Pernapasan

Pneumoconiosis

03 Nov 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Pneumoconiosis
Pneumokoniosis atau pneumoconiosis adalah salah satu dari sekelompok penyakit paru-paru akibat kebiasaan menghirup jenis partikel debu tertentu yang merusak paru-paru. Paparan debu ini bisa saja terjadi di tempat kerja, sehingga kondisi ini jua disebut occupational lung disease.Pneumokoniosis biasa butuh waktu bertahun-tahun untuk berkembang. Karena paru-paru tidak dapat menghilangkan semua partikel debu, penderita mengalami peradangan paru yang akhirnya memicu terbentuknya jaringan parut.Debu yang biasanya dapat menyebabkan pneumoconiosis adalah asbes, silika, dan debu batu bara. Kondisi ini tidak dapat diobati, namun ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejalanya. 
Pneumoconiosis
Dokter spesialis Paru
GejalaBatuk, banyak dahak, sesak napas
Faktor risikoMerokok, paparan debu yang parah dan dalam waktu lama
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaa fisik, rontgen paru
PengobatanObat-obatan, berhenti merokok, menghindari paparan debu
ObatBronkodilator
KomplikasiTuberkulosis, kanker paru, gagal jantung
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala pneumoconiosis
Secara umum, gejala pneumoconiosis meliputi:
 
Penyebab pneumoconiosis yang utama adalah paparan serat asbes, debu silika, dan debu tambang batu bara. 

Faktor risiko pneumoconiosis

Beberapa faktor risiko pneumoconiosis meliputi:
  • Bekerja di lingkungan yang banyak debu
  • Merokok
  • Paparan debu yang parah
  • Terpapar debu untuk waktu yang lama
 
Diagnosis pneumoconiosis dilakukan dengan beberapa metode pemeriksaan di bawah ini:
  • Tanya jawab mengenai gejala, riwayat kesehatan pasien dan keluarga, serta riwayat pekerjaan pasien
  • Pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda penyakit paru
  • Rontgen dada untuk mencari ada tidaknya nodul atau benjolan pada paru
  • CT scan pada dada
  • Tes fungsi paru untuk mengukur kinerja paru pasien
  • Biopsi paru
 
Cara mengobati pneumoconiosis biasa akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan kondisi kesehatan pasien secara umum. Meski tidak dapat disembuhkan, dokter bisa menyarankan beberapa langkah penanganan berikut:
  • Berhenti merokok
  • Menghindari semua paparan debu
  • Menggunakan terapi oksigen
  • Mengonsumsi obat bronkodilator untuk membuka saluran paru-paru
 

Komplikasi pneumoconiosis

Jika tidak ditangani dengan benar, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
Baca juga: Bronkodilator, Obat untuk Atasi Asma hingga PPOK 
Cara mencegah pneumoconiosis yang bisa dilakukan meliputi:
  • Gunakan masker
  • Mencuci area kulit yang bersentuhan dengan debu
  • Menghilangkan debu dari pakaian
  • Mencuci muka dan tangan dengan bersih sebelum makan, minum, atau minum obat apa pun
  • Tidak merokok
  • Rutin rontgen dan melakukan pemeriksaan fisik
Baca juga: Ini Cara Berhenti Merokok untuk Selamanya 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada pneumoconiosis. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait pneumoconiosis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis pneumoconiosis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
CDC. https://www.cdc.gov/niosh/topics/pneumoconioses/default.html
Diakses pada 3 November 2021
Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/pneumoconiosis
Diakses pada 3 November 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email