Penyakit Lainnya

Retrograde Ejaculation

Diterbitkan: 17 Nov 2020 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Retrograde Ejaculation
Retrograde ejaculation juga disebut sebagai orgasme kering
Retrograde ejaculation adalah kondisi yang terjadi ketika air mani tidak keluar melalui penis saat orgasme, melainkan masuk ke kandung kemih. Jadi, meskipun tetap mencapai klimaks seksual, hanya sedikit atau bahkan tidak ada air mani yang dikeluarkan saat ejakulasi berlangsung.Retrograde ejaculation disebut juga dengan istilah orgasme kering. Kondisi ini tidak berbahaya dan tanpa rasa nyeri. Oleh karena itu, banyak pria dengan kondisi ejakulasi retrogade yang mungkin saja tidak menyadarinya.

Akan tetapi, kurangnya air mani yang dikeluarkan akibat kondisi ini dapat berdampak pada masalah kesuburan penderitanya. Contohnya, kesulitan untuk menghamili pasangan. Kendati demikian, terapi kesuburan dapat dijalani untuk mengatasi kondisi tersebut.
   
Retrograde Ejaculation
Dokter spesialis Umum, Urologi
GejalaSedikit atau tidak ada air mani yang keluar ketika ejakulasi, air kemih keruh setelah orgasme, sulit membuat pasangan hamil
Faktor risikoPembedahan prostat dan kandung kemih, kerusakan saraf, konsumsi obat-obatan seperti antidepresan atau penurun tekanan darah
Metode diagnosisWawancara, pemeriksaan fisik, tes laboratorium
PengobatanPemberian obat-obatan
ObatImipramine, midodrine, efedrin
KomplikasiInfertilitas
Kapan harus ke dokter?Jika merasakan gejala dan ingin memulai program kehamilan
Gejala retrograde ejaculation umumnya meliputi:
  • Jumlah air mani yang sangat sedikit atau tidak keluar sama sekali ketika mencapai orgasme (orgasme kering). Normalnya, pria dewasa dapat menghasilkan sekitar setengah hingga satu sendok teh air mani (sekitar 1,5-7,6 ml) selama orgasme.
  • Air kemih yang nampak lebih keruh setelah orgasme karena mengandung air mani
  • Masalah kesuburan (infertilitas)
Retrograde ejaculation tidak memengaruhi kemampuan ereksi atau pencapaian orgasme pada pengidapnya. Namun saat klimaks seksual tercapai, air mani yang seharusnya keluar melalui penis akan masuk ke kandung kemih.   
Pada proses ejakulasi yang normal, air mani akan keluar melalui penis dan dicegah masuk ke kandung kemih. Pasalnya, terdapat otot di muara kandung kemih yang akan berkontraksi dan mencegah air mani masuk ke kandung kemih. Otot ini juga merupakan otot yang berfungsi menahan keluarnya air kemih sehingga Anda tidak mengompol.Sementara itu pada retrograde ejaculation, otot tersebut tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, semua air mani dapat naik ke kandung kemih ketika ejakulasi terjadi dan air mani yang harusnya keluar dari penis menjadi sangat sedikit.Ada pun berbagai faktor berikut ini dapat memicu risiko akan refleks kandung kemih yang tidak berfungsi dengan baik, sehingga menyebabkan retrograde ejaculation.

1. Pembedahan

Pembedahan prostat dan kandung kemih merupakan penyebab retrograde ejaculation yang paling sering. Selain itu, pembedahan pada penderita kanker testis, kanker kolon, dan kanker rektum, serta operasi tulang belakang bagian bawah juga bisa memicu kondisi ini.

2. Kerusakan saraf

Apabila Anda mengalami kerusakan saraf akibat penyakit lain, retrograde ejaculation juga bisa terjadi sebagai komplikasinya. Contohnya diabetes, multiple sclerosis, penyakit Parkinson, atau cedera saraf tulang belakang.

3. Efek samping obat-obatan tertentu

Terdapat beberapa jenis obat yang bisa memicu ejakulasi retrogade, seperti obat penurun tekanan darah tinggi, obat pembesaran prostat, dan obat untuk mengatasi depresi.Baca juga: Mengenal Penyebab Ejakulasi Dini, Gejala, dan Cara Mengobatinya  
Dalam memastikan diagnosis retrogade ejaculation, dokter akan melakukan tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Berikut ini penjelasannya.

1. Tanya jawab

Dokter akan menanyakan seputar gejala yang Anda alami. Demikian pula dengan gangguan medis lain, pembedahan, riwayat penyakit kanker, serta obat-obatan yang pernah atau sedang Anda konsumsi.

2. Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik yang dilakukan bisa meliputi pemeriksaan pada penis, testis, dan rektum.

3. Pemeriksaan penunjang

Dokter bisa menyarankan serangkaian pemeriksaan laboratorium berupa evaluasi air kemih untuk memeriksa kandungan air mani dalam jumlah besar pada air kemih setelah orgasme.Baca juga: Seberapa Sering Frekuensi Ejakulasi yang Ideal?  
Sebagian besar pria dengan retrograde ejaculation tidak memerlukan pengobatan khusus. Penanganan medis hanya dilakukan apabila kondisi ini menimbulkan masalah kesuburan dan pasien ingin melakukan program hamil bersama pasangannya.Pada kasus tersebut, pengobatan yang diberikan bergantung pada penyebab retrograde ejaculation, berupa:

1. Pengobatan gangguan saraf

Dokter akan memberikan pengobatan gangguan saraf yang mungkin diakibatkan oleh diabetes, multiple sclerosis, pembedahan tertentu, atau penyebab lainnya.

