Mata

Penyakit Retina

Diterbitkan: 20 Jan 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Penyakit Retina
Retina adalah bagian pada mata yang menerima rangsangan cahaya.
Penyakit retina adalah kondisi medis yang menyebabkan kerusakan retina. Retina adalah lapisan tipis jaringan di belakang mata yang mengandung jutaan sel sensitif cahaya (sel batang dan sel kerucut). Fungsi utamanya adalah menerima, mengorganisir, dan mengirim informasi visual ke otak lewat saraf optik. Proses ini membuat mata bisa melihat dengan baik.Penyakit retina dapat terkait dengan penuaan, diabetes dan penyakit lainnya, cedera pada mata, atau riwayat keluarga. Untuk menegakkan diagnosis, dokter mata akan melakukan pemeriksaan mata dan mencari kelainan pada bagian mata.Penyakit retina yang tidak diobati dapat menyebabkan gangguan penglihatan serius bahkan kebutaan. Dengan deteksi dini, beberapa jenis penyakit retina dapat diobati dan jenis lainnya dapat dikontrol untuk memperlambat perkembangannya. Beberapa jenis pengobatan juga mungkin dapat mengembalikan penglihatan. 
Penyakit Retina
Dokter spesialis Mata
GejalaRetina robek, retina lepas, retinopati diabetik
Faktor risikoFaktor penuaan, merokok, berat badan berlebih
Metode diagnosisTes Amsler Grid, OCT, FAF
PengobatanFocal laser, scatter laser, obat-obatan
ObatObat suntik ke dalam mata
KomplikasiKebutaan
Kapan harus ke dokter?Mengalami gangguan penglihatan
Gejala penyakit retina bisa berbeda-beda pada tiap penderita. Namun umumnya, keluhan ini meliputi:
  • Melihat bintik-bintik yang melayang atau seperti jaring laba-laba
  • Penglihatan menjadi kabur atau terdistorsi (garis lurus terlihat bergelombang)
  • Cacat pada penglihatan samping
  • Hilangnya penglihatan
  • Terdapat bayangan seperti tirai di atas, kiri, kanan, atau bawah bidang visual
  • Kilatan cahaya yang lebih tampak pada malam hari
 

Jenis penyakit retina

Beberapa jenis penyakit retina yang umum terjadi antara lain:
  • Retina robek

Penyakit ini terjadi ketika vitreous (cairan mirip gel yang terletak di bagian tengah mata) menyusut dan menarik lapisan retina dan menyebabkan adanya robekan pada jaringan retina. Hal ini sering disertai dengan munculnya gejala floaters (bayangan yang melayang-layang) dan rasa silau yang muncul secara tiba-tiba.
  • Ablasi retina

Kondisi ini ditandai dengan adanya cairan di bawah retina. Hal ini biasanya terjadi ketika cairan tersebut melewati robekan retina, sehingga menyebabkan retina terangkat dari lapisan jaringan di bawahnya.
  • Retinopati diabetik

Pada pasien yang  mengalami diabetes, pembuluh darah kapiler di belakang mata dapat memburuk dan membocorkan cairan ke dalam dan ke bawah retina. Hal ini menyebabkan retina mata membengkak yang membuat penglihatan menjadi kabur.Selain itu, mata juga dapat membentuk pembuluh darah kapiler baru yang tidak normal. Pembuluh darah baru dapat pecah dan berdarah yang dapat memperburuk penglihatan.
  • Membran epiretinal

Membran epiretinal adalah bekas luka yang menyerupai jaringan atau seperti selaput yang terdapat di atas retina. Kondisi ini dapat mengganggu penglihatan dan membuat objek tampak buram.
  • Macular hole (lubang makula)

Kondisi ini terjadi ketika terdapat kerusakan kecil di bagian tengah retina mata, tepatnya di bagian belakang mata (makula). Lubang ini dapat semakin melebar jika terjadi cedera pada mata.
  • Degenerasi makula

Pada kondisi ini, bagian tengah retina mata mulai mengalami degenerasi dan penurunan. Degenerasi makula menyebabkan gejala-gejala seperti buramnya penglihatan di tengah mata atau adanya titik buta di bagian tengah mata. Terdapat dua jenis degenerasi makula yaitu degenerasi makula basah dan degenerasi makula kering.
  • Retinitis pigmentosa

Kondisi ini merupakan penyakit degeneratif (kondisi perburukan yang terjadi karena penuaan). Hal ini akan merusak retina secara perlahan dan menyebabkan gangguan penglihatan pada malam hari dan gangguan lapang pandang. 
Penyebab penyakit retina bisa bermacam-macam. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Infeksi

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri, jamur, dan virus dapat menyebabkan penyakit retina.
  • Penuaan

Proses penuaan dapat mempengaruhi makula, bagian tengah retina yang paling rentan mengalami kerusakan.
  • Cedera mata

Cedera pada area mata juga dapat menyebabkan penyakit retina.
  • Penyakit sistemik

Penyakit sistemik seperti diabetes atau hipertensi dapat menyebabkan kondisi ini. 

