Mata

Retinoblastoma

Diterbitkan: 19 Oct 2020 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Retinoblastoma
Warna putih di tengah pupil menjadi salah satu gejala kanker mata.
Retinoblastoma adalah kanker mata yang menyerang retina. Retina merupakan jaringan saraf di belakang mata dan berfungsi menerima dan mengubah cahaya menjadi sinyal, lalu diterjemahkan otak sebagai yang dilihat mata.Retinoblastoma terjadi ketika sel-sel saraf di retina berubah atau tumbuh dalam ukuran dan jumlah yang tidak sesuai hingga akhirnya membentuk tumor. Sel kanker pada retina tersebut biasanya berada di sekitar mata, tetapi dapat juga menyebar ke bagian tubuh lain, termasuk otak dan tulang belakang.Meskipun retinoblastoma dapat terjadi pada semua usia, tapi biasanya anak-anak di bawah 2 tahun lah yang mengalaminya 
Retinoblastoma
Dokter spesialis Mata, Onkologi
GejalaPupil berwarna putih, mata merah, mata bengkak
Faktor risikoGenetik, usia, gaya hidup orangtua
Metode diagnosisUSG, CT scan, MRI
PengobatanKemoterapi, terapi laser, operasi
ObatObat-obatan kemoterapi
KomplikasiKanker yang kembali terjadi, kanker lain
Kapan harus ke dokter?Jika merasakan gejala
Gejala kanker mata atau retinoblastoma antara lain:
  • Warna putih di tengah lingkaran mata (pupil), yang ketika cahaya bersinar tepat pada mata, terlihat seperti ketika sedang difoto menggunakan flash
  • Mata tampak melihat ke arah yang berbeda dari mata lainnya
  • Mata merah
  • Mata membengkak
  • Nyeri mata
 
Retinoblastoma terjadi ketika sel-sel saraf di retina mengalami mutasi (perubahan) genetik. Pada masa pertumbuhan bayi, sel retina mata bertumbuh dengan cepat sebelum akhirnya pertumbuhan selesai dan berhenti.Mutasi genetik bisa menyebabkan sel-sel terus bertumbuh dan berkembang biak. Massa yang berakumulasi ini akan membentuk kanker. Sel retinoblastoma dapat menyerang lebih jauh ke dalam mata dan struktur di dekatnya. Retinoblastoma juga dapat menyebar (bermetastasis) ke area lain di tubuh, termasuk otak dan tulang belakang.Penyebab mutasi gen tersebut umumnya tidak diketahui. Namun, ada kemungkinan mutasi tersebut diturunkan dari orang tua ke anak. Jika ada salah satu orangtua yang mempunyai mutase gen, maka anak mempunyai 50% kemungkinan mendapat gen tersebut.Meskipun dalam kasus demikian terjadi peningkatan risiko, bukan berarti anak tersebut pasti akan menderita retinoblastoma. 

Faktor risiko

Selain faktor genetik, beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko terjadinya retinoblastoma adalah:
  • Usia

  • Sebagian besar anak yang didiagnosis retinoblastoma berusia di bawah 3 tahun. Kebanyakan retinoblastoma kongenital (yang diwariskan) terjadi pada setahun pertama setelah bayi dilahirkan. Sementara itu, retinoblastoma yang tidak dapat diturunkan cenderung didiagnosis pada anak usia 1-2 tahun. Retinoblastoma jarang terjadi pada anak yang sudah melewati usia 5 tahun.
  • Kondisi orangtua
  • Beberapa penelitian menunjukkan beberapa faktor dari orangtua yang mungkin terkait dengan peningkatan risiko retinoblastoma, seperti:
    • Diet rendah buah dan sayuran selama kehamilan ibu
    • Paparan bahan kimia seperti asap knalpot selama kehamilan
    • Ayah yang terpapar radiasi selama program hamil
 
Untuk mendiagnosis kanker ini, dokter mata melihat secara dekat bagian dalam mata dengan cahaya yang kuat dan lensa pembesar. Jika terlihat ada kanker, langkah selanjutnya adalah mencari tahu ukuran dan potensi penyebaran kanker.Penderita mungkin akan menjalani salah satu dari pemeriksaan ini:
  • Ultrasonografi/USG: pemeriksaan dengan gelombang suara untuk memeriksa kondisi bola mata
  • Tes Magnetic Resonance Imaging/MRI: pemeriksaan dengan magnet yang kuat dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar mata secara terperinci.
  • CT scan: pemeriksaan dengan sinar-X dari berbagai sudut yang kemudian disatukan untuk menampilkan lebih banyak informasi.

