Mata

Rabun Jauh

Diterbitkan: 11 Jan 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Rabun Jauh
Rabun jauh terjadi ketika fokus cahaya tidak diterima mata dengan benar sehingga penglihatan menjadi buram.
Rabun jauh atau miopi adalah gangguan penglihatan yang membuat penderitanya kesulitan melihat objek dengan jarak jauh. Walaupun begitu, penderita rabun jauh tetap mampu melihat objek dalam jarak dekat.Hal ini dapat terjadi jika struktur mata tidak seperti seharusnya. Misalnya, bola mata yang terlalu panjang atau kornea yang sangat melengkung.Ketidaksesuaian struktur mata tersebut akan menyebabkan gangguan refraksi. Akibatnya, cahaya yang masuk ke mata tidak terfokus dengan benar, sehingga objek yang jauh akan terlihat kabur atau samar.Rabun jauh dapat berkembang secara bertahap atau cepat. Kondisi ini sering kali memburuk selama masa kanak-kanak dan remaja, serta cenderung diwariskan dalam keluarga. Selain itu, kebiasaan seperti sering membaca atau bekerja di depan komputer dapat menjadi pemicu terjadinya miopi.WHO memprediksi ada lebih dari 285 juta orang di dunia memiliki gangguan penglihatan. Sebanyak 42% di antaranya adalah karena kesalahan refraksi, termasuk rabun jauh.Rabun jauh dapat diatasi dengan penggunaan alat bantu seperti kacamata atau lensa kontak. Operasi mata adalah salah satu cara untuk mengatasi kondisi ini secara permanen. 
Rabun Jauh
Dokter spesialis Mata
GejalaPenglihatan buram saat melihat objek yang jauh, sering menyipitkan mata, sakit kepala
Faktor risikoFaktor genetik, faktor lingkungan
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, pemeriksaan refraksi
PengobatanPenggunaan kacamata, lensa kontak, operasi
KomplikasiMata lelah, peningkatan risiko glaukoma, katarak
Kapan harus ke dokter?Penglihatan kabur, penglihatan ganda, kehilangan penglihatan secara mendadak
Beberapa kondisi yang umumnya dialami orang dengan mata rabun adalah:
  • Penglihatan buram ketika melihat objek yang jaraknya jauh
  • Sering memicingkan mata atau menutup sebagian kelopak mata untuk melihat dengan jelas
  • Sering mengalami sakit kepala yang disebabkan oleh kelelahan mata
  • Mengalami kesulitan melihat saat mengendarai kendaraan, terutama di malam hari (rabun senja)
Rabun jauh umumnya dapat terdeteksi saat masih masa kanak-kanak dan remaja. Rabun jauh pada anak-anak dan remaja umumnya ditandai dengan:
  • Sering memicingkan mata atau menutup sebagian kelopak mata untuk melihat dengan jelas
  • Perlu duduk lebih dekat ke televisi, layar film atau bagian depan kelas
  • Kurang menyadari objek-objek yang agak jauh
  • Mata sering berkedip berlebihan
  • Sering mengucek mata
Baca juga: Apa Bedanya Rabun Dekat (Hipermetropia) dan Rabun Jauh (Miopi)? 
Penyebab rabun jauh adalah ketidaksesuaian struktur mata, Misalnya bentuk bola mata yang terlalu panjang dari ukuran biasanya atau kornea (lapisan luar pelindung mata) yang terlalu cembung.Pada mata yang normal, masing-masing bagian mata memiliki kelengkungan yang sangat halus. Struktur tersebut memungkinkan terjadinya penglihatan yang diproses melalui masuknya cahaya ke pupil dan difokuskan oleh lensa mata.Dengan difokuskannya cahaya tersebut, bayangan benda akan jatuh tepat di retina (bagian mata yang sensitif cahaya).Sementara itu, pada mata yang mengalami rabun jauh, bayangan benda difokuskan di depan retina alih-alih tepat pada retina. Proses itulah yang menyebabkan penglihatan kabur. Dokter biasa menyebutnya sebagai kesalahan bias (refraksi).Rabun jauh juga dibagi ke dalam dua tipe berdasarkan penyebabnya, yakni myopia tinggi dan myopia degeneratif.
  • Miopia tinggi
Rabun jauh jenis ini adalah bentuk miopi lebih serius, yang membuat bola mata tumbuh lebih dari yang seharusnya dan menjadi sangat panjang dari depan ke belakang.
  • Miopia degeneratif
Rabun jauh ini disebut juga sebagai miopia patologis atau rabun jauh ganas. Miopia degeneratif adalah jenis miopi yang langka, dan biasanya diwariskan dari orang tua. Kondisi ini umumnya terjadi pada masa remaja atau dewasa awal dan akan bertambah parah seiring waktu. 

