Mata

Pterygium

Diterbitkan: 24 Nov 2020 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Pterygium
Pterygium ditandai dengan mengeruhnya selaput permukaan bola mata di sebelah ataupun kedua mata.
Pterygium adalah terbentuknya jaringan seperti daging berwarna merah muda pada konjungtiva atau selaput bening mata. Jaringan ini biasanya berawal pada pinggir mata di dekat pangkal hidung.Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2013, prevalensi pterygium di Indonesia mencapai 8,3 persen. Prevalensi tertinggi, yaitu 25,2 persen ditemukan di Bali. Sementara Jakarta tercatat memiliki angka 3,7 persen, yang merupakan prevalensi terendah.Bila dibiarkan, pterigium dapat semakin meluas hingga ke bagian tengah mata dan menutupi aksis penglihatan. Kondisi ini kemudin dapat menyebabkan gangguan penglihatan.Pterygium juga disebut surfer’s eyes. Pasalnya, kondisi ini sering ditemukan pada atlet atau orang yang kerap beraktivitas di luar ruangan.Penyakit mata yang tampak mengkhawatirkan ini bukanlah kanker dan tidak berbahaya. Namun pada beberapa sebagian penderita, pterygium dapat menyebabkan gejala yang mengganggu dan memengaruhi rasa percaya diri. 
Pterygium
Dokter spesialis Mata
GejalaMunculnya selaput bening pada mata, mata terasa terbakar, terasa seperti ada pasir di mata
Faktor risikoPaparan sinar UV, mata kering, iritasi debu dan angin
Metode diagnosisWawancara, pemeriksaan fisik, pemeriksaan slit lamp
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatSalep mata/tetes mata steroid
KomplikasiGangguan penglihatan
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala
Secara umum, tanda dan gejala pterygium meliputi:
  • Mata terasa terbakar
  • Terasa seperti ada pasir di mata
  • Mata terasa gatal
  • Terasa seperti ada sesuatu di dalam mata
  • Kemerahan pada mata
  • Gangguan penglihatan apabila pterigium telah tumbuh dan menutupi pupil mata
Mungkin saja ada tanda dan gejala pterygium yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan keluhan tertentu , konsultasikanlah dengan dokter. 
Penyebab utama pterigium adalah paparan intensif dari sinar ultraviolet (seperti cahaya matahari), mata yang kering, dan iritasi terhadap debu dan angin. Sementara faktor risiko pterigium meliputi sering beraktivitas di luar ruangan. 
Diagnosis pterygium dapat ditegakkan dengan wawancara, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang. Dokter akan menanyakan mengenai gejala yang Anda alami dan melakukan pemeriksaan pada mata Anda.Pada saat pemeriksaan mata, dokter akan melakukan pemeriksaan pada bagian depan mata Anda menggunakan mikroskop khusus yang disebut slit lamp.Tingkar keparahan pterygiumBerdasarkan hasil pemeriksaan mata, dokter dapat menentukan derajat pterygium sebagai berikut:
  • Derajat 0: apabila tidak terdapat pterygium
  • Derajat 1: warna pterygium bening disertai sedikit pelebaran pembuluh darah mata
  • Derajat 2: warna pterygium merah muda disertai dengan lumayan banyak pelebaran pembuluh darah mata
  • Derajat 3: warna pterygium merah dengan pelebaran pembuluh darah mata yang nyata
  • Derajat 4: warna pterygium sangat merah dan jaringan pterygium tebal disertai banyak pelebaran pembuluh darah mata.
 