Faktor risiko penyakit retina

Beberapa faktor risiko penyakit retina antara lain:
  • Merokok
  • Berat badan berlebih (obesitas)
  • Memiliki diabetes atau penyakit lainnya
 
Untuk mendiagnosis penyakit retina, dokter mata akan melakukan pemeriksaan mata secara cermat dengan melakukan beberapa pemeriksaan, yaitu:
  • Tes Amsler grid

Pemeriksaan ini dilakukan untuk menguji kejernihan penglihatan di tengah mata. Dokter akan menunjukkan gambar yang terdiri atas kotak dan garis dan meminta pasien untuk menjelaskan apakah garis dan kotak tersebut tampak buram atau tidak lurus.
  • Tes optical coherence tomography (OCT)

Pemeriksaan ini dapat menangkap gambar retina dengan tepat, sehingga dokter bisa mendiagnosis membran epiretinal, lubang makula dan pembengkakan makula (edema). Pemeriksaan ini juga dapat memantau tingkat degenerasi makula tipe basah terkait usia, dan untuk memantau respon terhadap pengobatan.
  • Tes fundus autofluorescence (FAF)

Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk menentukan tingkat keparahan penyakit retina, seperti degenerasi makula. FAF dapat memperjelas pigmen retina yang akan meningkat ketika terjadi kerusakan atau gangguan fungsi retina.
  • Tes fluorescein angiography

Pemeriksaan ini menggunakan zat pewarna yang menyebabkan pembuluh darah retina tampak lebih jelas di bawah cahaya. Dengan pemeriksaan ini, dokter dapat  mengidentifikasi pembuluh darah yang menyempit, pembuluh darah baru yang tidak normal, dan perubahan kecil di bagian belakang mata.
  • Tes indocyanine green angiography

Pemeriksaan ini menggunakan zat pewarna yang menyala ketika terpapar sinar inframerah. Tes indocyanine green angiography akan menghasilkan gambar terkait pembuluh darah retina dan pembuluh darah lain bernama choroid yang berada di belakang retina.
  • Ultrasonografi (USG)

Pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk membantu melihat retina dan struktur lainnya di dalam mata. USG juga dapat mengidentifikasi beberapa karakteristik jaringan yang membantu diagnosis dan pengobatan tumor mata.
  • CT scan dan MRI

Pemeriksaan pencitraan ini dilakukan untuk membantu mengevaluasi cedera mata atau tumor. 
Tujuan utama pengobatan penyakit retina adalah menghentikan perkembangan penyakit dan memperbaiki penglihatan. Pada beberapa kasus, kerusakan sudah terjadi dan tidak dapat dikembalikan menjadi normal kembali. Dokter mata akan melakukan beberapa upaya pengobatan, seperti terapi laser dan penyuntikkan obat.

Terapi laser

Terapi laser yang dilakukan dapat berupa:
  • Focal laser

Terapi yang dikenal dengan nama photocoagulation ini dapat memperbaiki robekan retina atau lubang retina. Dokter akan mengarahkan laser pada retina, menimbulkan bekas luka yang dapat menempelkan retina ke jaringan di sekitarnya.Terapi laser sedini mungkin dapat mengurangi risiko retina yang robek menjadi retina yang lepas (retinal detachment).
  • Scatter laser

Pada terapi yang dikenal dengan nama panretinal photocoagulation ini, dokter akan menyusutkan pembuluh darah yang berdarah karena dikuatirkan darah masuk ke dalam cairan viterois. Pengobatan ini dapat membantu pasien dengan retinopati diabetik.

Injeksi obat-obatan

Obat-obatan yang disuntikkan ke dalam cairan vitreous dapat mengobati degenerasi makular basah, retinopati diabetik, atau pembuluh darah yang rusak di dalam mata. Pada beberapa kasus, pengobatan juga dapat membantu mengembalikan penglihatan. 

Komplikasi penyakit retina

Komplikasi penyakit retina adalah gangguan penglihatan yang lama-lama dapat menyebabkan kebutaan. 
Cara mencegah penyakit retina dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut:
  • Sering melakukan pemeriksaan mata ke dokter mata untuk memastikan kacamata atau lensa kontak yang digunakan masih sesuai dengan kebutuhan
  • Mengubah tampilan komputer Anda dan menambahkan sistem audio. Sesuaikanlah ukuran tulisan dan tampilan kontras di komputer sesuai kebutuhan
  • Menggunakan lampu yang terang saat sedang membaca dan melakukan aktivitas lainnya
 
Segera hubungi dokter bila Anda mengalami adanya gangguan penglihatan. Pemeriksaan mata menyeluruh akan dilakukan oleh dokter mata untuk mendeteksi tanda penyakit retina sedini mungkin. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kalit muncul?
  • Apakah gejala dialami oleh salah satu atau atau kedua mata?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait penyakit retina?
  • Apakah Anda memiliki riwayat keluarga yang menderita penyakit retina?
  • Pernahkah Anda mengalami cedera pada mata?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis penyakit retina. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/retinal-diseases/symptoms-causes/syc-20355825
Diakses pada 31 Oktober 2018
Mayo Clinic Health System. https://www.mayoclinichealthsystem.org/locations/eau-claire/services-and-treatments/ophthalmology/retinal-diseases
Diakses pada 20 Januari 2021
Optometrists Network. https://www.optometrists.org/eye-conditions/management-of-ocular-diseases/retinal-diseases/
Diakses pada 20 Januari 2021
Oakland Eye Care. http://oaklandeyecare.net/services/retinal-care/
Diakses pada 20 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email