Jantung

Penyakit Kawasaki

Diterbitkan: 14 Oct 2020 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Penyakit Kawasaki
Penyakit kawasaki umumnya terjadi pada anak-anak
Penyakit Kawasaki adalah kondisi demam akut yang disertai peradangan pada dinding arteri berukuran sedang di sepanjang tubuh. Penyakit ini umumnya terjadi pada anak anak berusia di bawah lima tahun (balita).Peradangan cenderung berdampak pada pembuluh darah arteri koroner jantung. Arteri ini berfungsi menyuplai darah ke otot jantung.Penyakit Kawasaki juga disebut sindrom limfe mukokutan (mucocutaneous lymph node syndrome). Pasalnya, kondisi memengaruhi nodus limfa, kulit, dan membran mukus di dalam mulut, hidung, serta tenggorokan.Gejala dari penyakit Kawasaki meliputi demam tinggi dan kulit mengelupas, yang bisa membahayakan. Namun kebanyakkan anak yang mengalaminya dapat sembuh tanpa komplikasi yang serius. 
Penyakit Kawasaki
Dokter spesialis Anak
GejalaDemam tinggi, ruam kulit, mata merah
Faktor risikoBalita, laki-laki, ras Asia
Metode diagnosisTes darah, ekokardiogram, angiogram
PengobatanObat, tindakan medis
ObatAspirin, imunoglobulin intravena
KomplikasiAneurisma koroner
Kapan harus ke dokter?Demam tinggi, ruam kulit, mata merah
Gejala penyakit Kawasaki terbagi menjadi beberapa fase di bawah ini:Gejala fase 1
  • Demam di atas 39 derajat Celcius, atau berlangsung lebih dari tiga hari
  • Mata merah
  • Ruam kulit di beberapa bagian tubuh dan area kelamin
  • Bibir yang memerah, kering, dan pecah-pecah
  • Lidah yang memerah dan bengkak
  • Kulit telapak tangan dan telapak kaki yang memerah
  • Pembengkakan kelenjar getah bening leher dan area tubuh lain
  • Gelisah dan rewel pada penderita anak-anak
Gejala fase 2
Gejala fase 3Pada fase 3, gejala-gejala yang dialami leh penderita perlahan-lahan menghilang dan mereda, kecuali jika terjadi komplikasi. Kemungkinan perlu waktu sekitar delapan minggu sebelum pasien sembuh total.Mungkin saja ada tanda dan gejala penyakit Kawasaki yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.Baca juga: 12 Cara Mengobati Ruam Kulit Berdasarkan Penyebabnya 
Penyebab utama penyakit Kawasaki belum diketahui secara pasti sampai sekarang. Namun kondisi ini bukanlah penyakit menular.Para pakar juga menduga bahwa ada serangkaian faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi ini. Beberapa faktor risiko penyakit Kawasaki ini meliputi:
  • Usia

Anak di bawah lima tahun (balita) memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit Kawasaki.
  • Jenis kelamin

Penyakit Kawasaki lebih sering menyerang anak laki-laki daripada anak perempuan.
  • Ras

Orang yang memiliki ras Asia memiliki risiko penyakit Kawasaki yang lebih tinggi. 
Diagnosis penyakit Kawasaki dapat ditentukan dengan langkah-langkah di bawah ini:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala dialami pasien serta faktor risiko penyakit Kawasaki yang dimiliki oleh pasien.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda penyakit Kawasaki. Misalnya, memeriksa rongga mulut, kulit, dan dada pasien.
  • Ekokardiografi

Prosedur ekokardiografi menggunakan gelombang suara yang dapat menghasilkan gambar dari struktur dan aliran darah dalam jantung. Tindakan medis ini bisa mendeteksi pankarditis, efusi perikardium, serta miokarditis.
  • Elektrokardiogram

Elektrokardiogram (EKG) dilakukan untuk mengukur aktivitas listrik pada jantung pasien.
  • Angiogram

Angiogram bertujuan mengetahui ada tidaknya aneurisma pada arteri koroner. Aneurisma adalah pelebaran pembuluh darah arteri.
  • Pungsi lumbal

Pungsi lumbal dilakukan untuk mendeteksi ada tidaknya meningitis aseptik pada pasien.
  • Tes darah

Tes darah yang menandakan penyakit Kawasaki meliputi kadar neutrofil dan albumin yang rendah, peningkatan jumlah imunoglobulin E (IgE), trombosit, dan bilirubin, serta kondisi anemia ringan.
  • Tes urine

Hadil tes urine pada penderita penyakit Kawasaki bisa menunjukkan kondisi proteinuria (adanya protein dalam ais seni) dan piuria steril (kadar sel darah putih yang tinggi dalam urine).Bila pemeriksaan penunjang tersebut tidak tersedia karena keterbatasan fasilitas atau alasan lain, diagnosis penyakit Kawasaki dapat dipastikan dengan kriteria dari Japan Kawasaki Disease Research Committee dan American Heart Association. 