Tahapan penyebaran retinoblastoma

Melalui serangkaian diagnosis di atas, retinoblastoma dapat diketahui tingkat keparahannya berdasarkan pembagian tahapannya, antara lain:
  • Retinoblastoma intraocular

  • Pada tahap awal, retinoblastoma ditemukan pada satu atau kedua mata dan belum menyebar ke jaringan di luar mata.
  • Retinoblastoma ekstraokular

  • Jenis kanker ini telah menyebar ke luar mata atau ke bagian tubuh lainnya.
  • Retinoblastoma berulang

  • Jenis retinoblastoma ini terjadi setelah pasien menjalani perawatan. Kanker kembali muncul atau telah menyebar di mata ataupun ke bagian tubuh lain.
 
Perawatan terbaik untuk retinoblastoma bergantung pada ukuran, lokasi, area penyebaran tumor juga kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.Tujuan pengobatan retinoblastoma adalah menghilangkan sel kanker dan memperbaiki dan menjaga penglihatan pasien, jika memungkinkan.Pengobatan retinoblastoma terdiri dari tindakan medis berikut ini.
  • Kemoterapi

    Kemoterapi dapat diberikan sebagai obat minum atau disuntikkan melalui pembuluh darah. Obat ini akan dialirkan ke seluruh tubuh untuk membunuh sel kanker. Jenis kemoterapi baru, yaitu kemoterapi intra-arteri, memungkinkan obat mengarah langsung ke tumor melalui tabung kecil (kateter) yang dipasang di arteri mata.Pada anak-anak dengan retinoblastoma, kemoterapi dapat membantu mengurangi ukuran tumor. Untuk mengobati sel kanker yang tersisa, dokter biasanya mengombinasikan kemoterapi dengan pengobatan lain, seperti terapi radiasi, cryotherapy, atau terapi laser. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan pasien dioperasi.Jenis kemoterapi intravitreal digunakan untuk mengobati retinoblastoma yang telah menyebar ke dalam mata. Pada jenis kemoterapi ini, obat disuntikkan langsung ke mata. Kemoterapi intravitreal digunakan ketika kanker tidak bisa diobati dengan pengobatan lain.Kemoterapi juga dapat digunakan untuk mengobati retinoblastoma yang telah menyebar ke jaringan di luar bola mata atau area tubuh lainnya.
  • Terapi radiasi

  • Terapi radiasi dilakukan untuk membunuh sel kanker dengan menggunakan sinar berenergi tinggi, seperti sinar-X dan proton. Dua jenis terapi radiasi yang digunakan untuk mengobati retinoblastoma meliputi radiasi internal dan radiasi sinar eksternal.
    • Radiasi internal (brachytherapy)
      Brachytherapy memungkinkan dokter untuk memberikan radiasi dosis tinggi ke area tubuh yang lebih spesifik, yaitu di dalam mata.Prosedur ini dilakukan dengan menempatkan suatu perangkat berupa piringan kecil yang terbuat dari bahan radioaktif di lokasi tumor. Selama beberapa hari, perangkat tersebut dibiarkan berada dalam tubuh sembari perlahan-lahan mengeluarkan radiasi yang akan membunuh sel kanker.
    • Radiasi sinar eksternal

      Radiasi sinar eksternal dilakukan dengan mengirimkan sinar berkekuatan tinggi ke area tumor. Berbeda dari brachytherapy yang ditanam di dalam tubuh, radiasi sinar eksternal berasal dari mesin di luar tubuh.Radiasi sinar eksternal dapat menyebabkan efek samping ketika pancaran radiasi ikut mengenai area halus di sekitar mata, seperti otak. Oleh karena itu, perawatan dengan radiasi sinar eksternal biasanya dilakukan hanya pada pasien dengan retinoblastoma parah atau yang tidak dapat diatasi dengan pengobatan lainnya.
  • Terapi laser (fotokoagulasi laser)

