Kepala

Radang Otak

Diterbitkan: 05 Feb 2021 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Radang Otak
Radang otak adalah kondisi yang jarang terjadi namun serius, karna dapat mengancam nyawa.
Radang otak adalah kondisi serius di mana otak mengalami inflamasi atau peradangan. Dalam dunia medis, kondisi ini juga disebut ensefalitis.Terdapat banyak penyebab radang otak, namun yang paling sering adalah infeksi virus. Gejala awal penyakit ini dapat berupa keluhan yang mirip flu.Tapi apabila tidak ditangani dengan baik, gejala radang otak akan bertambah parah hingga menyebabkan linglung, kejang, dan penurunan tingkat kesadaran.Mengenali gejala radang otak sejak dini dan penanganan secepatnya sangatlah penting untuk menghindari komplikasi-komplikasi serius. Penanganan ini terdiri dari obat-obatan, terapi suportif saat rawat inap, dan terapi lanjutan jika sudah terjadi komplikasi. 
Radang Otak
Dokter spesialis Saraf
GejalaDemam, sakit kepala, muntah-muntah
Faktor risikoUsia, orang yang mengalami penurunan kekebalan tubuh seperti penderita HIV/AIDS, penderita kanker yang menjalani kemoterapi.
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, MRI, CT Scan
PengobatanObat-obatan, terapi lanjutan
ObatKortikosteroid, paracetamol, fenitoin
KomplikasiRasa lelah yang terus-menerus, gangguan keseimbangan tubuh, perubahan kepribadian
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala
Gejala akibat radang otak bisa berbeda-beda pada tiap penderita, tergantung pada tingkat keparahan serta usia pengidapnya.

Gejala radang otak yang umum

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Muntah-muntah
  • Kaku kuduk atau kaku pada leher
  • Perasaan cepat lelah atau letargis

Gejala radang otak tingkat berat

  • Demam tinggi, suhu dapat mencapai 39,4 derajat celcius atau lebih
  • Kebingungan
  • Mudah mengantuk
  • Mengalami halusinasi
  • Kejang
  • Gelisah
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Tidak sadarkan diri atau koma

Gejala radang otak pada bayi dan anak-anak

  • Muntah-muntah
  • Ubun-ubun besar tampak membonjol
  • Menangis terus-menerus
  • Badan kaku
  • Nafsu makan yang menurun
Mungkin saja ada tanda dan gejala radang otak yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter. 
Terdapat berbagai penyabab di balik radang otak. Berikut penjelasannya:

Penyebab utama radang otak

Penyebab utama radang otak adalah infeksi virus.Jenis virus yang paling sering menyebabkan penyakit ini meliputi:
  • Virus herpes simpleks tipe 1 dan 2
  • Virus golongan herpes lainnya seperti Epstein-Barr dan varicella zoster (virus yang menyebabkan cacar air dan cacar api).
  • Golongan enterovirus seperti virus polio dan coxsackie yang menyebabkan gejala seperti flu.
  • Virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk seperti virus West Nille, La Crosse, St.Loiuse, western equine, dan eastern equine.
  • Virus yang ditularkan melalui gigitan kutu seperti virus Powwasan
  • Virus rabies yang ditularkan melalui gigitan binatang yang terinfeksi dengan rabies
  • Virus penyebab campak, gondong, dan campak Jerman (rubela)

Penyebab lainnya

Di samping infeksi virus, ensefalitis juga bisa terjadi karena hal-hal di bawah ini:
  • Infeksi bakteri dan jamur. Jenis infeksi ini jarang terjadi.
  • Penyakit lain yang ditularkan melalui binatang. Contohnya, Japanese encephalitis yang menularmlewat gigitan nyamuk, dan rabies lewat gigitan mamalia.
 

Faktor risiko radang otak

Semua orang tanpa terkecuali dapat mengalami radang otak, namun risikonya lebih besar pada beberapa kondisi. Beberapa faktor risiko terjadinya radang otak adalah:
  • Usia. Beberapa tipe radang otak lebih berat apabila dialami oleh anak-anak dan lansia.
  • Orang yang mengalami penurunan kekebalan tubuh seperti penderita HIV/AIDS, penderita kanker yang menjalani kemoterapi, penderita kencing manis, dan lain-lain.
  • Orang yang tinggal di daerah dimana penularan virus oleh nyamuk atau kutu tinggi
  • Musim-musim tertentu seperti musim panas di Amerika Serikat
 
Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan meninjau riwayat medis untuk mendiagnosis keadaan pasien. Dokter dapat merekomendasikan:
  • Pemeriksaan pencitraan otak