Kriteria penyakit Kawasaki

Kriteria penyakit Kawasaki menurut Japan Kawasaki Disease Research Committee dan American Heart Association meliputi:
  • Demam tinggi yang terus berlangsung

Demam tinggi yang terus berlangsung selama setidaknya lima hari. Gejala ini bahkan bisa berlanjut selama 1-2 minggu atau lebih pada pasien tidak mendapatkan penanganan.
  • Perubahan pada tangan dan kaki

Perubahan yang khas dan akut ini meliputi kemerahan, pembengkakan, dan terkadang muncul benjolan kecil.
  • Eksantem polimorfik

Kondisi ini ditandai dengan ruam seperti biduran, ruam seperti campak, dan ruam seperti pada demam skarlatina.
  • Mata merah

Mata merah pada pengidap penyakit Kawasaki biasanya tidak disertai rasa nyeri maupun mata berair.
  • Perubahan pada rongga mulut dan bibir

Perubahan ini meliputi lidah berwarna merah dan berbintik-bintik kecil seperti strawberry (strawberry tongue), bibir merah dan pecah-pecah, serta mukosa mulut maupun tenggorokan yang tampak merah.
  • Pembesaran kelenjar getah bening

Pembesaran kelenjar getah bening leher di salah satu sisi tubuh bisa terjadi, dan biasanya sedikit terasa nyeri.Seseorang bisa dikatakan positif terkena penyakit Kawasaki ketika mengalami demam tinggi serta empat poin dari lima kriteria lainnya. 
Cara mengobati penyakit Kawasaki umumnya tergantung pada tingkat keparahan dan seberapa lama pasien sudah mengalaminya.Penderita penyakit Kawasaki biasa memerlukan perawatan di rumah sakit karena kondisi ini berpotensi memicu komplikasi serius.Penanganan juga harus dimulai secepat mungkin. Pasalnya, pemulihan akan memakan waktu yang cukup lama jika pasien tidak mendapatkan perawatan yang tepat.Beberapa obat untuk penyakit Kawasaki dari dokter meliputi:

1. Aspirin

Aspirin termasuk golongan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Obat ini sejatinya tidak boleh digunakan pada anak di bawah 16 tahun karena bisa menyebabkan efek samping berupa sindrom Reye yang berbahaya.Namun penyakit Kawasaki merupakan pengecualian. Dokter meresepkan obat aspirin untuk pada pasien penyakit ini guna:
  • Mengurangi sakit dan rasa tidak nyaman
  • Menurunkan demam
  • Mengurangi peradangan dan pembengkakan
  • Sebagai antiplatelet untuk mencegah penggumpalan darah jika digunakan dengan dosis rendah

2. Immunoglobulin intravena (IVIG)

Immunoglobulin adalah antibodi yang diambil dari pendonor sehat. Obat ini diberikan secara intravena, yakni disuntikkan ke dalam pembuluh darah, guna mengurangi demam dan risiko masalah jantung.Immunoglobulin yang digunakan untuk  mengobati penyakit Kawasaki disebut gamma globulin. Setelah pasien mendapatkan IVIG, gejala akan membaik dalam waktu 36 jam. Jika tidak, dokter akan memberikan IVIG dengan dosis lebih tinggi. 

Komplikasi penyakit Kawasaki

Bila tidak ditangani dengan benar dan cepat, penyakit Kawasaki dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Peradangan pada pembuluh darah

Komplikasi ini akan sangat berbahaya jika terjadi pada pembuluh darah koroner yang menyuplai aliran darah ke otot jantung.
  • Aneurisma

Aneurisma adalah pembesaran pembuluh darah arteri. Kondisi ini juga bisa terjadi pada arteri koroner, sehingga menyebabkan kerusakan dan kelemahan pada arteri yang bersangkutan.Dengan penanganan yang tepat dalam 10 hari pertama sejak pasien sakit, risiko komplikasi penyakit Kawasaki bisa diturunkan. Jadi diagnosis dan pengobatan sedini mungkin sangatlan penting. 
Hingga saat ini, cara mencegah penyakit Kawasaki tidak tersedia. Pasalnya, penyebab penyakit ini juga belum diketahui dengan pasti.Hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah melakukan penanganan seceat mungkin guna mencegah komplikasi serius dari penyakit Kawasaki. 
Berkonsultasilah dengan dokter jika anak Anda mengalami gejala sebagai berikut:
  • Mata merah
  • Lidah yang sangat bengkak dan berwarna merah
  • Kemerahan pada telapak tangan atau telapak kaki
  • Kulit terkelupas
  • Terdapat ruam pada kulit
  • Pembesaran kelenjar getah bening
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang dirasakan oleh pasien.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.
  • Orang tua bisa meminta keluarga atau orang terdekat untuk mendampingi ketika berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan oleh pasien?
  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Apakah pasien memiliki faktor risiko terkait penyakit Kawasaki?
  • Apakah pasien rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah anak dicoba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis penyakit Kawasaki agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kawasaki-disease/symptoms-causes/syc-20354598
Diakses pada 8 Oktober 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/kawasaki-disease/
Diakses pada 8 Oktober 2018
CDC. https://www.cdc.gov/kawasaki/about.html
Diakses pada 14 Oktober 2020
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/heart/Pages/Kawasaki-Disease.aspx#
Diakses pada 14 Oktober 2020
American Family Physician. https://www.aafp.org/afp/1999/0601/p3093.html
Diakses pada 14 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email