Infeksi

Otitis Eksterna

Diterbitkan: 18 Nov 2020 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Otitis Eksterna
Otitis eksterna biasanya disebabkan oleh bakteri yang terbawa air dan terjebak dalam telinga
Otitis eksterna adalah infeksi pada telinga bagian luar. Bagian telinga luar meliputi daun, lubang, dan saluran atau liang telinga yang menghubungkan lubang ke gendang telinga.Infeksi telinga luar biasanya disebabkan oleh bakteri dalam air yang terperangkap di saluran telinga setelah seseorang berenang. Karena itu, penyakit ini juga dikenal dengan istilah swimmer’s ear (telinga perenang).Risiko otitis eksterna akan meningkat bila air ini tergolong kurang bersih. Penyakit ini lebih umum terjadi pada anak-anak, remaja, atau orang dewasa yang sering berenang.Selain itu, memasukkan jari, kapas, atau benda lain ke telinga juga dapat menyebabkan otitis eksterna. Pasalnya, benda asing tersebut dapat merusak lapisan tipis kulit di saluran telinga.Otitis eksterna biasanya cepat membaik bila tepat ditangani. Penyakit ini juga termasuk bisa dicegah. 
Otitis Eksterna
Dokter spesialis THT
GejalaSakit, gatal, kemerahan pada telinga bagian luar
Faktor risikoLingkungan lembap, luka di telinga, sistem imun lemah
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes laboratorium
PengobatanPengobatan mandiri dan dokter
ObatAntibiotik tetes, kortikosteroid, antiseptik
KomplikasiAbses, penyempitan liang telinga, gendang telinga robek
Kapan harus ke dokter?Telinga terasa sakit
Gejala otitis eksterna dapat dirasakan pada telinga dan area di sekitarnya. Apa sajakah itu?

Gejala umum otitis eskterna

  • Nyeri telinga
  • Rasa gatal dan iritasi di liang telinga atau area sekitar liang telinga
  • Kemerahan dan bengkak pada bagian telinga luar dan liang telinga
  • Tekanan dan rasa penuh di dalam telinga
  • Kulit di sekitar liang telinga bersisik dan mungkin mengelupas
  • Keluar cairan dari telinga, baik encer atau kental seperti nanah
  • Rasa nyeri saat menggerakkan rahang atau telinga
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar leher
  • Gangguan pendengaran
Infeksi bakteri pada folikel rambut di dalam telinga juga dapat terjadi pada otitis eksterna. Kondisi ini ditandai dengan adanya bisul di dalam telinga. Bisul ini bisa dilihat saat penderita bercermin. Namun pasien tidak boleh memencetnya karena bisa memicu infeksi telinga yang meluas.

Gejala otitis eskterna kronis

Pada beberapa kasus, otitis eksterna dapat berlangsung selama beberapa bulan bahkan hitungan tahun. Kondisi ini dikenal dengan nama otitis eksterna kronis dengan gejalanya yang meliputi:
  • Rasa gatal terus-menerus di dalam dan sekitar liang telinga
  • Rasa tidak nyaman dan gatal dalam telinga yang makin parah saat telinga digerakkan
  • Keluarnya cairan yang encer dari telinga
  • Kotoran telinga yang lebih sedikit
  • Tumpukan kulit kering yang tebal di liang telinga, yang bisa memicu penyempitan liang dan mengganggu pendengaran
 
Penyebab otitis eksterna adalah infeksi. Sebagian besar penyakit ini terjadi karena infeksi bakteri. Sementara infeksi lain (seperti infeksi jamur atau virus) lebih jarang memicunya.
  • Infeksi bakteri

Seperti kulit pada area tubuh lainnya, liang telinga memiliki proses pertahanan tubuh berupa bakteri baik untuk mencegah infeksi. Bila pertahanan ini terganggu, infeksi bakteri dapat terjadi dan menyebabkan otitis eksterna.
  • Infeksi jamur

Biasanya, infeksi jamur disebabkan oleh pengobatan otitis eksterna yang terlalu lama. Tapi infeksi ini juga bisa terjadi akibat paparan panas atau kelembapan udara yang tinggi. 

Jenis-jenis otitis eksterna

Pada umumnya, jenis otitis eksterna dapat dibedakan menjadi:
  • Otitis eksterna difus akut

Jenis otitis eksterna ini paling umum dan paling sering ditemukan pada perenang.
  • Otitis eksterna lokalisata akut (furunkulosis)

Otitis eksterna lokalisata akut berhubungan dengan infeksi folikel rambut.
  • Otitis eksterna kronis

Otitis eksterna kronis merupakan otitis eksterna difus yang berlangsung lama, yakni lebih dari enam minggu.
  • Otitis eksterna eczematous

Otitis eksterna eczematous terjadi karena perluasan penyakit kulit yang menginfeksi liang telinga. Misalnya, psoriasis, dermatitis atopi, atau eksim.
  • Otitis eksterna nekrotika (maligna)

Otitis eksterna nekrotika merupakan infeksi telinga yang menyebar ke jaringan lebih dalam. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, seperti pengidap diabetes atau AIDS.
  • Otomikosis

Otomikosis adalah otitis eksterna yang disebabkan oleh infeksi jamur. 

