Kanker

Sarkoma Jaringan Lunak

Diterbitkan: 26 Nov 2020 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Sarkoma Jaringan Lunak
Ada 50 subtipe dari jenis kanker sarkoma jaringan lunak yang ditandai dengan tumbuhnya benjolan.
Sarkoma jaringan lunak adalah jenis kanker menyerang jaringan lunak tubuh, dan jarang terjadi. Jaringan ini berfungsi menghubungkan, menyokong, serta mengelilingi struktur dan organ tubuh tertentu. Contohnya, jaringan lemak, otot, pembuluh darah, jaringan kulit, tendon dan ligamen.Meski dapat dialami oleh semua bagian tubuh, sarkoma jaringan lunak umumnya terjadi pada tangan, kaki, dan perut. Pada mulanya, sarkoma tidak menyebabkan gejala apapun sampai ukurannya semakin besar.Penanganan utama sarkoma jaringan lunak adalah pengangkatan melalui pembedahan. Terapi radiasi, kemoterapi, dan terapi tertarget juga dapat dilakukan sebagai metode pengobatan tambahan. 
Sarkoma Jaringan Lunak
Dokter spesialis Ortopedi
GejalaBenjolan pada jaringan lunak atau di bawah kulit, terasa nyeri
Faktor risikoLansia, riwayat terapi radiasi, paparan zat kimia tertentu
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes pencitraan, biopsi
PengobatanOperasi, kemoterapi, terapi radiasi
KomplikasiKesulitan bernapas, gangguan usus, penyebaran sel kanker ke organ tubuh lain
Kapan harus ke dokter?Memiliki benjolan yang membesar, terasa nyeri, benjolan yang terletak jauh di dalam otot
Pada stadium awal, sarkoma dapat tidak menunjukkan tanda atau gejala. Ketika tumor mulai tumbuh dan membesar, barulah muncul gejala.Secara umum, tanda dan gejala sarkoma jaringan lunak meliputi:
  • Benjolan atau pembengkakan pada jaringan lunak atau di bawah kulit yang dapat dilihat dengan kasat mata
  • Nyeri jika tumor menekan saraf atau otot.
Mungkin saja ada tanda dan gejala sarkoma jaringan lunak yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter. 
Penyebab utama sarkoma jaringan lunak adalah mutasi DNA yang menyebabkan sel-sel jaringan lunak tubuh berkembang secara tidak teratur. Sel-sel ini lalu menumpuk dan membentuk tumor.Penyebab di balik mutasi gen tersebut belum jelas. Namun ada beberapa hal yang diduga bisa meningkatkan risiko sarkoma jaringan lunak.Beberapa faktor risiko sarkoma jaringan lunak tersebut meliputi:
  • Usia

Sarkoma jaringan lunak dapat menyerang segala umur, termasuk anak-anak. Namun, penyakit ini lebih umum ditemui pada orang dewasa paruh baya dan usia lanjut. Risikonya akan semakin tinggi seiring berjalannya usia.
  • Kondisi genetik tertentu

Sindrom Li-Fraumeni, familial adenomatous polyposis, tuberous sclerosis, sindrom Werner, sindrom Gardner, neurofibromatosis tipe 1 dan hereditary retinoblastoma dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini.
  • Radioterapi

Orang yang pernah menjalani terapi untuk jenis kanker yang lain sebelumnya, akan mempunyai risiko yang meningkat terhadap penyakit ini.
  • Paparan bahan kimia tertentu

Bahan kimia seperti vinil klorida, arsenik, dioksin dan herbisida phenoxyacetic, dikatakan dapat meningkarkan potensi terjasinya sarkoma jaringan lunak.Sarkoma Kaposi (Kaposi’s Sarcoma) mendapat pengecualian. Sarkoma ini sangat jarang ditemukan, dan disebabkan oleh Human Herpes Virus tipe 8 (HHV-8), yang mengakibatkan infeksi pada orang dengan sistem imunitas yang lemah (seperti orang dengan HIV). 
Diagnosis sarkoma jaringan lunak dapat ditegakkan dengan wawancara, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang. Berikut penjelasannya:

 Anamnesis atau tanya-jawab

Dokter akan menanyakan mengenai gejala yang Anda alami dan faktor risiko kanker sarkoma yang Anda miliki.

