Gigi & Mulut

Sakit Gigi

Diterbitkan: 27 Jan 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Sakit Gigi
Sakit gigi terjadi karena adanya peradangan pada bagian tengah gigi.
Sakit gigi adalah kondisi medis yang ditandai oleh rasa nyeri pada atau di sekitar gigi. Sakit gigi ringan dapat disebabkan oleh iritasi gusi sementara yang dapat diobati sendiri di rumah.Sementara sakit gigi yang lebih berat dapat disebabkan oleh masalah gigi dan mulut yang tidak membaik dengan sendirinya dan memerlukan penanganan oleh dokter gigi.Sakit gigi dapat disebabkan oleh masalah pada saraf di akar gigi atau kondisi iritasi di sekitar gigi. Infeksi gigi, pembusukan, cedera, atau gigi yang lepas adalah penyebab paling umum dari nyeri gigi. Nyeri terkadang berasal dari daerah lain yang menyebar ke rahang, sehingga muncul rasa sakit pada gigi.Bakteri yang tumbuh di dalam mulut juga dapat menyebabkan penyakit gusi dan gigi berlubang. Sakit gigi dapat dicegah dengan menggunakan dental floss saat membersihkan gigi, menyikat gigi dengan pasta gigi dengan fluoride, dan membersihkan gigi ke dokter gigi dua kali setahun. 
Sakit Gigi
Dokter spesialis Gigi
GejalaNyeri pada gigi, baik yang terasa menusuk, atau berdenyut, sakit saat menggigit dan mengunyah, gigi lebih sensitif
Faktor risikoKebersihan gigi dan mulut yang buruk, diabetes, merokok
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik, X-ray
PengobatanTambal gigi, cabut gigi, perawatan akar gigi, obat-obatan
ObatAntibiotik, obat pereda nyeri
KomplikasiAbses gigi, infeksi gusi, malnutrisi
Kapan harus ke dokter?Sakit gigi lebih dari 2 hari, tidak membaik dengan obat pereda nyeri, disertai bengkak pada pipi atau rahang
Gejala sakit gigi adalah nyeri pada gigi yang dapat terasa tajam, menusuk, atau terus menerus. Pada beberapa orang, nyeri muncul ketika diberikan tekanan pada area gigi. Tanda dan gejala yang dapat mengindikasikan adanya masalah pada gigi antara lain:
  • Nyeri saat menggigit atau mengunyah
  • Gigi lebih sensitif terhadap perubahan suhu panas atau dingin
  • Pipi atau gusi yang bengkak di sekitar gigi
  • Keluarnya nanah atau pendarahan dari gusi
  • Nyeri menusuk terus menerus pada gigi
Sakit gigi biasanya diikuti oleh nyeri rahang. Rasa sakit dapat bertahan selama lebih dari 15 detik setelah stimulus (rangsangan panas atau dingin) dihilangkan. Ketika area peradangan meningkat, rasa sakit akan menjadi lebih parah, dan menyebar ke pipi, telinga, atau rahang.Sakit gigi juga dapat berupa nyeri yang tajam atau tumpul yang muncul mendadak atau dengan rangsang tertentu, seperti panas atau dingin.Selain itu, sakit gigi juga dapat disertai oleh gejala lain seperti:
  • Sakit kepala
  • Sakit leher
  • Sakit telinga
  • Demam
  • Rasa pahit atau mulut berbau
 
Sakit gigi terjadi karena adanya peradangan pada bagian tengah gigi yang disebut pulpa. Pulpa berisi ujung saraf yang sangat sensitif terhadap rasa sakit. Beberapa hal yang dapat menjadi penyebab sakit gigi antara lain:
  • Gigi berubang
  • Abses gigi
  • Gigi retak atau rusak
  • Tambalan gigi yang rusak atau gigi goyang
  • Infeksi, yang biasanya disebabkan oleh tumbuhnya geraham bungsu
  • Masalah pada kawat gigi
  • Penumpukan makanan atau zat sisa di antara gigi, terutama bila gigi memiliki ruang di antaranya
  • Peradangan atau infeksi pada akar gigi atau gusi
  • Cedera pada gigi
  • Gigi atau akar gigi yang patah
  • Infeksi sinus yang dapat dirasakan sebagai nyeri pada gigi
 

Faktor risiko sakit gigi

Faktor risiko sakit gigi yang utama adalah kebersihan gigi dan mulut yang buruk. Pasien yang tidak menggosok gigi secara rutin, tidak menggunakan floss, dan tidak melakukan pemeriksaan gigi rutin ke dokter gigi lebih rentan mengalami sakit gigi. Selain itu, faktor risiko sakit gigi lainnya meliputi:
  • Diabetes
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah karena penggunaan obat-obatan tertentu (seperti kemoterapi untuk terapi kanker) atau penyakit tertentu (seperti HIV/AIDS)
  • Merokok
  • Xerostomia atau mulut kering
  • Gangguan makan
  • Berusia terlalu muda atau terlalu tua
 