    Pada terapi ini, laser digunakan untuk menghancurkan pembuluh darah yang memasok oksigen dan nutrisi untuk tumor. Tanpa sumber tersebut, sel kanker akan mati.
  • Cryotherapy

    Cryotherapy adalah perawatan dengan menggunakan suhu dingin yang ekstrem untuk membunuh sel kanker. Zat yang digunakan, misalnya nitrogen, cair akan ditempatkan di dalam atau dekat sel kanker.
  • Operasi

  • Jika tumor terlalu besar untuk diobati dengan metode yang telah disebutkan sebelumnya, dokter akan menyarankan pembedahan. Dalam situasi ini, operasi pengangkatan mata dapat membantu mencegah penyebaran kanker ke bagian tubuh lainnya.Pembedahan untuk retinoblastoma meliputi:
    • Operasi pengangkatan mata (enukleasi)
      Operasi ini dilakukan dengan melepaskan otot dan jaringan di sekitar mata untuk mengangkat bola mata. Sebagian saraf optik, yang membentang dari bagian belakang mata ke otak, juga ikut diangkat.
    • Operasi untuk memasang implan mata
      Segera setelah bola mata diangkat, dokter bedah akan menempatkan implan berupa bola mata khusus yang terbuat dari plastik atau bahan lainnya ke dalam rongga mata. Otot-otot yang mengontrol gerakan mata sudah dilekatkan pada implan.
    • Operasi pemasangan mata buatan
      Beberapa minggu setelah operasi, mata buatan yang telah dibuat khusus dapat dipasang di atas implan mata. Mata buatan ini akan ditempatkan di belakang kelopak mata dan menjepit implan mata. Setelah pasien pulih dari operasi, otot mata akan beradaptasi dengan bola mata yang ditanam. Bola mata tersebut dapat bergerak seperti halnya mata alami. Namun, tidak dapat digunakan untuk melihat.
Baca jawaban dokter: Makanan untuk Kesehatan Mata Jangka Panjang 

Komplikasi

Tanpa perawatan yang tepat, retinoblastoma dapat menimbulkan komplikasi berupa:
  • Kambuhnya retinoblastoma

  • Seteleah menjalani perawatan retinoblastoma, masih ada kemungkinan kondisi ini terjadi kembali. Oleh karena itu, dokter akan menjadwalkan pemeriksaan rutin setiap beberapa bulan sekali setelah pengobatan selesai dilakukan.
  • Kemunculan kanker lain

  • Anak-anak dengan retinoblastoma yang diwariskan memiliki peningkatan risiko terkena jenis kanker lain di bagian tubuh berbeda. Oleh karena itu, anak-anak dengan retinoblastoma akibat faktor keturunan disarankan untuk menjalani pemeriksaan rutin terkait kanker lainnya.
 
Biasanya, sulit bagi dokter untuk mengetahui penyebab retinoblastoma. Sehingga, tidak ada cara khusus yang dapat mencegah penyakit tersebut. Bagi retinoblastoma yang diwariskan dari keluarga, mencegah penyakit tersebut pun susah dilakukan.Namun, pengujian genetik memungkinkan keluarga untuk mengetahui anak-anak yang memiliki risiko terkena retinoblastoma, sehingga tes mata dapat dimulai pada usia dini.Dengan cara itu, retinoblastoma dapat didiagnosis sangat awal ketika kanker masih kecil dan fungsi penglihatan dapat dijaga.Baca juga: 4 Vitamin Mata yang Berguna untuk Menjaga Kesehatan Mata Anda 
Temuilah dokter mata jika melihat gejala-gejala retinoblastoma atau tanda-tanda lain yang mulai mengkhawatirkan. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait retinoblastoma?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis retinoblastoma agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/retinoblastoma/symptoms-causes/syc-20351008
Diakses pada 18 Oktober 2018
Web MD. https://www.webmd.com/cancer/what-is-retinoblastoma#1
Diakses pada 18 Oktober 2018
My Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10706-retinoblastoma
Diakses pada 24 September 2020
Cancer. https://www.cancer.gov/types/retinoblastoma/patient/retinoblastoma-treatment-pdq
Diakses pada 24 September 2020
AAO. https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-retinoblastoma
Diakses pada 24 September 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email