Pemeriksaan fisik

Dokter akan mengevaluasi benjolan sarkoma dari segi bentuk, konsistensinya (apakah lunak atau keras), dan apakah terdapat nyeri tekan/tidak.Karakteristik berikut mungkin menandakan benjolan sarkoma bersifat ganas (kemungkinan kanker): benjolan bertambah besar (ukuran lebih dari 5 cm), dasar benjolan yang dalam, dan terasa nyeri.

Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan penunjang yang biasanya dilakukan dokter untuk mendiagnosis sarkoma jaringan lunak antara lain:
  • Ultrasonografi (USG)

USG akan mengevaluasi keberadaan benjolan sarkoma dan mengevaluasi bentuk serta kedalaman benjolan tersebut.USG juga dapat dilakukan sebagai guiding untuk biopsi. Apabila dari pemeriksaan USG dicurigai adanya kanker, dokter mungkin akan merekomendasikan pemeriksaan pencitraan lain, seperti MRI dan CT scan sebelum biopsi.
  • MRI

MRI bertujuan mendeteksi dan mengevaluasi benjolan jaringan lunak secara lebih akurat. Tes ini penting untuk menentukan penyebaran kanker sebelum biopsi atau operasi pengangkatan sarkoma jaringan lunak.
  • CT scan

CT scan adalah pemeriksaan alternatif bila MRI tidak dapat dilakukan. Tes ini juga dapat menjadi pilihan apabila dokter ingin mengevaluasi keadaan tulang sekitar sarkoma dengan lebih baik.
  • PET scan

PET scan menggunakan teknologi nuklir untuk mendeteksi aktivitas biokimiawi dan metabolik kanker sarkoma. Tujuannya adalah menentukan lokasi utama sarkoma jaringan lunak dan lokasi penyebaran.
  • Biopsi

Biopsi adalah pemeriksaan penting dalam menentukan diagnosis, ganas tidaknya tumor, stadium, dan pengobatan.  

Gradasi dan stadium sarkoma jaringan lunak

Berdasarkan hasil pemeriksaan penunjang, stadium sarkoma jaringan lunak dibagi menjadi beberapa gradasi dan stadium.Gradasi sarkoma jaringan lunak meliputi:
  • Gradasi rendah, yaitu sel kanker bertumbuh secara lambat, sel kanker terlihat seperti sel normal, kurang agresif, dan jarang menyebar
  • Gradasi sedang, yaitu sel kanker bertumbuh lebih cepat dan sel kanker terlihat tidak normal
  • Gradasi tinggi, yaitu sel kanker bertumbuh sangat cepat, terlihat abnormal, dan terdapat kemungkinan menyebar ke organ tubuh lain
Selanjutnya, sarkoma jaringan lunak dibagi menjadi beberapa stadium di bawah ini:
  • Stadium 1

Sarkoma jaringan lunak dengan gradasi rendah, tumor berukuran kecil (di bawah 5 cm), dan belum menyebar ke organ tubuh lain.
  • Stadium 2

Sarkoma jaringan lunak gradasi mana saja, dengan ukuran lebih besar dari stadium 1, namun belum menyebar ke organ tubuh lain.
  • Stadium 3

Sarkoma jaringan lunak gradasi tinggi dan telah mengalami penyebaran ke organ tubuh lain.
  • Stadium 4

Sarkoma jaringan lunak gradasi mana saja yang telah menyebar ke organ tubuh lain. 
Operasi merupakan metode penanganan utama untuk sarkoma jaringan lunak. Operasi  dilakukan untuk mengangkat kanker seluruhnya dan sebagian jaringan sehat di sekitarnya melalui pembedahan. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada sel kanker yang tertinggal. Jika tumor terdapat pada tangan atau kaki, maka radiasi dan kemoterapi mungkin saja dilakukan sebelum operasi. Tujuannya adalah untuk mengecilkan ukuran tumor, sehingga tidak perlu mengangkat jaringan sehat yang luas seperti amputasi pada tangan atau kaki.
  • Terapi radiasi (radioterapi)

Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan sinar X bertenaga tinggi untuk membunuh sel-sel kanker. Radioterapi dapat dilakukan sebelum operasi. Tujuannya adalah mengecilkan ukuran tumor sehingga memudahkan untuk diangkat saat operasi.Sementara itu, radioterapi juga dapat dilakukan setelah operasi, untuk membunuh sel kanker yang tersisa atau tertinggal pada saat operasi.Terkadang pada kasus dimana operasi tidak memungkinkan dilakukan  dengan alasan tertentu, dokter mungkin menganjurkan radioterapi saja. Tujuannya untuk meringankan gejala akibat sarkoma dan memperlambat pertumbuhan tumor.
  • Kemoterapi

Kemoterapi dilakukan dengan menggunakan obat yang disuntikan melalui pembuluh darah vena atau dalam bentuk obat minum untuk mematikan sel kanker. Obat ini akan memasuki pembuluh darah dan menyebar ke seluruh tubuh.Oleh karena itu, metode ini berguna apabila kanker sarkoma yang telah menyebar ke organ tubuh lainnya. Kemoterapi dapat diberikan sendiri sebagai terapi utama, penunjang operasi, maupun digabungkan dengan terapi radiasi untuk sarkoma jaringan lunak yang tidak dapat dioperasi.Beberapa tipe sarkoma jaringan lunak mempunyai respons yang lebih baik terhadap kemoterapi dibandingkan dengan tipe sarkoma jaringan lunak lainnya, misalnya pada rhabdomyosarcoma.
  • Terapi tertarget

Sarkoma jaringan lunak dapat ditangani menggunakan obat atau zat untuk mengenali dan menyerang sel sarkoma, dengan kerusakan minimum pada sel yang sehat. Obat ini bekerja lebih baik dari kemoterapi dan memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan obat kemoterapi.Hal ini dikarenakan terapi target menyerang secara spesifik sel kanker dan tidak menyerang sel tubuh yang sehat seperti pada kemoterapi. Jenis sarkoma jaringan lunak yang berespon paling baik terhadap terapi target adalah tumor stroma gastrointestinal (GISTs). 

Komplikasi sarkoma jaringan lunak

Jika tidak ditangani dengan benar, sarkoma jaringan lunak bisa menyebabkan komplikasi berupa:
  • Kesulitan atau sakit ketika bernapas jika tumor menekan paru-paru
  • Gejala sumbatan pada usus  ketika tumor bertumbuh besar pada rongga perut dan menekan usus
  • Penyebaran sel kanker ke organ tubuh lain
 
Cara terbaik untuk mencegah penyakit ini adalah dengan menjauhi pemicu yang dapat menyebabkannya. Meski demikian, belum ada cara pasti untuk mencegah kanker tersebut. Sebab, sebagian besar sarkoma jaringan lunak terjadi pada orang yang tidak memiliki faktor risiko tertentu.Selain itu, tidak banyak pilihan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya sarkoma pada orang yang menjalani terapi radiasi. 
Segeralah berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami gejala-gejala berikut:
  • Benjolan yang bertambah besar
  • Benjolan terasa nyeri
  • Benjolan ang terletak jauh di dalam otot
Anda juga perlu memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami tanda dan gejala lain yang terasa mencurigakan. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait sarkoma jaringan lunak?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis sarkoma jaringan lunak agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/soft-tissue-sarcoma.html
Diakses pada 22 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/soft-tissue-sarcoma/symptoms-causes/syc-20377725
Diakses pada 22 November 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/soft-tissue-sarcoma/
Diakses pada 22 November 2018
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5791230/
Diakses pada 16 September 2020
The Bone and Soft Tissue Cancer Charity. https://sarcoma.org.uk/sarcoma-types/soft-tissue-sarcoma
Diakses pada 16 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email