Penyakit Lainnya

Sindrom Apert

Diterbitkan: 23 Dec 2020 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Sindrom Apert
Sindrom Apert
Sindrom Apert adalah kelainan genetik yang menyebabkan gangguan pada perkembangan tulang tengkorak penderita.Karena itu, bayi yang lahir dengan sindrom Apert memiliki bentuk kepala dan wajah yang abnormal. Dan tak jarang, penderita sindrom ini juga menderita cacat lahir. Sindrom Apert merupakan kondisi yang langka. Prevalensi kejadiannya hanya satu dari antara 65.000 bayi yang lahir. 
Sindrom Apert
Dokter spesialis Anak, Bedah Anak
GejalaKepala yang panjang dengan dahi tinggi, mata besar dan menonjol
Faktor risikoKeturunan
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, rontgen, CT scan
PengobatanOperasi
KomplikasiGangguan perkemabngan intelektual, obstructive sleep apnea, infeksi telinga dan sinus kambuhan
Kapan harus ke dokter?Memiliki kekhawatiran tentang pertumbuhan atau bentuk kepala anak
Gejala utama sindrom Apert adalah bayi memiliki kelainan pada bentuk kepala dan wajah yang berupa:
  • Kepala yang panjang dengan dahi yang tinggi.
  • Mata besar dan menonjol, dengan kelopak mata yang seringkali sulit menutup.
  • Bagian tengah wajah yang terlihat cekung.
Beberapa gejala juga dapat timbul sebagai komplikasi akibat pertumbuhan tulang tengkorak yang terganggu. Gejala-gejala ini meliputi:
  • Perkembangan intelektual yang kurang baik.
  • Obstructive sleep apnea, yaitu gangguan pernapasan yang terjadi saat tidur.
  • Infeksi telinga atau sinus berulang.
  • Gangguan pendengaran.
  • Susunan gigi yang rapat karena rahang tidak berkembang sempurna.
Selain gejala-gejala di atas, jari-jari tangan dan kaki bayi dengan sindrom Apert juga mengalami kelainan yang disebut sindaktili. Kondisi ini ditandai dengan jari-jari tangan dan kaki yang tampak menyatu.Sebagian bayi dengan sindrom ini pun bisa menderita gangguan jantung, sistem pencernaan, maupun sistem saluran kemih. 
Penyebab sindrom Apert belum diketahui hingga sekarang. Para pakar menduga bahwa pemicunya adalah mutasi yang terjadi pada gen FGFR2.Mutasi gen tersebut dapat bersifat genetik atau diturunkan. Namun mutasi juga dapat terjadi pada bayi meski tanpa riwayat keluarga dengan sindrom Apert.Mutasi pada gen FGFR2 menyebabkan tulang penyusun tengkorak, wajah, tangan, dan kaki menutup lebih awal dari semestinya. Sebagai akibatnya, muncul gangguan bentuk pada kepala, wajah, tangan, dan kaki. 
Dokter dapat mencurigai seorang bayi menderita sindrom Apert sejak lahir karena bentuk wajahnya yang khas. Dokter kemudian akan melakukan pemeriksaan pada kepala, wajah, tangan, dan kaki dan melihat ada tidaknya abnormalitas pada tulang.Dokter juga bisa melakukan rontgen atau CT scan kepala untuk memastikan penyebab gangguan pada tulang tersebut. Selain itu, tes genetik pun dapat dilakukan guna menentukan diagnosis sindrom Apert. 
Sampai saat ini, belum ada cara mengobati sindrom Apert yang bisa dilakukan. Namun prosedur operasi dapat membantu dalam memperbaiki hubungan antartulang yang abnormal.Pembedahan bagi bayi dengan sindrom Apert terdiri dari beberapa tahap berikut:
  • Operasi pertama

Dokter bedah akan memisahkan tulang tengkorak yang menyatu dan mengaturnya. Prosedur ini biasanya dilakukan saat bayi berusia 6 hingga 8 bulan.
  • Operasi kedua

Tujuan operasi ini adalah mengembalikan posisi rahang dan pipi ke posisi normal. Prosedur ini dapat dilakukan saat anak telah berusia 4 hingga 12 tahun.
  • Operasi ketiga

Operasi ini dilakukan pada tulang tengkorak di antara mata. Tujuannya adalah mengembalikan posisi rongga mata ke posisi semestinya.Anak dengan sindrom Apert membutuhkan pengawasan dan kontrol medis rutin seumur hidup. Dokter akan memeriksa kemungkinan komplikasi dan menyarankan penanganan yang paling tepat untuk mengatasi komplikasi tersebut. 

Komplikasi sindrom Apert

Akibat pertumbuhan tulang tengkorak yang terganggu pada pengidap sindrom Apert, komplikasi di bawah ini bisa terjadi:
  • Gangguan pada perkembangan intelektual
  • Obstructive sleep apnea
  • Infeksi telinga atau sinus kambuhan
  • Gangguan pada pendengaran
  • Susunan gigi yang rapat karena rahang penderita tidak berkembang dengan sempurna
 
Karena penyebabnya adalah mutasi genetik yang dapat dipengaruhi keturunan maupun tidak, belum tersedia cara mencegah sindrom Apert yang spesifik. Untuk berjaga-jaga, pasangan dengan riwayat sindrom ini dalam kelluarganya dianjurkan untuk menjalani tes dan konseling genetik sebelum memiliki keturunan.Sementara diagnosis sejak dini sangat diperlukan agar penanganan dapat dilakukan secepatnya, sehingga komplikasi bisa dihindari. 
Segera konsultasi dengan dokter apabila Anda memiliki kekhawatiran tentang pertumbuhan atau bentuk kepala bayi Anda. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala dan tanda yang terjadi pada anak Anda.
  • Catat riwayat penyakit genetik dalam keluarga Anda.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala dan tanda yang terjadi pada anak Anda?
  • Apakah dalam keluarga Anda ada yang mengalami kondisi serupa?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis sindrom Apert. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat 
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320907.php
Diakses pada 23 Desember 2019
WebMD. https://www.webmd.com/children/apert-syndrome-symptoms-treatments-prognosis#1
Diakses pada 23 Desember 2019
NIH. https://ghr.nlm.nih.gov/condition/apert-syndrome#
Diakses pada 23 Desember 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/craniosynostosis/symptoms-causes/syc-20354513
Diakses pada 23 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email