Infeksi

Shigellosis

Diterbitkan: 19 Feb 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Shigellosis
Shigellosis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Shigella
Shigellosis adalah infeksi saluran pencernaan yang disebabkan oleh kelompok bakteri bernama Shigella. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit infeksi yang sangat menular.Gejala utama pada shigellosis meliputi diare yang sering kali disertai darah dan nyeri pada perut. Terkadang, beberapa penderita shigellosis tidak menunjukkan gejala, namun mereka tetap dapat menularkan penyakit ini pada orang lain.Shigellosis menular dengan cepat secara fecal-oral. Hal ini berarti infeksi disebarkan melalui kontaminasi feses penderita yang masuk ke mulut orang lain. Feses yang mengandung Shigella dapat mengontaminasi makanan, minuman atau air sungai. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengonsumsi serta mengolah makanan dengan baik dan bersih.Penyakit shigellosis merupakan penyakit yang umum terjadi di negera berkembang, serta padat penduduk dengan sanitasi buruk. Gangguan cerna ini dapat terjadi pada setiap orang. Namun anak-anak di bawah lima tahun paling berisiko untuk mengalaminya.
Shigellosis
Dokter spesialis Umum, Penyakit Dalam
GejalaDiare disertai darah (disentri), nyeri perut, demam
Faktor risikoAnak-anak, tinggal di daerah yang sanitasinya buruk, penderita HIV/AIDS
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, pemeriksaan feses
PengobatanPemberian obat-obatan, penyesuaian gaya hidup
ObatCiprofloxacine, Pivmecillinam, oralit
KomplikasiDehidrasi
Kapan harus ke dokter?Ketika mengalami gejala shigellosis
Pada umumnya, gejala shigellosis muncul 1-2 hari setelah bakteri Shigella masuk ke tubuh. Keluhan yang kerap dialami oleh penderita mencakup:
Penyebab shigellosis adalah infeksi dari bakteri Shigella. Bakteri ini masuk ke tubuh melalui mulut, lalu akan berkembang biak dalam usus halus dan kemudian menyerang usus besar.Shigella di usus besar inilah yang menyebabkan gejala sakit perut dan diare berdarah. Bakteri ini lalu keluar dari tubuh penderita melalui feses.Penderita dapat menularkan penyakit ini ketika masih mengalami diare, hingga 1-2 minggu setelah diare berhenti.Berbagai jalur penularan di bawah ini perlu Anda cermati:

Tidak sengaja menyentuh tinja yang tercemar bakteri Shigella, lalu menyentuh mulut

Hal ini sering terjadi pada orangtua ketika mengganti popok bayi yang terpapar shigellosis. Mereka sering kali lupa mencuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir, lalu tanpa sadar memegang makanan atau menyentuh mulut. Pastikan selalu menjaga kebersihan tangan Anda.

Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi

Menyiapkan makanan ketika menderita shigellosis dan tidak memperhatikan kebersihan, bisa meningkatkan risiko kontaminasi Shigella pada hidangan yang disajikan.

Mengonsumsi makanan mentah

Makanan yang mentah lebih berpotensi terkontaminasi bakteri Shigella, misalnya daun selada atau sushi.

Meminum air yang terkontaminasi

Sebagai contoh, ketika memesan minuman di restoran, ternyata sumber air yang digunakan tercemar bakteri Shigella, maka Anda bisa tertular penyakit tersebut.Demikian pula ketika berenang. Anda mungkin saja tidak sengaja menelan air. Bila air tersebut mengandung bakteri Shigella, Anda pun berisiko untuk tertular.

Melakukan jenis hubungan intim tertentu

Ketika berhubungan intim, mungkin saja Anda terpapar feses dari pasangan yang tidak diketahui sedang mengalami shigellosis. Contohya, ketika melakukan seks anal.Kelompok berikut ini juga lebih tinggi risikonya untuk terkena shigellosis:
  • Anak-anak, khususnya yang berusia di bawah lima tahun dan anak yang sering dititipkan di tempat penitipan anak (daycare)
  • Orang yang tinggal di daerah dengan sanitasi buruk dan padat penduduk
  • Pria yang berhubungan seks dengan sesama pria
  • Penderita HIV/AIDS.
Baca juga: Amankah Makan Makanan Mentah? 
Pada tahap awal, dokter akan menanyakan gejala-gejala yang Anda alami. Dokter kemudian melakukan pemeriksaan fisik pada perut Anda.Setelah itu, dokter menganjurkan pemeriksaan sampel feses untuk memastikan diagnosis shigellosis. Sampel feses akan diperiksa di bawah mikroskop untuk mendeteksi bakteri Shigella.Hanya pemeriksaan sampel feses yang bisa menentukan keberadaan shigellosis. Pasalnya, terdapat banyak kuman yang juga dapat menyebabkan gejala diare berdarah.
Ketika Anda terdiagnosis Shigellosis, dokter akan memberikan penanganan berikut ini untuk mempercepat penyembuhan sekaligus menghindari komplikasi:

