Infeksi

Sakit Tenggorokan

29 Sep 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Sakit Tenggorokan
Alergi dan infeksi virus dapat menyebabkan sakit tenggorokan
Sakit tenggorokan merupakan penyakit umum dan biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Sakit tenggorokan umumnya disebabkan oleh infeksi virus, seperti pilek atau flu yang biasanya akan membaik dengan sendirinya.Kondisi ini ditandai dengan munculnya rasa sakit, gatal, atau iritasi pada tenggorokan. Jika keadaan makin parah, Anda mungkin akan mengalami sakit tenggorokan saat menelan makanan atau minuman.Tingkat keparahan sakit pada tenggorokan tergantung pada penyebabnya. Ada yang akan sembuh dengan sendirinya tanpa perlu perawatan, namun ada juga yang memerlukan pengobatan. Pada kondisi tertentu, kondisi ini mungkin memerlukan perawatan yang lebih kompleks. 
Sakit Tenggorokan
Dokter spesialis THT
GejalaTenggorokan gatal atau sakit, nyeri makin parah saat menelan atau berbicara, kesulitan menelan
Faktor risikoUsia, paparan asap rokok, alergi
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes darah, tes apusan tenggorokan
PengobatanObat-obatan, istirahat cukup, banyak minum
ObatParacetamol, ibuprofen, aspirin
KomplikasiBila disebabkan oleh infeksi bakteri, komplikasi bisa berupa penyebaran infeksi dan peradangan 
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala sakit tenggorokan
Gejala sakit tenggorokan bervariasi, tergantung penyebabnya. Gejala-gejala sakit tenggorokan di antaranya adalah:
  • Rasa sakit atau tenggorokan gatal
  • Nyeri yang memburuk saat menelan atau berbicara
  • Kesulitan menelan
  • Kelenjar yang sakit dan membengkak pada leher
  • Amandel bengkak dan merah
  • Timbul bercak putih, atau nanah pada amandel
  • Suara serak
Infeksi umum yang menyebabkan sakit tenggorokan dapat menimbulkan gejala lain, di antaranya:
 
Sama seperti pilek atau flu, sakit tenggorokan biasanya disebabkan oleh virus atau karena merokok. Bakteri juga terkadang dapat menjadi penyebab sakit tenggorokan.Beberapa infeksi virus yang dapat menyebabkan sakit tenggorokan, antara lain:
Bakteri yang paling sering menyebabkan sakit tenggorokan adalah kelompok bakteri streptococcus pyogenes atau streptococcus grup A.Selain itu, ada pula sederet faktor yang menyebabkan seseorang lebih rentan untuk mengalaminya. Faktor-faktor risiko sakit tenggorokan ini:
  • Usia

Anak-anak dan remaja lebih rentan untuk mengalami nyeri tenggorokan.
  • Alergi

Alergi terhadap serbuk sari atau spora yang dikenal dengan Hay Fever, bulu hewan peliharaan, debu dan jamur dapat menyebabkan sakit tenggorokan.
  • Udara yang kering

Udara dalam ruangan yang kering dapat menyebabkan tenggorokan terasa kering dan gatal, terutama ketika bangun tidur di pagi hari. Bernapas melalui mulut yang sering akibat hidung yang tersumbat dan berlangsung lama (kronis), dapat menyebabkan sakit tenggorokan
  • Iritasi

Kondisi ini disebabkan oleh polusi udara, rokok, alkohol atau makan makanan pedas
  • Ketegangan otot

Kondisi ini dapat terjadi karena berteriak, atau berbicara dengan suara keras dalam jangka waktu lama.
  • GERD

Penyakit ini disebabkan oleh naiknya asam lambung dari perut ke esofagus.
  • Tumor

Tumor yang berbahaya pada tenggorokan, lidah atau laring.
  • HIV

Sakit tenggorokan atau mengalami gejala yang mirip seperti flu biasanya muncul awal setelah terinfeksi HIV.Penderita bisa mengalami nyeri tenggorokan kronis dan berulang, akibat infeksi sekunder seperti infeksi jamur alias oral thrush dan infeksi cytomegalovirus. Namun, kondisi ini bisa berubah jika terjadi pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Merokok

Kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk sakit tenggorokan. 
Dokter akan mulai dengan pemeriksaan fisik yang mencakup:
  • Pemeriksaan tenggorokan, telinga, dan hidung dengan menggunakan senter kecil
  • Meraba leher dengan perlahan untuk memeriksa  pembengkakan kelenjar getah bening
  • Mendengarkan suara pernapasan melalui stetoskop
Setelah dilakukan pemeriksaan fisik, dokter mungkin akan menyarankan pasien menjalani pemeriksaan laboratorium yang mencakup tes apusan tenggorokan dan tes darah.Tes darah dilakukan untuk mengetahui keberadaan virus maupun bakteri yang berpotensi menyebabkan sakit tenggorokan.Sementara tes apusan tenggorokan adalah dilakukan dokter dengan mengambil sampel cairan di belakang tenggorokan. Sampel ini kemudian diperiksa di laboratorium untuk mencari adanya bakteri streptokokus. 
Sakit tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi virus biasanya berlangsung selama 5-7 hari dan akan sembuh dengan sendirinya. Namun untuk meredakan rasa sakit dan demam, obat penghilang rasa sakit yang ringan seperti parasetamol dan ibuprofen dapat digunakan.Penggunaan aspirin pada anak-anak dan remaja sebaiknya dilakukan dengan hati-hati. Sebab, pemakaiannya pada anak-anak dan remaja yang sedang dalam proses penyembuhan dari cacar air atau penyakit dengan gejala seperti flu, dapat menyebabkan sindrom Reye. Kondisi ini jarang terjadi, tapi berbahaya dan dapat mematikan.Jika sakit tenggorokan disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik. Pasien harus menghabiskan antibiotik, bahkan jika gejala sakit tenggorokan sudah membaik atau hilang. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi ke bagian tubuh lainnya yang dapat memperparah kondisi penderita.Sementara itu, penggunaan antibiotik pada anak penderita sakit tenggorokan akibat bakteri streptokokus tanpa mengikuti petunjuk, bisa meningkatkan risiko terserang demam rematik maupun peradangan serius dari ginjal. Jika sakit tenggorokan yang diderita merupakan akibat kondisi medis lainnya, selain dari infeksi virus atau bakteri, maka pengobatan lain akan dipertimbangkan sesuai dengan diagnosis medis.Beberapa hal dibawah ini dapat dilakukan di rumah untuk membantu meringankan sakit tenggorokan:
  • Istirahat yang cukup dan istirahatkan suara Anda.
  • Banyak minum, sehingga tenggorokan tetap lembap dan tidak terjadi dehidrasi. Hindari kafein dan alkohol, karena keduanya dapat menyebabkan dehidrasi.
  • Konsumsi makanan dan minuman yang hangat seperti sup, air hangat dengan madu, yang dapat meringankan sakit tenggorokan.
  • Berkumur dengan larutan air garam (¼ sampai ½ sendok teh garam meja dalam 125-250 ml air hangat).
  • Gunakan alat yang dapat melembapkan udara, supaya udara tidak kering dan tidak memperburuk iritasi tenggorokan lebih lanjut. Pilihan lainnya, duduk di dalam kamar mandi yang beruap.
  • Mengisap permen, namun tidak diperkenankan untuk diberikan kepada anak berusia di bawah 4 tahun karena berisiko tersedak.
  • Hindari penggunaan bahan yang mengiritasi (iritan) seperti asap rokok, maupun produk pembersih yang bisa membuat ternggorokan mengalami iritasi.
 

Komplikasi sakit tenggorokan

Bila disebabkan oleh infeksi bakteri streptokokus dan tidak diobati, nyeri tenggorokan sapat memicu komplikasi berupa:
  • Penyebaran infeksi, misalnya tonsilitis, sinusitis, sepsis, infeksi telinga bagian tengah
  • Peradangan, seperti scarlet fever, demam reumatik, hingga radang sendi
 
Cara terbaik untuk mencegah sakit tenggorokan adalah menghindari kontak dengan kuman penyebab dan menjaga kebersihan, dengan cara:
  • Cuci tangan secara menyeluruh dan rutin, terutama setelah menggunakan toilet, sebelum makan, atau sesudah bersin atau batuk
  • Hindari berbagi makanan, minuman atau alat makan dengan orang lain
  • Menutup hidung dan mulut ketika batuk atau bersin
  • Menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol, jika tidak tersedia sabun dan air untuk cuci tangan
  • Bersihkan secara berkala alat-alat seperti telepon genggam, telepon rumah, remote tv, serta keyboard komputer
  • Hindari kontak dekat dengan orang sakit
  • Hindari paparan asap rokok
  • Hindari sumber alergi atau iritan lainnya seperti serbuk sari, bulu hewan, debu
 
Segera bawa anak Anda ke dokter jika tenggorokannya sakit dan rasa sakitnya tidak hilang setelah minum di pagi hari, atau apabila mengalami gejala-gejala seperti:
  • Sulit bernapas
  • Susah menelan
  • Sering meneteskan air liur karena kesulitan menelan
Sementara itu, penderita dewasa disarankan menemui dokter jika mengalami:
  • Sakit tenggorokan yang berat atau berlangsung lebih lama dari seminggu
  • Kesulitan menelan
  • Sulit bernapas
  • Kesulitan membuka mulut
  • Nyeri pada sendi
  • Sakit pada telinga
  • Ruam
  • Demam lebih dari 38.3ºC
  • Terdapat darah pada dahak atau air liur
  • Sering mengalami sakit tenggorokan
  • Terdapat benjolan pada leher
  • Suara serak yang berlangsung lebih dari dua minggu
 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait sakit tenggorokan?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis sakit tenggorokan agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sore-throat/symptoms-causes/syc-20351635
Diakses pada 29 September 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/sore-throat/
Diakses pada 29 September 2021
WebMD. https://www.webmd.com/cold-and-flu/sore-throat-directory
Diakses pada 29 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email