Faktor risiko otitis eksterna

Beberapa kondisi yang dapat menjadi faktor risiko otitis eksterna dapat berupa:
  • Lingkungan yang lembap

Adanya cairan pada liang telinga menyebabkan telinga lebih rentan terkena infeksi. Pasalnya, cairan membuat telinga lebih lembap, dan menjadi lingkungan ideal bagi tumbuhnya bakteri maupun jamur.Orang yang berkeringat, tinggal di lingkungan lembap, dan sering berenang (terutama di air yang kurang bersih) lebih mudah mengalami otitis eksterna.
  • Luka pada telinga

Liang telinga sangat sensitif dan dapat mengalami cedera karena kebiasaan tertentu. Misalnya, terus-menerus dibersihkan, digaruk, tergesek cotton bud, atau pemakaian headphone yang terlalu lama.Tak hanya itu, orang yang menggunakan alat bantu dengar juga lebih berisiko untuk mengalami otitis eksterna.
  • Paparan zat kimia

Orang yang menggunakan produk tertentu pada bagian kepala dan telinga memiliki lebih risiko lebih tinggi untuk terkena otitis eksterna. Misalnya, cat rambut, spray rambut, serta bahan pelembut kotoran telinga.
  • Penyakit kulit

Beberapa penyakit kulit yang dapat memicu otitis eksterna. Contohnya, psoriasis, eksim, jerawat, dan dermatitis seboroik.
  • Alergi

Pasien dengan penyakit alergi lebih sering mengalami otitis eksterna. Misalnya, asma atau rhinitis alergi.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah

Risiko otitis eksterna juga akan lebih tinggi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Contohnya, penderita diabetes dan HIV/AIDS, orang yang menjalani prosedur kemoterapi untuk mengobati kanker, serta orang yang memakai obat imunosupresan. 
Diagnosis otitis eksterna dapat dipastikan melalui langkah-langkah berikut:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan riwayat penyakit pasien, gejala, dan faktor risiko yang dimiliki pasien.
  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik akan dilakukan pada bagian telinga dengan menggunakan alat khusus bernama otoskop.
  • Pemeriksaan laboratorium

Biasanya, pemeriksaan laboratorium tidak diperlukan untuk mendiagnosis otitis eksterna. Langkah ini mungkin dibutuhkan ketika pasien memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, pengobatan kurang efektif, atau dokter mencurigai otitis eksterna terjadi karena infeksi jamur.Pemeriksaan laboratorium yang bisa dianjurkan meliputi pewarnaan gram dan kultur cairan dari liang telinga, tes kadar gula darah, urine dipstick.
  • Pemeriksaan pencitraan

Pada sebagian besar kasus, pemeriksaan pencitraan juga tidak diperlukan. Metode ini dianjurkan jika pasien dicurigai mengalami otitis eksterna nekrotika (maligna) atau mastoiditis.Beberapa jenis pemeriksaan pencitraan yang disarankan adalah CT scan, bone scan, gallium scan, serta MRI. 
Cara mengobati otitis eksterna dapat berupa penanganan dari dokter dan penanganan mandiri di rumah. Pada kebanyakan kasus, gejala akan membaik dalam beberapa hari setelah pengobatan.Bila gejala berat atau tidak kunjung membaik meski sudah diobati, pasien mungkin akan dirujuk ke dokter spesialis THT untuk penanganan lebih lanjut.

1. Pengobatan mandiri di rumah

Beberapa upaya pengobatan mandiri berikut bisa dilakukan untuk meredakan gejala sekaligus mencegah komplikasi meliputi:
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen.
  • Mencegah telinga yang terkena otitis eksterna agar tidak basah. Misalnya, memakai penutup kepala saat mandi atau tidak berenang hingga telinga sembuh.
  • Membersihkan telinga dengan cara mengusapkan kapas pada bagian luar telinga.
  • Jangan memakai cotton bud hingga ke liang
  • Menjaga kebersihan benda-benda yang dapat memicu alergi. Contohnya, anting, earphone, serta alat bantu dengar.
  • Bila otitis eksterna ditandai dengan bisul pada telinga, tempelkan kompres hangat untuk mempercepat pemulihan bisul dan jangan memencetnya.

