Kepala

Sakit Kepala Tegang

Diterbitkan: 15 Nov 2020 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Sakit Kepala Tegang
Tegang otot pada leher menjadi pertanda sakit kepala tegang.
Sakit kepala tegang adalah jenis sakit kepala biasa, sehingga kondisi ini paling umum terjadi. Gejalanya bisa berupa sensasi kepala seperti diikat kencang atau diremas, rasa tegang pada otot leher, dan tekanan di belakang mata.Gejala pada tension headache atau sakit kepala tegang biasanya tidak terlalu mengganggu. Namun durasinya bisa bervariasi, antara 30 menit, beberapa jam, hingga beberapa hari. 
Sakit Kepala Tegang
Dokter spesialis Penyakit Dalam, Saraf
GejalaSakit kepala, sensasi tertekan, rasa kaku  
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, MRI, CT-SCAN
PengobatanPerubahan gaya hidup, obat
Obatparasetamol, aspirinibuprofen
Gejala sakit kepala tegang di antaranya adalah:
  • Sakit kepala dengan nyeri yang dirasa tumpul (tidak berdenyut)
  • Sensasi tertekan pada dahi atau sisi belakang kepala
  • Rasa kaku pada kepala, leher, dan bahu
 
Belum ada penyebab pasti dari sakit kepala tegang. Namun, ada beberapa faktor yang dapat menjadi pemicu, di antaranya adalah:
  • Stres
  • Postur tubuh yang kurang baik
  • Kelelahan
  • Dehidrasi
  • Makan tidak teratur
  • Kurangnya aktivitas fisik
  • Sinar matahari yang menyilaukan
  • Kebisingan
  • Bau tertentu
 
Dokter dapat menentukan tipe sakit kepala berdasarkan karakter nyeri kepala yang dialami. Jika Anda mengalami sakit kepala kronis (muncul selama 15 hari dalam sebulan, dalam periode setidaknya 3 bulan terakhir) dan berulang-ulang, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan neurologis.Dokter juga bisa melakukan pemeriksaan radiologi, seperti MRI dan CT scan untuk mendapatkan gambaran otak yang komprehensif dan menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit lain. 
Sakit kepala tegang biasa umumnya tidak mengancam jiwa, dan dapat diatasi dengan penghilang rasa sakit atau perubahan gaya hidup.
  • Perubahan gaya hidup:
    Teknik relaksasi dapat membantu mengatasi sakit kepala yang disebabkan oleh stres. Pengobatan ini termasuk yoga, pijat, olahraga, dan mengompres dahi serta bagian belakang leher.
  • Obat penghilang rasa sakit:
    Obat penghilang rasa sakit seperti parasetamol, aspirin atau ibuprofen dapat digunakan untuk membantu menghilangkan rasa sakit.
 
Pencegahan yang dapat dilakukan adalah:
  • Membuat catatan harian untuk mempermudah proses identifikasi faktor pemicu sakit kepala. Dengan mengenali dan menghindari faktor pemicu tersebut, Anda dapat mencegah sakit kepala.
  • Perubahan pola hidup, seperti menjalani pola makan sehat dan berhenti merokok.
  • Olahraga teratur dan relaksasi seperti yoga atau dengan bantuan akupuntur, bisa membantu meredakan sakit kepala tegang akibat stres.
  • Mempertahankan postur yang baik dan minum air putih.
 
Jika Anda sering mengalami sakit kepala tegang, hingga mengganggu aktivitas dan tidak hilang meski sudah mengonsumsi obat, segera temui dokter. Terkadang sakit kepala menandakan adanya kondisi kesehatan yang serius. Anda juga sebaiknya memeriksakan diri, jika menyadari adanya perubahan pola sakit kepala. Misalnya terasa lebih berat atau lebih sering.Segera cari bantuan darurat jika Anda mengalami:
  • Sakit kepala tiba-tiba
  • Sakit kepala disertai demam, leher kaku, kebingungan, kejang, penglihatan ganda, lemah bahkan lumpuh, mati rasa atau kesulitan berbicara
  • Sakit kepala setelah cedera, terutama jika sakit kepala semakin memburuk
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait sakit kepala tegang?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis sakit kepala tegang agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tension-headache/symptoms-causes/syc-20353977
diakses pada 1 November 2018.
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/tension-headaches/
diakses pada 1 November 2018.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email