Untuk menentukan diagnosis sakit gigi, dokter gigi akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti:
  • Tanya jawab

Dokter gigi akan melakukan tanya jawab terkait kondisi medis pasien. Dokter gigi akan menanyakan di mana lokasi nyeri, sejak kapan nyeri terjadi, seberapa parah nyeri yang dirasakan, juga apa yang memperparah dan meringankan nyeri.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter gigi juga akan melakukan pemeriksaan fisik pada pasien. Dokter akan memeriksa mulut, gigi, gusi, rahang, lidah, sinus, tenggorokan, mata, hidung, dan leher pasien.
  • X-ray

Bila diperlukan, dokter juga akan melakukan pemeriksaan X-ray pada mulut untuk mencari tahu penyebab sakit gigi yang dialami pasien. 
Cara mengobati sakit gigi yang bisa dilakukan meliputi:

Upaya pengobatan di rumah

Beberapa upaya pengobatan di rumah yang dapat dilakukan sebelum pergi ke dokter gigi antara lain:
  • Berkumur dengan air hangat yang mengandung garam.
  • Menggunakan dental floss untuk mengeluarkan partikel makanan atau plak di antara gigi
  • Mengonsumsi obat antinyeri yang dijual bebas seperti ibuprofen atau parasetamol untuk meredakan nyeri.
  • Menggunakan gel pereda nyeri pada mulut.
  • Bila sakit gigi disebabkan oleh cedera pada area gigi, gunakan kompres dingin pada pipi.
  • Makan makanan yang lembut, seperti telur orak-arik atau yogurt.
  • Hindari mengunyah dengan gigi yang sakit.

Upaya pengobatan oleh dokter gigi

Pengobatan oleh dokter gigi tergantung pada penyebab sakit gigi. Berikut penjelasannya:
  • Penambalan atau pencabutan gigi berlubang

Bila sakit gigi disebabkan oleh gigi berlubang, dokter akan melakukan penambalan gigi atau mencabut gigi yang berlubang jika diperlukan.
  • Perawatan akar gigi (root canal)

Perawatan akar gigi bertujuan mengangkat dan mengganti area pulpa gigi yang terinfeksi. Prosedur ini mungkin diperlukan bila penyebab sakit gigi adalah infeksi dari saraf gigi. Bakteri yang masuk ke dalam rongga akar gigi dapat menyebabkan infeksi.
  • Obat antibiotik

Antibiotik diresepkan bila terjadi demam dan bengkak pada rahang.
  • Pembersihan karang gigi

Sisa makanan dapat terjebak di bawah gusi dan menyebabkan infeksi. Pada kondisi ini, pembersihan gigi akan dilakukan dan disertai dengan perawatan gusi bila diperlukan. 

Komplikasi sakit gigi

Komplikasi sakit gigi tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Misalnya, sakit gigi yang disebabkan oleh gigi keropos dapat menyebabkan abses gigi, infeksi gusi bahkan infeksi otak, dan gigi berlubang.Pada kasus sakit gigi yang parah, pasien akan sulit untuk makan. Hal ini bisa menyebabkan malnutrisi dan penurunan berat badan. 
Cara mencegah sakit gigi adalah dengan menjaga gigi dan gusi tetap sehat, dengan cara:
  • Melakukan pemeriksaan gigi secara rutin
  • Mengurangi makanan dan minuman bergula
  • Menggosok gigi dua kali sehari selama dua menit menggunakan pasta gigi dengan fluoride
  • Menggunakan benang gigi setiap hari
 
Temui dokter gigi jika Anda mengalami sakit gigi dengan kondisi ini:
  • Berlangsung lebih dari dua hari
  • Tidak hilang setelah meminum obat penghilang rasa sakit
  • Disertai suhu tubuh tinggi, rasa sakit ketika menggigit, gusi merah, atau rasa tidak enak di mulut Anda
  • Menyebabkan pipi dan rahang bengkak
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait sakit gigi?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis sakit gigi. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/toothache/
Diakses pada 16 Oktober 2018
WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/toothache#1
Diakses pada 16 Oktober 2018
WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/toothache-treatment
Diakses pada 16 Oktober 2018
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10957-toothache
Diakses pada 27 Januari 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-toothache/basics/art-20056628
Diakses pada 27 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email