Perut

Sakit Perut

Diterbitkan: 13 Mar 2019 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Sakit Perut
Sakit pada bagian perut dapat menjadi pertanda adanya penyakit atau gangguan pada organ tubuh lain
Sakit perut adalah munculnya rasa nyeri pada perut, yakni bagian tubuh yang berada di antara tulang iga paling bawah dan panggul. Nyeri perut dapat terasa dalam berbagai sensasi. Contohnya, seperti ditusuk-tusuk, panas seperti terbakar, kembung, begah, dan mulas.Namun tingkat keparahan rasa sakit belum tentu menandakan seberapa berat penyakit yang dialami oleh penderita.Radang atau penyakit yang berdampak pada organ dalam rongga perut bisa menyebabkan sakit pada perut. Misalnya, usus kecil dan usus besar, ginjal, apendiks atau usus buntu, limpa, lambung, kandung empedu, hati, pankreas, prostat, rahim, indung telur, serta kandung kemih. 
Sakit Perut
Dokter spesialis Penyakit Dalam, Bedah
GejalaSakit di seluruh perut atau bagian tertentu, kram perut
Faktor risikoPola makan yang buruk, jadwal makan tidak teratur, penyakit sistemik
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, pemeriksaan pencitraan, endoskopi
PengobatanPenanganan mandiri, obat-obatan
ObatSimeticon, antasida, paracetamol
KomplikasiDehidrasi, gangguan nutrisi, defisiensi vitamin
Kapan harus ke dokter?Sakit memberat dengan cepat, ganggguan menelan, penurunan berat badan
Gejala sakit perut dapat berupa:
  • Sakit di seluruh bagian perut
  • Sakit di bagian-bagian tertentu, misalnya perut atas, kiri, kanan, atau bawah
  • Sakit yang menjalar hingga ke selangkangan
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Sakit yang hilang timbul
  • Kram perut
  • Kram menstruasi
  • Kembung
  • Diare atau sembelit
  • Mual
Baca Juga: Perut Sakit Setelah Berhubungan Seks? Ini Penyebabnya 
Penyebab sakit perut bisa bermacam-macam dan terbagi atas tingkat keseriusannya. Kuncinya adalah mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mendapatkan penanganan medis dengan segera. 

Penyebab sakit perut yang umum

  • Sembelit (konstipasi) akibat kurangnya asupan serat
  • Keracunan makanan
  • Alergi makanan atau intoleransi seperti intoleransi laktosa
  • Flu perut
  • Diare
  • Kram perut

Penyebab sakit perut lainnya

 

Penyebab sakit perut berdasarkan lokasi nyeri

Lokasi nyeri perut juga dapat menjadi petunjuk bagi dokter untuk menentukan kondisi yang mendasarinya. Apa sajakah itu?

Sakit di seluruh perut dengan lokasi yang tidak spesifik

  • Radang usus buntu
  • Penyakit Crohn
  • Cedera pada perut
  • Irritable bowel syndrome
  • Infeksi saluran kencing
  • Influenza

Sakit perut di bagian bawah

  • Radang usus buntu
  • Sumbatan usus

Sakit perut di bagian atas

Sakit perut di bagian tengah

  • Radang usus buntu
  • Gastroenteritis
  • Cedera
  • Uremia (penumpukan zat sisa urea di dalam darah)

Sakit perut di bagian kiri bawah

  • Penyakit Crohn
  • Kanker
  • Infeksi ginjal
  • Kista ovarium
  • Radang usus buntu

Sakit perut di bagian kiri atas

  • Pembesaran limpa
  • Mengerasnya feses yang tidak bisa keluar
  • Cedera perut
  • Infeksi ginjal
  • Serangan jantung
  • Kanker

Sakit perut di bagian kanan bawah

  • Radang usus buntu
  • Hernia
  • Infeksi ginjal
  • Kanker
  • Influenza

Sakit perut di bagian kanan

  • Hepatitis (radang hati)
  • Cedera perut
  • Pneumonia
  • Radang usus buntu

Sakit perut di bagian bawah pada wanita

  • Kehamilan ektopik
  • Nyeri haid (dysmenorrhea)
  • Kista ovarium
  • Keguguran
  • Mioma uteri
  • Endometriosis
  • Pelvic inflammatory disease (PID)
 

