Pernapasan

Pneumonia Aspirasi

Diterbitkan: 27 Jan 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Pneumonia Aspirasi
Pneumonia akan berkembang saat ada benda asing masuk ke dalam paru–paru.
Pneumonia aspirasi merupakan komplikasi aspirasi paru. Aspirasi paru merupakan kondisi ketika Anda menghirup makanan, asam lambung, atau air liur masuk kedalam paru-paru. Selain itu Anda juga dapat mengalami pneumonia aspirasi ketika adanya benda asing masuk kedalam paru–paru seperti ketika memuntahkan makanan Anda kembali dari perut ke kerongkongan lalu masuk melalui kerongkongan ke dalam paru-paru. Kondisi ini biasanya dapat membawa bakteri yang mengenai paru-paru Anda. Paru-paru yang sehat dapat sembuh dengan sendirinya. Apabila tidak dapat sembuh dengan sendirinya maka pneumonia akan berkembang sebagai komplikasi.
Pneumonia Aspirasi
Dokter spesialis Paru
Orang dengan pneumonia aspirasi seringkali menunjukkan gejala kebersihan yang buruk, membersihkan tenggorokan, atau batuk dengan dahak yang banyak setelah makan.Tanda dan gejala yang dapat ditimbulkan penyakit ini adalah:
  • Dada terasa sakit
  • Batuk yang menghasilkan dahak yang berbau tidak enak, berwarna kehijauan atau gelap atau dahak yang mengandung nanah  atau darah
  • Mudah merasa lelah
  • Mengalami demam
  • Mengalami sesak napas
  • Mengi pada saat bernapas
  • Memiliki aroma napas yang tidak sedap
  • Berkeringat berlebihan
  • Sulit menelan
 
Anda bisa menderita pneumonia aspirasi saat sistem kekebalan tubuh terganggu dan zat yang disedot memiliki sejumlah besar bakteri berbahaya.Anda juga dapat mengalami pneumonia aspirasi apabila Anda mengonsumsi makanan atau minuman yang dikonsumi masuk ke saluran yang salah yaitu ke jalan napas (tenggorokan). Hal ini dapat terjadi bahkan jika Anda dapat menelan dengan normal dan mempunyai refleks muntah yang normal. Biasanya batuk dapat dilakukan untuk mencegahnya. Tetapi tidak semua dapat melakukan hal ini apabila memiliki gangguan dengan batuk. Tubuh Anda mengalami gangguan mungkin dikarenakan oleh beberapa hal ini yaitu:
  • Memiliki kelainan saraf
  • Mengidap kanker tenggorokan
  • Mengidap myasthenia gravis atau penyakit Parkinson
  • Mengonsumsi alkohol atau menyalahgunakan obat-obatan resep atau obat-obatan terlarang
  • Menggunakan obat penenang atau obat anestesi
  • Melemahnya sistem kekebalan tubuh
  • Mengalami gangguan kerongkongan
  • Mempunyai masalah dengan gigi sehingga mengganggu proses mengunyah atau menelan
Orang yang mengalami gejala diatas harus segera menemui dokter. Beritahu dokter jika Anda atau anak Anda telah menghirup makanan atau cairan. Kondisi ini penting untuk mendapat penanganan dan diagnosa yang cepat terutama pada anak–anak dibawah 2 tahun atau orang tua diatas usia 65 tahun.Faktor risiko pada pneumonia aspirasi meliputi:
  • Gangguan kesadaran
  • Penyakit paru–paru
  • Kejang
  • Stroke
  • Masalah pada gigi
  • Pikun atau dimensia
  • Disfungsi dalam menelan
  • Status mental terganggu
  • Penyakit neurologis tertentu
  • Terapi radiasi pada kepala dan leher
  • Heartburn (gastroesofageal refluks)
  • GERD (gastroesophageal reflux disease)
 
Mendeteksi penyakit ini biasanya berawal dari memeriksa riwayat medis dan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda dan gejala khusus pneumonia seperti menurunnya aliran udara, detak jantung yang cepat dan mendengarkan suara pada paru-paru dapat mengungkapkan daerah dimana terdapat menghilangnya atau mengecilnya suara pernapasan, mengi, atau suara berderak pada daerah yang terkena. Adapun beberapa pemeriksaan yang dapat Anda lakukan untuk memastikan penyakit ini yaitu:
  • Analisa gas darah