Faktor risiko

Beberapa faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko terjadinya rabun jauh:
  • Faktor genetik
Rabun jauh cenderung diturunkan dalam keluarga. Jika orang tua mengalami rabun jauh, risiko Anda untuk terkena rabun jauh juga akan meningkat.  
  • Keadaan lingkungan
Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa kurangnya aktivitas di luar ruangan dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami rabun jauh.
  • Stres pada penglihatan (stres visual)
Beberapa kegiatan yang membutuhkan kerja mata dengan detail seperti membaca atau menggunakan komputer, dapat menimbulkan tekanan pada mata sehingga memicu rabun jauh. 
Rabun jauh didiagnosis dengan pemeriksaan dasar yang meliputi penilaian refraksi dan pemeriksaan kesehatan mata.
  • Penilaian refraksi
Pemeriksaan ini dapat mendeteksi masalah penglihatan seperti rabun dekat atau rabun jauh, astigmatisme, atau presbiopia. Dokter akan menggunakan berbagai instrumen dan meminta pasien melihat melalui beberapa lensa untuk menguji jarak dan penglihatan jarak dekat pasien.Pemeriksaan ini dapat menggunakan Snellen chart, yaitu papan dengan angka dan huruf, dimana pasien duduk sejauh 6 meter, lalu membaca huruf dan angka pada snelen chart tersebut.Selain itu, menggunakan alat autorefractor. Alat ini memfokuskan cahaya pada retina sehingga dapat memperkirakan kekuatan lensa 
  • Pemeriksaan kesehatan mata
Dalam pemeriksaan ini, dokter mata akan memberikan obat tetes di mata pasien untuk melebarkan pupil. Hal tersebut dapat membuat mata lebih sensitif terhadap cahaya selama beberapa jam setelah pemeriksaan. Pembesaran pupil mata memungkinkan dokter untuk memeriksa mata dengan lebih luas.Baca jawaban dokter: Apakah rabun jauh bisa sembuh? 
Tujuan perawatan rabun jauh adalah untuk memperbaiki penglihatan dengan membantu memfokuskan cahaya pada retina melalui beberapa pilihan berikut:
  • Pemakaian kacamata
Bagi kebanyakan penderita rabun jauh, kacamata adalah pilihan utama untuk mengatasinya. Lensa korektif pada kacamata dapat mengatasi rabun jauh dengan mengkompensasi lengkungan kornea atau pemanjangan bola mata yang dialami pasien. Umumnya, lensa kacamata diresepkan untuk memberikan penglihatan yang jelas di semua jarak. Namun, pasien di atas usia 40 tahun, atau anak-anak mungkin memerlukan lensa tambahan bifokal atau progresif.
  • Pemakaian lensa kontak
Bagi beberapa individu, lensa kontak menawarkan penglihatan lebih jelas dan bidang pandang yang lebih luas daripada kacamata. Namun karena lensa kontak langsung dikenakan pada mata, penggunaanya memerlukan evaluasi dan perawatan khusus sesuai standar kesehatan mata.
  • Orthokeratology (Ortho-k)
Pilihan lain untuk mengatasi rabun jauh adalah ortokeratologi yang juga dikenal sebagai terapi bias kornea. Dalam prosedur non-bedah ini, pasien akan mengenakan serangkaian lensa kontak kaku (rigid) yang dirancang khusus untuk membentuk kembali lengkungan kornea secara bertahap.Lensa tersebut akan memberi tekanan pada kornea untuk meratakannya. Hal ini dapat mengubah cara fokus cahaya yang masuk ke mata. Pasien akan diminta memakai lensa kontak untuk waktu yang terbatas, misalnya selama semalam hingga waktunya untuk dilepas.  
  • Terapi laser
Tindakan medis yang dilakukan menggunakan sinar laser seperti LASIK (laser in situ keratomileusis) atau PRK (photorefractive keratectomy) juga dapat menjadi pilihan untuk rabun jauh pada orang dewasa.Melalui prosedur ini, sinar laser akan membentuk kembali kornea dengan menghilangkan sejumlah kecil jaringan kornea.
  • Prosedur bedah refraksi
Operasi pembedahan dapat dilakukan pada pasien rabun jauh yang parah atau memiliki kornea mata terlalu tipis sehingga tidak dapat menjalani terapi laser. Pada prosedur pembedahan ini, dokter dapat menanamkan implan berupa lensa dengan lengkungan yang sesuai di mata pasien.Implan tersebut dapat ditempatkan tepat di depan lensa natural (implan lensa intraokuler phakic), atau menggantikan lensa natural (ekstraksi lensa bening dengan implantasi lensa intraokuler). Prosedur ekstraksi lensa bening ini mirip dengan operasi katarak.
  • Terapi penglihatan untuk miopia akibat stres
Terapi penglihatan adalah pilihan bagi pasien rabun jauh yang disebabkan oleh kejang otot yang mengontrol fokus mata. Berbagai latihan mata dapat meningkatkan kemampuan fokus mata yang buruk untuk mendapatkan kembali penglihatan jarak jauh dengan jelas.Baca juga: 9 Cara Mengatasi Rabun Jauh alias Mata Minus di Rumah 

