Pernapasan

Pleuritis

Diterbitkan: 25 Aug 2020 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Pleuritis
Pleuritis adalah penyakit peradangan yang terjadi di pleura, jaringan tipis yang melapisi paru dan rongga dada.
Pleuritis adalah peradangan pada selaput dada atau pleura. Pleura merupakan jaringan tipis yang melapisi dinding dada dan kedua paru-paru.Pleura berfungsi menjaga agar paru–paru tidak bergesekan dengan dinding rongga dada setiap kali Anda menarik napas. Dalam tiap celah kecil di antara dua lapisan ini, terdapat sedikit cairan untuk menjaga agar proses mengembang dan mengempis paru-paru berjalan baik. Ketika seseorang mengalami radang selaput dada, nyeri tajam pada dada bisa terasa. Khususnya saat penderitanya bernapas.Banyak penyakit yang dapat memicu pleuritis. Oleh karena itu, pengobatan peradangan pleura ini bertujuan mengendalikan rasa sakit dan menyembuhkan kondisi medis yang menjadi penyebabnya. 
Pleuritis
Dokter spesialis Paru, Penyakit Dalam
Secara umum, tanda dan gejala pleuritis meliputi:
  • Sakit dada yang memburuk saat bernapas, batuk, atau bersin
  • Rasa sakit menyebar ke bagian tubuh lain, seperti bahu atau punggung
  • Sesak atau sulit bernapas karena muncul rasa nyeri saat bernapas
  • Batuk
  • Demam, tapi menggigil
  • Penurunan berat badan
Pada beberapa kasus, cairan dapat bertambah pada ruang antara 2 lapisan pleura. Kondisi ini disebut efusi pleura.Ketika ada cukup banyak cairan di dalam rongga pleura tersebut, nyeri pleuritis dapat berkurang atau menghilang. Pasalnya, kedua lapisan pleura tidak lagi bergesekan.Namun banyaknya cairan pada rongga pleura dapat menyebabkan tekanan pada paru-paru. Akibatnya, paru-paru tidak lagi dapat mengembang dengan optimal.Kondisi tersebut akan menyebabkan penderita semakin sulit bernapas dan mungkin dapat menyebabkan batuk. Cairan berlebih juga bisa mengalami infeksi dan memicu empiema, yang sering disertai dengan demam.Mungkin saja ada tanda dan gejala pleuritis yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter. 
Penyebab pleuritis adalah infeksi virus maupun bakteri. Contohnya, influenza, pneumonia akibat bakteri, atau tuberkulosis (TBC). Tak hanya itu, Infeksi jamur dan parasit pun dapat menyebabkan radang pada selaput dada ini.Selain infeksi secara langsung, beberapa faktor risiko pleuritis dapat meliputi:
  • Penyakit terkait asbestosis, seperti mesothelioma (kanker yang disebabkan oleh paparan terhadap asbes)
  • Kanker tertentu, misalnya kanker paru-paru, kanker payudara, limfoma, dan sarkoma
  • Mengalami trauma dada seperti fraktur (patah) tulang rusuk, trauma tumpul pada dinding dada, dan pneumotoraks
  • Gagal jantung
  • Bekuan darah pada pembuluh darah paru-paru
  • Penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis dan lupus
  • Penyakit yang diturunkan seperti penyakit sickle cell anemia
  • Obat-obatan tertentu, misalnya obat-obatan yang dapat menyebabkan lupus like syndrome, seperti hydralazine dan phenytoin
  • Menghirup bahan toksik atau kimia, seperti ammonia
 
Diagnosis pleuritis dapat dipastikan dengan cara:
  • Tanya jawab
Dokter akan meminta pasien untuk menjelaskan rasa sakit yang dialami saat bernapas atau batuk. Dokter juga akan menanyakan apakah sakit akan membaik atau memburuk dalam sehari.
  • Pemeriksaan fisik
Dokter akan mendengarkan paru-paru Anda menggunakan stetoskop untuk mendeteksi apakah paru-paru Anda menimbulkan suara yang tidak normal.
  • Tes pencitraan
Dokter akan menyarankan rontgen, CT scan, atau USG guna mendeteksi ada tidaknya pleuritis yang menyebabkan sakit dada.
  • Tes darah
Tes darah dilakukan untuk mengetahui penyebab di balik gejala sakit dada.
  • Elektrokardiogram (EKG)
Elektrokardiogram akan mendeteksi apakah nyeri dada disebabkan oleh masalah jantung atau pleuritis.
  • Thoracentesis
Thoracentesis dilakukan dengan mengambil cairan di antara rongga pleura dengan jarum halus. Sampel cairan ini kemudian diperiksa di laboratorium untuk mencari tanda-tanda infeksi.
  • Thoracoscopy
Thoracoscopy direkomendasikan jika dokter mencurigai adanya kemungkinan penyakit TBC atau kanker sebagai penyebab pleuritis. Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan alat khusus berbentuk selang dengan lampu dan kamera kecil di ujungnya.Dengan alat tersebut, dokter dapat melihat bagian dalam dada untuk mendeteksi ada tidaknya kelainan. Dokter juga bisa sekaligus mengambil sampel jaringan (biopsi) jika diperlukan. 
Cara mengobati pleuritis umumnya tergantung pada tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalaminya. Beberapa metode penanganan pleuritis meliputi:

Obat-obatan

Pilihan obat pleuritis yang biasanya diberikan oleh dokter adalah sebagai berikut:
  • Antibiotik apabila penyebab pleuritis adalah infeksi bakteri. Jenis antibiotik yang diberikan akan ditentukan oleh dokter berdasarkan kuman pemicunya.
  • Obat untuk mengurangi gejala pleuritis, seperti aspirin dan ibuprofen.
  • Obat batuk seperti kodein.
  • Obat pengencer dahak.
  • Obat inhaler yang mengandung bronkodilator.

Aspirasi cairan pleura

Pasien yang mengalami efusi pleura, harus menjalani perawatan di rumah sakit. Pasalnya, mereka membutuhkan pemasangan selang pembuangan di dada sampai cairan hilang.

Komplikasi pleuritis

Apabila tidak ditangani dengan benar, pleuritis dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Atelektasis, yakni paru-paru tidak dapat mengembang secara baik
  • Penumpukan nanah pada rongga pleura
  • Syok
  • Infeksi berat pada seluruh tubuh
  • Efusi pleura
 
Cara mencegah pleuritis yang bisa Anda lakukan adalah menjalani pengobatan secepatnya ketika mengalami infeksi saluran pernapasan atau penyakit lain, yang dapat menyebabkan terjadinya radang selaput dada. 
Hubungi dokter bila apabila Anda mengalami gejala-gejala berikut:
  • Nyeri dada yang memberat ketika batuk atau bersin
  • Kesulitan bernapas
  • Sensasi penuh atau tertekan pada rongga dada
  • Nyeri pada salah satu sisi dada
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Bisakah Anda menggambarkan tanda dan gejala yang Anda alami?
  • Apakah gejala Anda terjadi secara terus-menerus atau sesekali?
  • Apa ada hal yang meringankan atau memperburuk gejala Anda?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait pleuritis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis pleuritis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/pleurisy
Diakses pada 2 Januari 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pleurisy/symptoms-causes/syc-20351863
Diakses pada 2 Januari 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001371.htm
Diakses pada 2 Januari 2019
Web MD. https://www.webmd.com/lung/understanding-pleurisy-basics#1-3
Diakses pada 2 Januari 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email