2. Penyesuaian obat-obatan tertentu

Obat-obatan seperti obat penurun darah, antidepresan atau obat pembengakakn prostat dapat menjadi penyebab dari retrograde ejaculation. Dokter akan menyarankan penghentian konsumsi obat tersebut selama beberapa waktu dan menggantinya dengan obat lain yang tidak memengaruhi ejakulasi.

3. Pemakaian obat-obatan

Dokter juga dapat meresepkan obat-obatan untuk mengobati ejakulasi retrograde, seperti:
  • Imipramine
  • Midodrine
  • Chlorpheniramine
  • Brompheniramine
  • Efedrin
  • Pseudoefedrin
  • Fenilefrin
Obat-obatan tersebut dapat menjaga otot leher kandung kemih tetap tertutup selama ejakulasi terjadi. Namu, meski dianggap efektif untuk retrograde ejaculation, obat-obatan ini dapat menyebabkan efek samping yang berhubungan dengan tekanan darah dan detak jantung. Oleh karena itu, berkonsultasilah dengan dokter kembali jika mengalami efek samping tersebut.Perlu diingat, ejakulasi retrograde akibat operasi bisa menyebabkan perubahan fisik permanen pada tubuh. Contohnya, operasi leher kandung kemih atau operasi jaringan prostat, berbagai pengobatan di atas tidak dapat mengatasinya.


Persiapan program kehamilan

Untuk menghasilkan kehamilan, dibutuhkan air mani dengan volume yang cukup. Jadi, jika penanganan terkait obat-obatan tidak juga membuat pasien mengeluarkan cukup air mani, dokter akan menyarankan prosedur yang dikenal sebagai teknologi reproduksi berbantu.Melalui prosedur tersebut, kehamilan dapat dihasilkan dengan menyatukan sel telur dan sperma di laboratorium. Dengan prosedur ini, gangguan kesuburan diharapkan bisa teratasi dan kehamilan dapat diraih.Baca juga: Dapatkan Momongan dengan Bayi Tabung, Bagaimana Prosesnya? 

Komplikasi

Komplikasi utama dari kondisi ini adalah kesulitan untuk mencapai kehamilan bagi yang menginginkannya. Dampak lainnya adalah terganggunya kenikmatan seksual karena kurangnya cairan ejakulasi yang dihasilkan.Baca jawaban dokter: Apakah orgasme memengaruhi kehamilan?    
Beberapa upaya dapat dilakukan untuk mencegah retrograde ejaculation, dengan cara berikut ini.
  • Apabila Anda mengonsumsi obat-obatan tertentu atau memiliki masalah kesehatan yang meningkatkan risiko ejakulasi retrogade, tanyakan pada dokter mengenai upaya untuk menurunkan risiko tersebut.
  • Jika Anda hendak menjalani operasi yang mungkin memengaruhi kondisi otot kandung kemih, diskusikan dengan dokter mengenai risiko terjadinya retrograde ejaculation.
  • Bagi Anda yang berencana untuk mempunyai anak di masa depan, diskusikan tentang pilihan yang tersedia, seperti mengawetkan air mani terlebih dahulu sebelum menjalani operasi.
    
Bila Anda mengalami gejala retrograde ejaculation seperti orgasme kering, berkonsultasilah dengan dokter. Pasalnya, kondisi ini dapat disebabkan oleh masalah lain yang membutuhkan perhatian medis.Apabila Anda dan pasangan telah berhubungan intim secara rutin tanpa pengaman selama satu tahun atau lebih dan kehamilan belum juga terjadi, konsutasikan juga dengan dokter mengenai kondisi tersebut. Retrograde ejaculation mungkin saja menjadi penyebab dari infertilitas yang Anda alami.      
Sebelum menjalani pemeriksaan oleh dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat operasi yang pernah Anda jalani.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah pasangan untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Pasangan Anda bisa membantu mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
    
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini.
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Sejak kapan gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda memiliki kondisi medis tertentu, seperti diabetes?
  • Apakah Anda pernah menjalani operasi tertentu?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
  • Apakah Anda dan pasangan ingin memiliki anak? Jika iya, sudah berapa lama Anda dan pasangan berusaha untuk memiliki keturunan?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis retrograde ejaculation. Dengan ini, pengobatan bisa diberikan secara tepat. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/retrograde-ejaculation/symptoms-causes/syc-20354890
Diakses pada 23 Desember 2019
HealthLine. https://www.healthline.com/health/mens-health/retrograde-ejaculation
Diakses pada 23 Desember 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320332.php
Diakses pada 23 Desember 2019
Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/retrograde-ejaculation-a-to-z
Diakses pada 3 November 2020
NCHMD. https://www.nchmd.org/education/mayo-health-library/details/CON-20212517#
Diakses pada 3 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email