MRI dan CT scan dapat membantu dokter untuk mengidentifikasi pembengkakan otak akibat radang atau kondisi lain yang mungkin menyebabkan gejala, seperti tumor.
  • Pungsi lumbal

Sampel cairan serebrospinal (CSF) atau cairan pelindung otak dan tulang belakang akan diambil. Perubahan cairan ini dapat menunjukkan infeksi dan peradangan di otak.
  • Tes laboratorium lainnya

Sampel darah, urin atau ekskresi dari bagian belakang tenggorokan akan diuji untuk mengetahui infeksi lainnya.
  • Elektroensefalogram (EEG)

Tes ini akan merekam aktivitas otak dan dapat membantu diagnosis radang otak.
  • Biopsi otak

Biopsi otak biasanya dilakukan hanya jika gejala memburuk dan tidak ada respon terhadap terapi. 
Cara mengobati radang otak umumnya akan tergantung dari tingkat keparahannya dan seberapa lama Anda sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa metode penanganan radang otak antara lain:

1. Obat-obatan

Pilihan obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengatasi radang otak antara lain:
  • Antivirus, seperti asiklovir, gansiklovir, dan foskarnet
  • Obat penurun demam dan anti-peradangan untuk mengatasi sakit kepala dan demam, seperti paracetamol, ibuprofen, dan natrium naproksen
  • Obat anti-peradangan, seperti kortikosteroid, untuk mengurangi pembengkakan tekanan dalam kepala
  • Obat anti-kejang, seperti fenitoin, untuk menghentikan atau mencegah kejang

2. Perawatan suportif

Penderita radang otak berat yang dirawat di rumah sakit mungkin membutuhkan penanganan berikut:
  • Pemakaian alat bantu napas
  • Cairan infus untuk memastikan kebutuhan cairan dan mineral terpenuhi

3. Terapi lanjutan

Terapi lanjutan berikut dilakukan untuk mengatasi komplikasi dari radang otak. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Fisioterapi untuk meningkatkan kekuatan, kelenturan, keseimbangan, dan pergerakan otot
  • Terapi okupasi guna membantu penderita beradaptasi dan melakukan aktivitas sehari-hari
  • Terapi wicara untuk mengembalikan kemampuan bicara bagi penderita radang otak yang mengalami gangguan bicara
  • Psikoterapi yang akan membantu pengidap radang otak dalam beradaptasi dan mengendalikan emosi terhadap kondisinya
Penderita radang otak harus dirawat di rumah sakit, terutama pada saat ia dinyatakan mengalami pembengkakan otak dan pernah mengalami kejang. 

Komplikasi radang otak

Bila tidak ditangani dengan benar radang otak bisa menyebabkan komplikasi sebagai berikut:
  • Rasa lelah yang terus-menerus dan tidak kunjung membaik
  • Kelemahan atau gangguan keseimbangan tubuh
  • Perubahan kepribadian
  • Gangguan daya ingat
  • Kelumpuhan
  • Gangguan pendengaran atau penglihatan
  • Gangguan bicara
 
Cara mencegah radang otak yang dapat Anda lakukan meliputi:
  • Rajin mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun, terutama sebelum makan, setelah ke toilet, maupun sesudah bepergian
  • Jangan saling meminjamkan alat makan
  • Melakukan vaksinasi, terutama sebelum melancong ke negara lain yang sedang mengalami wabah radang otak tertentu
Anda juga dapat menerapkan langkah-langkah di bawah ini untuk menurunkan risiko gigitan nyamuk dan kutu penyebar virus yang memicu radang otak:
  • Gunakan baju lengan panjang dan celana panjang saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya di area yang memiliki semak-semak dan pada sore hari saat nyamuk sedang aktif
  • Gunakan losion antinyamuk
  • Gunakan insektisida untuk membunuh nyamuk dan kutu
  • Hindari beraktivitas di tempat-tempat dengan air menggenang
  • Rutin menguras bak mandi serta tempat penampungan air
  • Bila ada hewan yang sakit dan mati secara tiba-tiba di sekitar Anda, segera laporkan ke departemen kesehatan setempat
 
Segera cari pertolongan medis apabila Anda atau anak Anda mengalami gejala radang otak, terutama yang berupa:
  • Sakit kepala berat
  • Demam tinggi
  • Kejang-kejang
  • Penurunan tingkat kesadaran
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait radang otak?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis radang otak agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/encephalitis
diakses pada 15 November 2018.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/encephalitis/symptoms-causes/syc-20356136
diakses pada 15 November 2018.
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/encephalitis/
diakses pada 15 November 2018.
WebMD. https://www.webmd.com/brain/encephalitis-directory
diakses pada 15 November 2018.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email