Analisa gas darah bertujuan mengukur kadar oksigen, karbondioksida dan pH (kadar asam basa) dalam darah.
  • Rontgen

Rontgen dada dilakukan untuk mendeteksi ada tidaknya kondisi pneumonia.
  • CT scan

CT scan pada dada akan memberikan informasi secara detail mengenai struktur paru.
  • Pulse oximetry

Pulse oximetry berfungsi mengukur kadar oksigen di dalam aliran darah. Pasalnya, pneumonia aspirasi dapat mengurangi kadar oksigen dalam darah.Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan sensor yang tidak menghasilkan rasa sakit dan diletakkan pada jari atau telinga. 
  • Tes mikrobiologi

Tes ini bertujuan mengidentifikasi organisme apa yang menyebabkan penyakit ini. Pemeriksaan ini dapat menggunakan darah atau dahak sebagai sampel.
  • Tes urine

Tes urine juga dapat mengidentifikasi Streptococcus pneumoniae dan Legionella pneumophila.
  • Kultur darah atau dahak

Pemeriksaan ini dapat mengidentifikasi organisme yang bertanggung jawab serta untuk menentukan antibiotik mana yang paling tepat untuk strain bakteri tertentu.
  • Bronkoskopi

Bronkoskopi adalah prosedur untuk memvisualisasikan bagian dalam saluran udara dan mengambil sampel jaringan bila diperlukan. Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada pasien dengan pneumonia berat atau jika pneumonia memburuk meskipun dengan pengobatan antibiotik. 
Pengobatan yang diberikan berdasarkan tahapan atau beratnya pneumonia Anda. Hasil dari pengobatan dan jangka waktu pengobatan bergantung pada kondisi kesehatan umum Anda. Dalam pengobatan pneumonia berat Anda harus dirawat inap. Untuk kasus pada seseorang yang mengalami kesulitan untuk menelan mungkin perlu untuk tidak mengonsumsi makanan dari mulut.Dokter dapat meresepkan antibiotik untuk kondisi Anda. Sebelum itu dokter akan memberikan beberapa pertanyaan untuk mempertimbangkan jenis antibiotik yang perlu diberikan, beberapa pertanyaan tersebut adalah:
  • Apakah Anda baru saja dirawat di rumah sakit?
  • Bagaimana kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan?
  • Apakah Anda menggunakan antibiotik baru-baru ini?
  • Dimanakah Anda tinggal?
Anda mungkin akan membutuhkan pengobatan suportif apabila pneumonia aspirasi mengakibatkan masalah pernapasan. Anda dapat membutuhkan oksigen tambahan, steroid, atau bantuan dari mesin pernapasan.Pembedahan dapat dilakukan tergantung dari penyebab aspirasi menahun, seperti misalnya Anda mungkin membutuhkan pembedahan untuk mendapatkan makanan melalui selang apabila mempunyai masalah menelan yang tidak dapat disembuhkan dengan pengobatan. 
Untuk mencegah penyakit ini Anda dapat melakukan cara–cara pencegahan yaitu:
  • Menghindari perilaku yang memicu penyakit ini seperti minum berlebihan.
  • Berhati-hati dalam mengonsumsi obat yang mempunyai efek samping membuat anda mengantuk.
  • Melakukan perawatan gigi secara teratur.
 
Segera berkonsultasi dengan dokter atau bawa ke unit gawat darurat apabila Anda mengalami beberapa hal ini yaitu:
  • Terasa sakit pada dada
  • Mengalami panas dingin (meriang)
  • Demam
  • Mengalami sesak napas
  • Napas yang berbunyi (mengi)
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait pneumonia aspirasi?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis pneumonia aspirasi. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat.
Healthline. https://www.healthline.com/health/aspiration-pneumonia
Diakses pada 2 Januari 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pneumonia/symptoms-causes/syc-20354204
Diakses pada 2 Januari 2019
MedicineNet. https://www.medicinenet.com/pneumonia_facts/article.htm
Diakses pada 2 Januari 2019
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/000121.htm
Diakses pada 2 Januari 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email