Komplikasi

Apabila tidak mendapat penanganan dengan tepat, rabun jauh bisa menimbulkan komplikasi berupa:
  • Penurunan kualitas hidup
Rabun jauh yang tidak ditangani dapat memengaruhi kualitas hidup karena penglihatan yang terbatas untuk menjalani aktivitas sehari-hari
  • Mata yang tegang
Rabun jauh dapat membuat penderitanya sering memicingkan mata yang membuat mata tegang untuk mempertahankan fokus penglihatan. Hal ini bisa menyebabkan kelelahan mata dan sakit kepala.
  • Keamanan terganggu
Keamanan penderita dan orang lain dapat terancam jika rabun jauh tidak ditangani. Pasalnya, seseorang dengan rabun jauh akan kesulitan dalam mengendarai mobil atau mengoperasikan alat berat.
  • Masalah mata lainnya
Rabun jauh yang parah dapat meningkatkan risiko penyakit mata lainnya seperti lepasnya retina, glaukoma, katarak, dan makulopati miopik (kerusakan di area retinal sentral). Jaringan pada bola mata yang panjang dapat meregang dan menipis, sehingga berisiko mengalami robekan, peradangan, perdarahan, serta jaringan parut. 
Saat ini, rabun jauh tidak dapat dicegah. Namun, tingkat keparahan penyakitnya dapat diperlambat dengan:
  • Sering mengontrol kesehatan mata walaupun masih dapat melihat dengan jelas
  • Melindungi mata dari sinar matahari
  • Menggunakan pelindung mata seperti kacamata untuk menghindari trauma mata pada kegiatan tertentu yang berisiko seperti olahraga, atau saat menggunakan zat kimia yang berbahaya untuk mata
  • Mengonsumsi makanan sehat
  • Tidak merokok
  • Menggunakan kacamata atau lensa kontak dengan ukuran yang tepat
  • Menggunakan penerangan yang cukup
  • Mengurangi ketegangan mata dengan cara tidak melihat layar komputer secara terus-menerus
 
Segeralah berkonsultasi dengan dokter jika pernah mengalami gejala-gejala seperti kehilangan penglihatan secara mendadak pada satu mata dengan atau tanpa rasa sakit, penglihatan kabur tiba-tiba, penglihatan ganda, atau melihat kilatan cahaya, bintik-bintik hitam atau lingkaran cahaya di sekitar lampu. Ini mungkin merupakan kondisi medis atau mata yang serius. 
Sebelum menjalani pemeriksaan oleh dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter
 
Dokter biasanya akan memberi beberapa pertanyaan berikut ini.
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan Anda pertama kali mengalami gejala-gejala tersebut?
  • Apakah penglihatan Anda membaik dengan memicingkan mata atau memindahkan objek menjadi lebih dekat?
  • Apakah ada anggota keluarga Anda yang menggunakan kacamata atau lensa kontak? Apakah Anda tahu berapa usia mereka ketika mulai mengalami gangguan penglihatan?
  • Kapan pertama kali Anda mulai memakai kacamata atau lensa kontak?
  • Apakah Anda memiliki masalah kesehatan, seperti diabetes?
  • Sudahkah Anda mulai mengonsumsi obat baru, suplemen, atau obat herbal?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis rabun jauh agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nearsightedness/symptoms-causes/syc-20375556
Diakses pada 8 Oktober 2018
WHO. http://www.who.int: http://www.who.int/blindness/causes/MyopiaReportforWeb.pdf
Diakses pada 8 Oktober 2018
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/nearsightedness-myopia#1
Diakses pada 1 Desember 2020
Karger, Ophthalmic Research. https://www.karger.com/Article/FullText/501937
Diakses pada 1 Desember 2020
American Optometric Association. https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/myopia?sso=y
Diakses pada 1 Desember 2020
American Academy of Ophthalmology. https://www.aao.org/eye-health/diseases/myopia-nearsightedness
Diakses pada 1 Desember 2020
American Optometric Association. https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/myopia?sso=y
Diakses pada 1 Desember 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email