Penyakit Lainnya

Sindrom Kelelahan Kronis

Diterbitkan: 19 Oct 2020 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Sindrom Kelelahan Kronis
Sindrom kelelahan kronis adalah kondisi yang ditandai dengan rasa lelah ekstrem
Sindrom kelelahan kronis adalah suatu kondisi yang membuat penderitanya merasakan kelelahan ekstrem.Seseorang yang mengalami kondisi kelelahan kronis atau chronic fatigue syndrome (CFS) dapat begitu saja merasakan kelelahan yang mendalam, padahal semenit sebelumnya masih merasa baik-baik saja. Kelelahan yang dialami umumnya tidak akan membaik meski sudah beristirahat.Oleh karena itu, sindrom ini dapat membuat penderitanya kesulitan atau bahkan tidak dapat melakukan rutinitas dengan lancar. Bahkan bangun tidur pun bisa terasa sangat sulit.Penyebab sindrom kelelahan kronis belum diketahui dengan jelas. Namun beberapa kondisi seperti infeksi virus, tekanan psikologis atau faktor keduanya diduga dapat memicu sindrom tersebut.Sindrom kelelahan kronis dapat terjadi pada berbagai kelompok usia, tetapi paling sering terjadi pada wanita berusia 40-50 tahun. Dokter mendiagnosis sindrom kelelahan kronis jika pasien mengalami gejalanya selama 6 bulan. 
Sindrom Kelelahan Kronis
Dokter spesialisPsikolog, Penyakit Dalam, Jiwa
GejalaRasa lelah berlebihan, sulit berkonsentrasi, sering sakit tenggorokan
Faktor risikoInfeksi virus, masalah sistem kekebalan tubuh, ketidakseimbangan hormon
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, pemeriksaan mental, tes pendukung (tes darah, tes urine)
PengobatanObat-obatan, terapi psikologis, pengaturan gaya hidup
ObatAntidepresan
KomplikasiAktivitas yang terhambat, pekerjaan yang berantakan, depresi
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami berbagai gejala yang sudah menghambat aktivitas
Gejala sindrom kelelahan kronis umumnya meliputi:
  • Rasa lelah yang berlebihan. Gejala ini bisa berlangsung lebih dari 24 jam setelah melakukan latihan fisik atau mental.
  • Sulit konsentrasi dan melupakan memori tertentu.
  • Sering sakit tenggorokan.
  • Gangguan tidur, terutama insomnia kronis.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening pada leher atau ketiak.
  • Nyeri otot atau sendi tanpa penyebab dan ciri yang jelas.
  • Sering sakit kepala.
  • Sering bangun tidur dengan kondisi tidak segar.
Gejala bahkan bisa hilang di satu waktu, kemudian kembali menyerang di waktu lainnya. Inilah yang membuat sindrom kelelahan kronis sulit terdeteksi. 
Penyebab sindrom kelelahan kronis belum diketahui secara pasti. Namun para pakar menduga ada kombinasi dari beberapa faktor yang diperkirakan bisa meningkatkan risikonya.Beberapa faktor risiko yang dapat memicu sindrom kelelahan kronis adalah:
  • Infeksi virus
  • Gangguan kekebalan tubuh
  • Ketidakseimbangan hormon
  • Usia 40-50 tahun
  • Jenis kelamin. Wanita lebih rentan mengalami sindrom kelelahan kronis dibandingkan pria.
  • Kondisi stres yang sulit diatasi
Baca juga: Merasa Mudah Lelah? Coba Cek Dulu Gaya Hidup Anda 
Diagnosis sindrom kelelahan kronis cukup sulit dilakukan. Pasalnya, gejala penyakit ini kerap dianggap sebagai rasa lelah pada umumnya.Dokter akan melakukan beberapa tindakan untuk memastikan diagnosis dan menyingkirkan kemungkinan penyebab lain yang mungkin mengakibatkan kelelahan.Serangkaian tindakan yang dilakukan dokter dalam mendiagnosa CFS adalah:
  • Menanyakan semua gejala yang pasien alami, dan riwayat medis pasien serta keluarga.
  • Melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan fisik maupun mental.
  • Melakukan pemeriksaan penunjang, seperti tes darah, tes urine, dan lain-lain.
Bila hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya penyakit yang menjadi penyebab dari gejala yang dialami pasien, barulah diagnosis sindrom kelelahan kronis dapat dipastikan oleh dokter.Baca jawaban dokter: Aktivitas sedikit tapi mudah lelah, apa penjelasannya? 
Hingga saat ini, belum ada pengobatan sindrom kelelahan kronis yang spesifik. Dokter biasanya memberikan anjuran penanganan untuk mengurangi dan meredakan gejala yang Anda rasakan.Langkah-langkah yang bisa disarankan oleh dokter meliputi:
  • Pemberian obat antidepresan