Pemberian obat antibiotik

Meski shigellosis termasuk ke dalam kelompok self-limiting disease, yakni penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya, proses penyembuhan yang cepat sangat diperlukan pada kondisi ini.Oleh sebab itu, pemberian antibiotik sebagai penanganan paling efektif dalam melawan bakteri merupakan lini pengobatan pertama dalam shigellosis.Beberapa golongan antibiotik yang biasa digunakan dalam perawatan shigellosis adalah:
  • Beta-laktam, misalnya ampisilin, amoksisilin, sefalosporin generasi ketiga dan pivmecillinam
  • Kuinolon, contohnya asam nalidixic, ciprofloxacin nor?oxacin dan o?oxacin
  • Makrolida, misalnya azitromisin
  • Golongan lainnya seperti sulfonamid, tetrasiklin, kotrimoksazol, dan furazolidon
Pemberian antibiotik tersebut akan bergantung pada diagnosis dokter berdasarkan kondisi pasien. Konsumsi antibiotik pada anak-anak dapat berbeda

Selain itu, sebagian pasien mungkin juga membutuhkan golongan antibiotik yang lebih keras dari pasien lainnya. Oleh karena itu konsultasi dengan dokter wajib dilakukan sebelum memutuskan untuk meminum antibiotik, untuk mendapatkan pengobatan yang paling tepat.
Pengobatan antibiotik yang efektif biasanya akan memberikan efek penyembuhan dalam waktu 48 jam. Terapi antibiotik umumnya diberikan dalam durasi 5 hari.

Ingatlah untuk mengonsumsi obat antibiotik sesuai dengan anjuran dokter. Berhenti mengonsumsi antibiotik tanpa konsultasi dengan dokter dapat menyebabkan resistensi antiboitik.

Memenuhi kebutuhan cairan tubuh

Gejala utama shigellosis adalah diare yang memicu hilangnya banyak cairan tubuh, dan dapat menyebabkan dehidrasi. Oleh karena itu, dibutuhkan cairan pengganti tubuh seperti oralit atau air putih. Dokter dapat memberikan cairan melalui infus pada pasien bayi atau anak-anak dengan dehidrasi yang berat.

Pemberian suplemen zinc

Penderita terutama pasien anak-anak dan bayi bisa mengonsumsi suplemen zinc. Mineral ini dapat membantu mempercepat pemulihan di usus.

Menghindari konsumsi obat antidiare

Penderita juga disarankan untuk menghindari obat antidiare, seperti loperamide atau atropine. Pasalnya, obat-obatan ini bisa memperparah gejala shigellosis.Baca jawaban dokter: Apakah pantangan makanan infeksi saluran cerna? 
Hingga saat ini, belum ditemukan vaksin yang bisa mencegah shigellosis. Namun Anda bisa melakukan langkah pencegahan penyakit ini dengan:
  • Menerapkan kebiasaan cuci tangan menggunakan air bersih yang mengalir dan sabun. Lakukan langkah ini sebelum makan atau hendak menyiapkan makanan, serta setelah menggunakan toilet dan bepergian.
  • Memperhatikan konsumsi air minum, misalnya memasak air hingga mendidih sebelum meminumnya atau mengonsumsi air dalam kemasan bersegel
  • Memasak makanan hingga benar-benar matang
  • Menghindari konsumsi makanan mentah
  • Bila ingin mengonsumsi buah, pilihlah buah yang bisa dikupas.
  • Menggunakan klorin pada air yang sumbernya tidak terjamin
  • Mencuci peralatan makan anak dengan air matang
Penderita shigellosis dilarang memasak dan menyiapkan makanan setidaknya hingga 48 jam setelah mengonsumsi antibiotik.Baca juga: Mengenal Cara Sanitasi Lingkungan yang Ampuh Usir Berbagai Penyakit  
Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala shigellosis maupun gangguan percernaan yang tidak kunjung sembuh. 
Sebelum mengunjungi dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang dirasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter bisa mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini.
  • Apa saja gejala yang dirasakan?
  • Sudah berapa lama gejala tersebut berlangsung?
  • Apakah ada orang di sekitar Anda yang juga mengalami keluhan serupa?
  • Siapa yang menyiapkan makanan Anda?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Bila iya, apa saja pengobatan yang sudah telah dicoba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan sampel tinja untuk memastikan diagnosis shigellosis. Dengan ini, penanganan yang akan diberikan pun bisa sesuai dengan kondisi Anda. 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email