Cara mengobati pterygium umumnya akan tergantung dari tingkat keparahannya dan seberapa lama Anda sudah mengalami kondisi tersebut.Beberapa metode penanganan pterygium antara lain:Obat-obatan Anda mungkin tidak memerlukan pengobatan jika gejala pterigium yang dialami ringan. Namun, jika kondisi ini menyebabkan mata menjadi kemerahan atau iritasi, dokter akan merekomendasikan obat.Pilihan obat yang biasanya digunakan untuk  mengatasi pterygium adalah salep mata atau tetes mata yang  mengandung steroid untuk mengurangi kemerahan, rasa gatal, bengkak, dan nyeri.OperasiPterygium yang besar dan berukuran lebih dari 3 mm mungkin memerlukan tindakan operasi karena dapat menyebabkan mata silinder dan gangguan penglihatan lainnya. Beberapa metode operasi yang dilakukan untuk mengatasi pterygium seperti ini antara lain:
  • Bare scleral technique
Bare scleral technique dilakukan dengan cara membuang bagian pinggir dan tengah pterygium. Dengan ini, bagian putih mata atau sklera dapat mengalami pertumbuhan kembali.Angka keberhasilan operasi ini kecil karena angka kekambuhan pterygium yang cukup tinggi setelah metode operasi ini.
  • Conjunctival autograft technique
Conjunctival autograft technique dilakukan dengan cara menyayat dan mengangkat jaringan pterygium. Dokter juga akan mengambil jaringan dari bagian atas konjungtiva dan kemudian menjahitnya pada area pengangkatan pterygium sebelumnya.
  • Amniotic membrane grafting
Amniotic membrane grafting hampir sama dengan metode conjunctival autograft technique. Tapi pada metode ini, dokter menggunakan membran amnion untuk menutupi bagian sklera yang kosong setelah pterygium diangkat.Membran amnion adalah bagian dalam pembungkus janin yang terdiri dari tiga lapisan. Membran ini memiliki efek menghambat peradangan dan terbentuknya jaringan parut pada mata, serta merangsang pertumbuhan sel baru yang sehat.Terapi adjuvan Karena angka kekambuhan pterygium setelah operasi cukup tinggi, terapi adjuvan dapat digunakan sebagai terapi tambahan pada penderita pterygium. Penelitian-penelitian telah membuktikan bahwa angka kekambuhan pterygium menurun drastis apabila diberikan terapi adjuvan.  Beberapa metode terapi adjuvan antara lain:
  • MMC: terapi ini telah digunakan lama sebagai terapi adjuvan pada pterygium karena kemampuannya untuk menghambat terbentuknya fibroblas.
  • Beta irradiation: jenis terapi ini menghambat pembelahan sel sehingga menghambat terbentuknya atau kekambuhan pterygium.

Komplikasi pterygium

Bila tidak ditangani dengan benar, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Mata silinder
  • Gangguan penglihatan.
Komplikasi pterygium tersebut muncul bila jaringan telah tumbuh sampai menutupi pupil  mata. 
Cara mencegah pterygium adalah dengan mengenakan kacamata hitam yang mampu menahan radiasi ultraviolet A (UVA) dan ultraviolet B (UVB) sebanyak 99-100 persen. Kacamata ini perlu dipakai ketika Anda:
  • Berakvitas di luar ruangan meski cuaca sedang mendung
  • Saat berada di dalam mobil, bus, maupun kendaraan lain
 
Hubungi dokter bila apabila Anda mengalami gejala-gejala sebagai berikut:
  • Mata merah
  • Iritasi mata
  • Penglihatan kabur atau gangguan penglihatan
Anda juga perlu memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami tanda dan gejala lain yang terasa mencurigakan. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait pterygium?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis pterygium agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Kementerian Kesehatan RI. http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%202013
Diakses pada 16 Oktober 2018
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/pterygium-surfers-eye#1
Diakses pada 16 Oktober 2018
Semantic Scholar. https://www.semanticscholar.org/paper/Validity-of-a-new-comprehensive-pterygia-grading-in-Huang-Huang/b09166fcd465b899449848abf96c9598d3fef963
Diakses pada 12 Agustus 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4094946/
Diakses pada 12 Agustus 2020
American Academy of Opthalmology. https://www.aao.org/eyenet/article/management-of-pterygium-2
Diakses pada 12 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email