  • Penderita sindrom ini juga umumnya mengalami depresi. Jadi, obat antidepresan dapat diberikan untuk mengatasinya. Tak hanya itu, antidepresan dosis rendah juga dapat membantu dalam memperbaiki kualitas tidur dan meredakan nyeri pada penderita.
  • Psikoterapi

  • Anda bisa berkonsultasi pada psikolog untuk membantu menentukan cara mengatasi hambatan yang akibat sindrom kelelahan kronis.
  • Perubahan gaya hidup

  • Anda bisa melakukan perubahan sederhana pada kebiasaan Anda guna mengurangi gejala sindrom ini. Misalnya dengan:
    • Diet seimbang, mengatur pola makan yang seimbang penting untuk kesehatan secara keseluruhan dan akan membantu mengatasi sindrom ini.
    • Menghindari konsumsi alkohol
    • Menghindari konsumsi kafein
    • Tidak merokok
    • Menerapkan jadwal tidur yang rutin, serta tidak tidur siang bila ini penyebab Anda sulit tidur di malam hari.
    • Melakukan olahraga secara bertahap, agar Anda tidak kelelahan.
  • Suplemen nutrisi

  • Dokter mungkin juga akan menjalankan suatu tes untuk melihat adanya kekurangan nutrisi penting dan mungkin menyarankan konsumsi suplemen untuk melengkapinya.

Terapi pendukung.

Terapi seperti meditasi, pijat lembut, latihan pernapasan dalam, atau terapi relaksasi, mungkin bisa membantu meredakan gejala sindrom kelelahan kronis.Baca juga: Merasa lelah bekerja? Cek cara mengatasinya di Sini! 

Komplikasi

Bila tidak ditangani dengan baik, sindrom kelelahan kronis dapat menimbulkan komplikasi berupa:
  • Hambatan pada aktivitas, termasuk pekerjaan
  • Penarikan diri atau isolasi diri dari lingkungan sosial
  • Depresi
 
Gejala sindrom kelelahan kronis dapat muncul secara tiba-tiba. Beberapa cara berikut ini dapat membantu Anda untuk mencegah kambuhnya gejala kelelahan kronis.
  • Tidak kerja berlebihan

  • Melakukan terlalu banyak pekerjaan saat Anda merasa sehat adalah salah satu pemicu paling umum untuk kambuhnya CFS. Ingat, meski merasa dalam kondisi prima, Anda masih memiliki kondisi medis yang dapat kambuh sewaktu-waktu.
  • Tidur dengan cukup dan teratur

  • Tidur yang nyenyak di malam hari dapat membantu pasien sindrom kelelahan kronis merasa lebih baik. Hal ini juga dapat menjadi salah satu sumber energi alami yang baik bagi pasien. Selain itu, pasien juga disarankan untuk beristirahat pada siang hari.
  • Mengatasi stres

  • Stres bisa menguras energi bagi semua orang, apalagi yang menderita sindrom kelelahan kronis. Stres akibat masalah sehari-hari, seperti masalah keuangan, konflik keluarga, dan masalah pekerjaan, dapat memperburuk gejala kelelahan kronis dan menyebabkan kondisi ini kambuh.
  • Cobalah untuk mengatasinya dengan berbicara pada orang terdekat, menemui terapis, bergabung dengan kelompok pendukung, atau mempraktikkan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau tai chi.
  • Mengobati penyakit lain yang mungkin dialami

  • Tertular flu atau mengidap penyakit lain dapat menguras energi yang Anda butuhkan untuk memerangi kelelahan akibat CFS. Pastikan untuk segera mengobati sakit yang dialami dan jalani istirahat lebih banyak sampai pulih.
 
Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila Anda mengalami gejala sindrom kelelahan kronis, terutama bila gejalanya sudah menghambat aktivitas sehari-hari. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:
  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Kapan gejala tersebut mulai Anda rasakan?
  • Apa saja kegiatan atau hal yang membuat gejala memburuk atau membaik?
  • Apakah Anda mengalami masalah konsentrasi dan mengingat sesuatu?
  • Seberapa sering Anda mengalami depresi atau khawatir?
  • Apakah Anda mengalami masalah tidur?
  • Seberapa banyak gejala Anda membatasi aktivitas Anda sehari-hari?
  • Apa saja pengobatan yang sudah Anda coba? Bagaimana hasilnya?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis Sindrom Kelelahan Kronis. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/chronic-fatigue-syndrome
Diakses pada 17 Desember 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/chronicfatiguesyndrome.html
Diakses pada 17 Desember 2019
WebMD. https://www.webmd.com/chronic-fatigue-syndrome/default.htm
Diakses pada 17 Desember 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chronic-fatigue-syndrome/symptoms-causes/syc-20360490
Diakses pada 29 September 2020
Everyday health. https://www.everydayhealth.com/chronic-fatigue-syndrome/tips-to-prevent-chronic-fatigue-syndrome-relapse.aspx
Diakses pada 29 September 2020
CDC. https://www.cdc.gov/me-cfs/treatment/index.html#
Diakses pada 29 September 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email