri anus. Misalnya, coccydinia, nyeri akibat arthritis (radang sendi), atau tumor tulang.
  • Gangguan saluran kemih

Masalah pada saluran kemih, seperti prostatitis pada pria, juga bisa menjari pemicu nyeri anus.
  • Kanker

Kanker anus atau rektum pun bisa ditandai dengan nyeri anus. Namun kasus ini jarang terjadi.
  • Gangguan otot dasar panggul

Disfungsi atau gangguan otot dasar panggul adalah kondisi otot dasar panggul tidak bisa mengendur dengan normal.
  • Penyakit kulit

Penyakit kulit sekitar anus bisa memicu nyeri anus, seperti psoriasis atau kutil.
  • Seks anal

Melakukan hubungan seks lewat anus juga dapat menyebabkan nyeri anus.
  • Konstipasi kronis

Konstipasi atau smebelit kronis dapat memicu nyeri anus, misalnya karena tinja yang keras atau mengejan berlebihan.
  • Hematoma perianal

Hematoma perianal adalah gumpalan darah di jaringan sekitar anus. Kondisi ini disebabkan oleh pecahnya pembuluh dara vena.
  • Menstruasi

Haid bisa menyebabkan rektum dan anus menjadi lebih sensitif, sehingga rentan sakit. 
Diagnosis nyeri anus biasanya dapat dipastikan dengan cara-cara berikut:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala dan faktor risiko nyeri anus yang dimiliki oleh pasien.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter biasanya melakukan pemeriksaan fisik dengan prosedur colok dubur. Tes ini bertujuan mengetahui ada tidaknya kelainan di bagian dalam rektum maupun keberadaan nyeri tekan.
  • Endoskopi

Endoskopi menggunakan endoskop, yakni selang tipis yang lentud dengan kamera dan lampu di salah saty ujungnya. Alat ini akan dimasukkan ke dalam anus untuk menilai kondisi rektum.
  • Tes darah

Dokter juga bisa menganjurkan tes darah untuk menentukan ada tidaknya infeksi dalam tubuh pasien. 
Cara mengobati nyeri anus umumnya tergantung pada tingkat keparahan dan berapa lama pasien sudah mengalaminya. Beberapa metode penanganan kondisi ini meliputi:

Obat-obatan

Pilihan obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengatasi nyeri anus adalah:
  • Obat pereda nyeri seperti paracetamol, aspirin, dan ibuprofen
  • Obat pelunak tinja
  • Antibiotik apabila terjadi infeksi akibat bakteri
  • Krim hidrokortison untuk meredakan peradangan pada kulit sekitar anus

Operasi

Operasi diindikasikan untuk nyeri anus yang disebabkan spasme otot, untuk memperbaiki fistula anus, dan mengatasi wasir.

Perawatan mandiri di rumah

Hal-hal berikut dapat dilakukan untuk meredakan nyeri anus:
  • Mengonsumsi lebih banyak makanan tinggi serat, seperti sayur, buah, kacang-kacangan atau gandum, untuk memperlancar buang air besar.
  • Duduk atau berendam sampai setinggi pinggang dalam bak berisi air hangat. Anda dapat melakukannya beberapa kali sehari untuk mengurangi rasa nyeri akibat wasir, fisura ani, atau spasme otot rektum
  • Jangan menyeka kulit anus terlalu kasar setelah buang air besar.
  • Menghindari penggunaan sabun mandi yang memiliki kandungan zat pewangi tinggi dan hindari mencuci pakaian dalam dengan detergen yang memiliki kadar parfum tinggi karena dapat mengiritasi kulit sekitar anus.
  • Tidak menggunakan pakaian dalam terlalu ketat agar area sekitar anus dapat ‘bernapas’.
 

Komplikasi nyeri anus

Jika tidak ditangani dengan benar, nyeri anus bisa menyebabkan komplikasi yang berbeda-beda dan tergantung dari penyebabnya. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Komplikasi fisura ani

Luka pada bagian dalam rektum akan sulit sembuh, sering kambuh, dan dapat memicu robekan anus yang melebar hingga ke otot anus jika tidak diobati.
  • Komplikasi wasir

Anemia atau kurang darah, wasir terpuntir, dan terbentuknya bekuan darah pada area wasir bisa menjadi komplikasi wasir 
Anda dapat mencegah nyeri anal dengan melakukan langkah-langkah berikut ini.
  • Minum air minimal 2 liter sehari untuk melancarkan buang air besar
  • Mengonsumsi lebih banyak sayur, buah-buahan, dan biji-bijian
  • Jangan mengonsumsi makanan mentah, karena makanan tersebut dapat mengandung bakteri yang menyebabkan diare
  • Duduk dengan postur yang baik, luruskan punggung dan lutut membentuk 90 derajat
  • Jangan mengejan saat membuang air besar karena dapat menyebabkan wasir dan fisura ani
  • Bangun dan berjalanlah 30-50 menit sekali untuk mengurangi tekanan jangka panjang pada otot dan saraf anal serta tulang belakang
  • Pakai celana katun yang longgar untuk mencegah keringat yang dapat menyebabkan iritasi
  • Gunakan tisu basah untuk menyeka atau semprotan air sehabis buang air. Sebab, kertas toilet yang kering dapat membuat iritasi dan rentan terhadap infeksi
  • Konsumsi makanan sehat dan berserat, untuk mencegah pengerasan tinja dan melancarkan buang air besar
 
Segera konsultasikan ke dokter apabila Anda mengalami gejala-gejala berikut:
  • Perdarahan anus yang banyak atau tidak kunjung berhenti, disertai dengan gejala pusing atau sensasi mau pingsan
  • Nyeri anus yang bertambah parah, meluas, dan disertai dengan gejala demam, menggigil, atau keluar cairan lewat anus
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait nyeri anus?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis nyeri anus agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/anus-pain#causes
Diakses pada 15 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/anal-pain/basics/definition/sym-20050918
Diakses pada 15 November 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/anal-pain/
Diakses pada 15 November 2018
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21020-anal-pain
Diakses pada 21 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email