Infeksi

Rosacea

29 Sep 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Rosacea
Wajah kemerahan karena tipisnya pembuluh darah adalah ciri rosacea
Rosacea adalah kondisi kulit menahun berupa kemerahan atau pembuluh darah tipis yang nampak pada wajah disertai benjolan kecil seperti jerawat. Penyakit ini memengaruhi penampilan fisik dan dapat memiliki dampak psikologis, tetapi bisa dikontrol dengan pengobatan jangka panjang.Terkadang, banyak orang yang mengira bahwa penyakit ini adalah jerawat biasa. Selain itu, banyak juga yang menganggap kondisi ini hanyalah kemerahan alami atau masalah kulit sepele lainnya.Untuk mengatasi kondisi ini, pengobatan yang dilakukan hanya berfokus pada mengelola gejalanya saja. Sementara untuk menghilangkan penyakitnya hingga kini belum ada obatnya. 
Rosacea
Dokter spesialis Kulit
GejalaWajah kemerahan, benjolan kecil di kulit, rasa terbakar
Faktor risikoWanita, kulit berwarna terang yang sering terpapar matahari, usia lebih dari 30 tahun
Metode diagnosisWawancara, pemeriksaan fisik
PengobatanMenghindari pemicu, krim, gel
KomplikasiRhinophyma
Kapan harus ke dokter?Mengalami kemerahan pada wajah yang persisten
Rosacea adalah kondisi menahun (kronis, di mana ada periode ketika gejala membaik atau memburuk). Gejala rosacea dapat berupa:
  • Wajah tampak kemerahan (flushing), terutama di daerah pusat wajah yang meliputi hidung, pipi, sebagian dahi dan dagu. Kemerahan ini bersifat persisten atau bertahan lama
  • Benjolan kecil kemerahan pada kulit yang menyerupai jerawat, kadang berisi nanah jika terinfeksi
  • Rasa terbakar atau nyeri pada kulit
  • Pembuluh darah kecil pada kulit menjadi terlihat
  • Hidung tampak membesar akibat adanya penebalan kulit di area tersebut
  • Kulit kering, kasar, atau bersisik
  • Iritasi, mata kering, atau membengkak. Kelopak mata dapat terlihat memerah
 
Hingga kini, penyebab rosacea belum diketahui dengan pasti. Namun para pakar menduga bahwa ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kemunculannya, yaitu keturunan dan lingkungan.Faktor-faktor risiko rosacea tersebut meliputi:
  • Riwayat rosacea dalam keluarga
  • Konsumsi makanan pedas atau panas
  • Konsumsi minuman beralkohol
  • Bakteri Helicobacter pylori
  • Tungau kulit dan bakteri Bacillus oleronius
  • Cathelicidin, yakni protein yang melindungi kulit dari infeksi
  • Suhu ekstrem
  • Stres
  • Produk kosmetik tertentu
  • Obat-obatan yang mempunyai efek melebarkan pembuluh darah, seperti obat antihipertensi
  • Wanita
  • Kulit berwarna terang yang sering terpapar matahari
  • Usia lebih dari 30 tahun
  • Merokok
 
Tidak ada pemeriksaan yang spesifik untuk menentukan kondisi ini. Diagnosis rosacea dapat ditegakkan melalui wawancara mengenai gejala dan pemeriksaan fisik kulit. Dalam beberapa kasus, dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain seperti jerawat, psoriasis, eksim, atau lupus.Beberapa penyakit di atas dapat menyebabkan tanda dan gejala yang mirip dengan rosacea. Dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan ke dokter mata, jika terdapat gangguan pada mata. 
Pengobatan bertujuan untuk membantu mengontrol gejala. Pengobatan jangka panjang biasanya dibutuhkan. Tatalaksana untuk rosacea dapat meliputi:
  • Menghindari faktor pemicu, seperti hindari minuman yang mengandung alkohol dan kafein
  • Krim dan gel, obat kulit untuk mengurangi bintik dan kemerahan
  • Antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri, jika diperlukan
 

Komplikasi rosacea

Meski jarang terjadi, komplikasi rosacea bisa saja muncul khususnya pada kasus yang berat. Komplikasi ini dapat berupa membesarnya kelenjar minyak di kulit pada hidung dan pipi.Pembesaran kelenjar minyak tersebut akan menghasilkan penebalan di sekitar hidung yang disebut rhinophyma. Komplikasi ini lebih umum terjadi pada laki-laki dan muncul perlahan lebih dari setahun. 
Karena penyebabnya belum diketahui, cara mencegah rosacea juga tidak tersedia. Namun Anda bisa menurunkan risiko kemunculannya dengan menghindari faktor risikonya. Contohnya, menjauhi paparan sinar matahari, tidak merokok, lebih waspada saat memilih produk keosmetik, serta lebih hati-hati saat minum obat. 
Jika mengalami kemerahan pada wajah yang persisten, temui dokter atau spesialis kulit untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang layak. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait rosacea?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis rosacea agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/skin/rosacea#outlook
Diakses pada 29 September 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rosacea/diagnosis-treatment/drc-20353820
Diakses pada 29 September 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/rosacea
Diakses pada 29 September 2021
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/understanding-rosacea-treatment
Diakses pada 29 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email