2. Pengobatan dari dokter

Otitis eksterna umumnya dapat sembuh sendiri. Namun kondisi ini bisa membutuhkan waktu yang cukup lama.Dokter bisa memberikan obat-obatan dalam bentuk tetes untuk mempercepat proses penyembuhan pasien. Beberapa jenis obat tetes telinga ini meliputi:
  • Antibiotik

Obat antibiotik berfungsi mengatasi infeksi bakteri, misalnya ofloxacin.
  • Kortikosteroid

Obat kortikosteroid dapat membantu dalam meredakan bengkak dan peradangan.
  • Antijamur

Obat antijamur bisa diresepkan guna mengatasi infeksi jamur. Contohnya, nistatin atau miconazole.
  • Antiseptik

Obat antiseptik juga dapat diberikan untuk membantu dalam membunuh bakteri. Contoh obat ini meliputi asam asetat dan chlorhexidine.Setelah pengobatan selesai dan peradangan telinga mereda, dokter akan kembali memeriksa kondisi telinga pasien. Langkah ini bertujuan melihat ada tidaknya kelainan seperti robekan pada gendang telinga. 

Komplikasi otitis eksterna

Meski jarang, otitis eksterna dapat menimbulkan komplikasi yang lebih serius. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Abses

Abses adalah benjolan berisi nanah. Benjolan ini dapat muncul di sekitar telinga setelah infeksi terjadi.Abses biasanya bisa sembuh sendiri. Tapi dalam beberapa kasus, nanah perlu dikeluarkan oleh dokter.
  • Penyempitan liang telinga

Otitis eksterna jangka panjang dapat menyebabkan penumpukan jaringan kulit kering dalam liang telinga. Kondisi ini akan memicu penyempitan liang telinga yang dapat mengganggu pendengaran.
  • Gendang telinga robek atau meradang

Infeksi pada telinga luar dapat menyebar hingga ke gendang telinga dan menyebabkan robekan. Pada banyak kasus, gendang telinga yang robek dapat membaik dengan sendirinya dalam beberapa bulan.Namun operasi akan dibutuhkan apabila gendang telinga pasien tidak kunjung membaik.
  • Selulitis

Selulitis merupakan infeksi bakteri kulit yang dapat terjadi setelah otitis eksterna. Kondisi ini disebabkan oleh bakteri pada permukaan kulit yang masuk ke lapisan kulit yang ebih dalam.Area kulit yang mengalami selulitis bisa tampak merah serta terasa panas dan nyeri ketika disentuh.
  • Otitis eksterna maligna

Otitis eksterna maligna adalah infeksi yang menyebar ke tulang di sekitar liang telinga. Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah lebih rentan untuk mengalaminya.Gejala kondisi ini berupa sakit telinga, sakit kepala, tulang yang tampak di liang telinga, dan kelemahan pada sisi wajah yang mengalami otittis eksterna. 
Cara mencegah otitis eksterna dapat dilakukan melalui:
  • Jangan memasukkan cotton bud atau benda lain ke dalam telinga. Pasalnya, kotoran telinga dapat keluar dengan sendirinya.
  • Hubungi dokter THT bila kotoran telinga sudah mengganggu kenyamanan. Dokter akan melakukan prosedur untuk mengangkat kotoran telinga.
  • Jaga agar air, sabun, atau sampo tidak masuk ke telinga saat Anda mandi. Sebagai alternatif, Anda bisa memakai topi mandi bila tidak ingin keramas.
  • Setelah mandi, keringkan telinga dengan lembut. Tapi jangan memasukkan ujung handuk atau apapun ke dalam telinga karena dapat menyebabkan cedera.
  • Bila Anda berenang secara rutin, gunakan penutup kepala khusus hingga menutupi telinga.
  • Beri tahu dokter bila Anda juga memiliki riwayat alergi ketika sedang berobat. Pasalnya, beberapa jenis obat dapat memicu reaksi alergi.
  • Penderita alergi juga harus berhati-hati ketika memakai benda tertentu pada telinganya. Contohnya, anting, topi mandi, earphone, penutup kepala untuk renang, serta alat bantu dengar.
  • Berobat ke dokter bila mengalami penyakit kulit, seperti psoriasis atau eksim.
  • Gunakan obat tetes atau spray pembersih telinga sebelum maupun sesudah berenang untuk menjaga kebersihan telinga.
 
Anda sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter jika mengalami sakit pada telinga. Pengobatan yang dilakukan sejak dini dapat mencegah infeksi bertambah parah maupun komplikasi. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait otitis eksterna?
  • Apakah Anda menggunakan kapas atau benda lain untuk membersihkan telinga?
  • Apakah Anda sering memakai earphone atau perangkat telinga lainnya?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis otitis eksterna. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/otitis-externa
Diakses pada 26 November 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/swimmers-ear/symptoms-causes/syc-20351682
Diakses pada 23 November 2019
WebMD. https://www.webmd.com/cold-and-flu/ear-infection/understanding-swimmer-ear-basics#1
Diakses pada 23 November 2019
Health Direct. https://www.healthdirect.gov.au/swimmers-ear
Diakses pada 18 November 2020
NHS. https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/ears-nose-and-throat/otitis-externa
Diakses pada 18 November 2020
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/994550-overview#a1
Diakses pada 18 November 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6522672/
Diakses pada 18 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email