Penyakit Lainnya

Pelvic Organ Prolapse

Diterbitkan: 26 Feb 2021 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Pelvic Organ Prolapse
Pelvic organ prolapse membuat organ panggul turun dari lokasi seharusnya
Pelvic organ prolapse adalah kondisi prolaps atau organ dasar panggul yang turun dari tempat seharusnya. Kondisi ini terjadi akibat tidak kuatnya otot dasar panggul yang menahannya.Prolaps organ panggul lebih sering terjadi pada kaum wanita, bahkan diperkirakan sepertiga wanita di dunia pernah mengalaminya. Pasalnya, ada lebih banyak organ di dalam rongga panggul wanita, sehingga risikonya akan meningkat.Pada wanita, organ dasar panggul terdiri dari kandung kemih, rahim, vagina, usus halus, dan rektum. Sementara pada pria, organ ini meliputi kandung kemih, usus, dan rektum.Otot dasar panggul membentuk semacam penahan di pintu panggul. Normalnya, otot-otot ini dapat menahan organ panggul agar tetap berada di tempatnya. 
Pelvic Organ Prolapse
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaTekanan pada area pelvis, sembelit, sakit punggung bawah
Faktor risikoKegemukan, persalinan normal, batuk kronis
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, rontgen saluran kemih, usg
PengobatanSenam Kegel, operasi
KomplikasiInkontinensia urine dan tinja, sembelit, infeksi saluran kemih
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala pelvic organ prolapse 
Gejala pelvic organ prolapse bisa berbeda-beda pada tiap penderita. Perbedaan ini muncul berdasarkan tingkat keparahannya.Prolaps organ panggul juga mungkin tidak menimbulkan keluhan apa-apa dan baru diketahui ketika penderita menjalani pemeriksaan medis tertentu.

Gejala pada wanita

Kondisi ini mungkin tidak memicu gejala karena turunnya organ panggul tidak sampai melewati vagina. Sedangkan pada kondisi prolaps yang melewati vagina, keluhan yang dirasakan oleh penderita bisa meliputi:
  • Rasa tekanan di area vagina
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Sulit buang air besar
  • Nyeri pada punggung bawah
  • Sensasi seperti ada sesuatu yang keluar dari vagina
  • Masalah buang air kecil, seperti sering mengompol atau perasaan ingin pipis terus-menerus
  • Perdarahan atau bercak darah dari vagina

Gejala pada pria

Prolaps organ pelvis pada pria umumnya terjadi ketika rektum turun melewati otot-otot dasar panggul. Gejala-gejalanya bisa berupa:
  • Sensasi tekanan, berat, atau penuh pada pelvis
  • Sensasi seperti ada yang jatuh pada pelvis
  • Sulit menahan buang air kecil, atau kesulitan buang air kecil
  • Infeksi saluran kemih (ISK) kronis atau berulang
  • Sembelit atau konstipasi
  • Buang air besar yang terasa tidak tuntas
  • Jaringan rektum yang keluar dari anus
  • Sakit punggung bagian bawah
 
Kondisi apapun yang meningkatkan tekanan dalam perut dapat menjadi penyebab pelvic organ prolapse. Beberapa contohnya meliputi:
Keturunan juga ikut berperan sebagai faktor risiko pelvic organ prolapse. Ini berarti, sebagian wanita dengan anggota keluarga kandung yang mengalami pelvic organ prolapse, mungkin lebih rentan untuk mengalami kondisi yang sama. 
Untuk memastikan diagnosis pelvic organ prolapse, dokter dapat melakukan beberapa langkah pemeriksaan di bawah ini:
  • Tanya jawab

Pada tahap awal, dokter akan menanyakan seputar gejala yang dirasakan oleh pasien. Begitu juga dengan riwayat medis dan faktor risiko yang terkait dengan prolaps organ pelvis.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter lalu melanjutkan dengan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda pelvic organ prolapse. Misalnya, memeriksa kondisi panggul pasien.
  • Rontgen

Dokter akan menggunakan sinar X untuk mendapatkan gambaran dari saluran kemih.
  • Pemeriksan pencitraan lainnya

Dokter juga dapat menganjurkan pasien untuk menjalani USG, CT scan, atau MRI pada panggul. Dengan ini, struktur organ dalam pelvis bisa dilihat secara lebih rinci. 
Cara mengobati pelvic organ prolapse tergantung pada tingkat keparahan gejala yang dialami oleh pasien dan kondisi kesehatannya secara kesleuruhan. Beberapa pilihan penanganan yang bisa dianjurkan oleh dokter meliputi:
  • Senam Kegel

Senam Kegel berfungsi menguatkan otot dasar panggul. Gerakannya seperti saat Anda menahan pipis, jadi bisa dilakukan kapan saja.Untuk tahap awal, tahan gerakan menahan pipis ini selama lima detik, dan ulangi sebanyak tiga kali per hari. Bila sudah terbiasa, tambah durasi menahannya selama 10 detik.
  • Pesarium

Pemasangan alat plastik kecil bernama pesarium ke dalam vagina juga dapat disarankan untuk pasien wanita. Alat ini menyediakan penahan bagi organ dasar panggul yang turun.
  • Operasi

Dokter juga bisa merekomendasikan pasien untuk menjalani guna memperbaiki jaringan atau otot panggul yang lemah.Sementara untuk penderita wanita yang sudah menopause, prosedur pengangkatan rahim bisa dianjurkan oleh dokter.Komplikasi pelvic organ prolapse Bila tidak ditangani dengan benar, pelvic organ prolapse bisa menyebabkan sederet komplikasi berikut: 
  • Inkontinensia urine, yakni tidak bisa menahan buang air kecil (mengompol)
  • Kesulitan buang air kecil akibat adanya sumbatan pada uretra
  • Infeksi saluran kemih
  • Inkontinensia tinja, yakni tidak bisa menahan buang air besar
  • Kesulitan buang air besar (sembelit)
  • Nyeri saat berhubungan seks
  • Kerusakan ginjal, misalnya akibat terus-menerus tidak bisa pipis
Anda dapat mencegah pelvic organ prolapse dengan cara-cara berikut:
  • Melakukan senam Kegel secara rutin
  • Menjaga berat badan agar tetap pada angka ideal
  • Mencegah konstipasi, misalnya dengan memperbanyak konsumsi serat, rutin berolahraga, serta tidak menahan keinginan buang air besar
  • Jangan merokok karena dapat mempengaruhi kekuatan jaringan ikat tubuh, termasuk jaringan ikat dan otot dasar panggul
Segera berkonsultasi dengan dokter bila Anda mengalami gejala pelvic organ prolapse seperti yang telah dijelaskan. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:
  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Sejak kapan gejala tersebut muncul?
  • Bagaimana riwayat kehamilan dan persalinan Anda?
  • Apakah Anda sering mengalami sembelit atau batuk kronis?
  • Apakah Anda pernah menjalani operasi pengangkatan rahim?
  • Apa saja riwayat penyakit yang sedang atau pernah Anda alami?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan sederet pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis pelvic organ prolapse. Dengan ini, penanganan yang tepat juga bisa diberikan.
WebMD. https://www.webmd.com/urinary-incontinence-oab/pelvic-organ-prolapse#1
Diakses pada 18 Desember 2019
National Association for Continence. https://www.nafc.org/pelvic-organ-prolapse
Diakses pada 18 Desember 2019
University of Illinois Hospital. https://hospital.uillinois.edu/primary-and-specialty-care/pelvic-health/men-pelvic-health-disorders/pelvic-organ-prolapse
Diakses pada 18 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email