Faktor risiko sakit perut

Faktor risiko dari sakit perut akan tergantung pada penyebabnya. Gangguan pencernaan masih menjadi pemicu yang paling sering.Nyeri perut terkait gangguan pencernaan lebih sering dialami oleh orang dengan pola makan yang buruk dan jadwal makan yang tidak teratur. Faktor psikologis seperti stres juga bisa meningkatkan risiko gangguan ini.Selain itu, adanya penyakit sistemik dapat menjadi faktor risiko sakit perut. Misalnya, penyakit diabetes yang kerap disertai dengan gangguan pencernaan.Penderita gagal jantung dapat pula mengalami gangguan pencernaan ketika gejala sesak napas muncul. 
Diagnosis sakit perut dapat ditentukan dengan cara-cara di bawah ini:
  • Tanya jawab

Dokter akan melakukan tanya jawab terkait gejala yang dialami pasien juga gejala pada area tubuh yang lain.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan menekan dengan lembut pada berbagai area di perut untuk mencari rasa sakit yang disebabkan oleh tekanan atau sentuhan dan pembengkakan.
  • Kolonoskopi

Kolonoskopi dilakukan untuk melihat bagian dalam usus halus dan usus besar.
  • Endoskopi

Endoskopi bertujuan mendeteksi peradangan dan kelainan pada esofagus dan lambung.
  • Pemeriksaan pencitraan

Pemeriksaan pencitraan seperti MRI, CT scan, USG dan foto rontgen pada perut dapat digunakan untuk melihat organ, jaringan dan struktur di dalam perut dengan lebih jelas dan teliti.Pencitraan dapat membantu mendiagnosis tumor, fraktur (patah tulang), organ yang pecah, dan peradangan.
  • Pencitraan dengan zat kontras

Serangkaian pemeriksaan untuk saluran cerna bagian atas dengan zat pewarna kontras juga dapat dianjurkan. Tes ini bertujuan mendeteksi keberadaan tukak, peradangan, sumbatan, pertumbuhan abnormal dan kelainan lainnya di dalam lambung dan bagian atas dari usus kecil.
  • Tes laboratorium

Tes laboratorium seperti tes darah, tes feses atau tes urine digunakan untuk mencari adanya infeksi bakteri, virus atau parasit.
  • Elektrokardiografi (EKG)

Pemeriksaan EKG dilakukan untuk memeriksa kondisi jantung. 
Cara mengobati sakit perut tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Pasien bisa mengatasi kondisi ini dengan penanangan mandiri atau pengobatan dari dokter.

Penanganan mandiri di rumah

Untuk pengobatan di mandiri rumah, pasien dapat menerapkan cara-cara di bawah ini:
  • Menghindari makanan padat selama beberapa jam sejak sakit perut mulai muncul.
  • Jika pasien muntah, tunggu selama beberapa jam sebelum mengonsumsi makanan padat. Lalu pasien bisa mulai mengonsumsi makanan lunak dan minim rasa, seperti bubur atau biskuit gabin tanpa gula.
  • Menghindari konsumsi produk fermentasi, tinggi lemak, digoreng, berminyak, pedas, asam, serta mengandung tomat, kafein, alkohol dan soda.
  • Menempelkan kompres hangat di perut.
  • Mengonsumsi minuman bersuhu hangat guna meredakan nyeri, misalnya teh hangat, dan air putih hangat.

Pengobatan dari dokter

Dokter bisa memberikan obat-obatan sesuai dengan gejala pasien. Beberapa contoh obat ini meliputi:
  • Obat yang mengandung bahan simeticon

Obat ini berfungsi mengurangi sakit perut karena kelebihan gas.
  • Obat antasida

Untuk nyeri ulu hati dan sakit perut akibat GERD, dokter bisa meresepkan antasida atau obat penurun asam lambung.
  • Obat yang mengandung loperamide atau bismuth subsalicylate

Obat-obatan ini dapat diberikan untuk mengatasi sakit perut karena diare.
  • Obat pencahar

Obat pencahar atau laksatif bertujuan mengatasi sakit perut karena sembelit alias konstipasi.
  • Paracetamol

Untuk meredakan sakit perut tipe lain, dokter bisa menganjurkan paracetamol. Tapi hindari konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen atau naproxen. 

Komplikasi sakit perut

Komplikasi nyeri perut akan tergantung pada penyebabnya. Berikut beberapa contohnya:
  • Radang usus buntu dapat memicu pecahnya usus buntu dan penumpukan nanah dalam perut. Kondisi ini bisa mengancam nyawa dan memerlukan operasi secepatnya.
  • Dehidrasi karena asupan cairan yang kurang.
  • Penurunan nafsu makan, yang dapat memicu kurang nutrisi.
  • Kekurangan vitamin.
 
Cara mencegah sakit perut secara umum meliputi:
  • Mengonsumsi makanan sehat dan seimbang serta tinggi serat. Konsumsi lebih banyak sayur dan buah.
  • Hindari makanan yang mengandung gas, pedas, berlemak tinggi dan asam.
  • Minum air putih minimal 2 liter perhari.
  • Berolahraga secara rutin.
  • Makan lebih sering namun dalam porsi kecil. Anda dapat makan sebanyak 5-6 kali sehari.
  • Hindari konsumsi kafein seperti kopi dan teh.
  • Kelola stres Anda. Tahukah Anda bahwa stres dapat memicu nyeri perut akibat dari asam lambung yang meningkat. Untuk itu disarankan Anda untuk mengendalikan stres yang dirasakan.
  • Hindari konsumsi alkohol berlebih.
  • Hindari merokok dan berada di lingkungan berasap rokok.
  • Batasi minuman yang dapat mengiritasi lambung seperti soda.
Namun tidak semua sakit perut dapat dicegah. Jika anda memiliki riwayat penyakit seperti maag atau penyakit Crohn, ikuti saran dokter mengenai makanan yang sebaiknya dihindari. 
Hubungi dokter bila Anda mengalami kondisi-kondisi berikut:
  • Nyeri yang semakin memberat dengan cepat
  • Nyeri atau kembung yang tidak membaik atau sering muncul
  • Nyeri perut disertai gangguan menelan
  • Berat badan berkurang tanpa penyebab yang jelas
  • Sakit saat buang air kecil
  • Adanya perdarahan dari anus atau vagina, atau keluarnya keputihan dari vagina
  • Diare yang tidak membaik setelah beberapa hari
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait nyeri perut?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis sakit perut dan penyebabnya. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Drugs. https://www.nhs.uk/conditions/stomach-ache/
Diakses pada 9 Januari 2019
Healthline. https://www.healthline.com/symptom/abdominal-pain
Diakses pada 9 Januari 2019
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/003120.htm
Diakses pada 9 Januari 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/stomach-ache/
Diakses pada 9 Januari 2019
WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/prevent-stomach-pain#1
Diakses pada 9 Januari 2019
WebMD. https://www.nhs.uk/conditions/stomach-ache/
Diakses pada 9 Januari 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/appendicitis/symptoms-causes/syc-20369543
Diakses pada 4 November 2020
Health Grades. https://www.healthgrades.com/right-care/symptoms-and-conditions/abdominal-pain
Diakses pada 4 November 2020
National Health Centre Singapore. https://www.nhcs.com.sg/patient-care/conditions-treatments/abdominal-pain/causes-risk-factors
Diakses pada 4 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Flatus Adalah Proses Pembuangan Gas Tubuh Alias Kentut, Ini Penyebabnya

Flatus adalah proses pengeluaran gas pencernaan melalui anus. Kondisi yang juga dikenal sebagai kentut ini dialami semua orang. Penyebab flatus meliputi sejumlah jenis makanan dan penyakit pada pencernaan Anda.
17 Nov 2020|Nenti Resna
Baca selengkapnya
Flatus adalah proses pembuangan gas dari dalam tubuh

Sakit Perut Sebelah Kiri Bawah? Hati-Hati Divertikulitis

Sakit perut sebelah kiri bawah adalah gangguan yang salah satu penyebabnya divertikulitis. Rasa sakit muncul ketika divertikula terinfeksi atau mengalami peradangan.
04 Jul 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Sakit perut sebelah kiri bawah salah satunya disebabkan oleh penyakit divertikulitis.

Mengenal Perbedaan Maag dan Asam Lambung Kronis akibat GERD

Perbedaan maag dan asam lambung kronis karena GERD perlu Anda ketahui untuk dapat ditangani dengan benar. Perbedaan GERD dan maag juga dapat dilihat dari gejalanya.
28 May 2020|Nurul Rafiqua
Baca selengkapnya
Perbedaan maag dan asam lambung kronis karena GERD