Penyakit Lainnya

Sindrom Sjogren

Diterbitkan: 27 Jan 2021 | Lucia PriandariniDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Sindrom Sjogren
Sindrom sjogren adalah penyakit autoimun yang menyerang sel dan membran dalam tubuh.
Sindrom Sjogren atau sjogren syndrome adalah penyakit autoimun, yaitu saat sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang bagian tubuhnya sendiri. Pada Sindrom Sjorgen, yang diserang adalah kelenjar yang memproduksi air mata dan air liur.Kondisi ini membuat membran lendir dan kelenjar air mata terinfeksi, sehingga mengakibatkan penurunan produksi air mata dan air liur. Akibatnya, penderitanya mengalami gejala tertentu seperti mulut dan mata kering.Sindrom ini lebih umum terjadi pada wanita dan biasanya mulai muncul di usia 40-60 tahun. Saat muncul, kondisi ini sering disertai gangguan sistem imun lain seperti lupus dan artritis rematoid.Sjogren Syndrome adalah kondisi jangka panjang yang dapat memengaruhi keseharian penderitanya. Namun pengobatan yang tepat dapat membantu meringankan gejala. 
Sindrom Sjogren
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaMata kering, mulut kering, kulit kering
Faktor risikoUsia di atas 40 tahun, wanita, rematik
Metode diagnosisTes darah, pemeriksaan mata, pencitraan
PengobatanObat-obatan, perubahan pola hidup
ObatObat tetes mata, obat pelumas mata
KomplikasiGangguan penglihatan, gigi berlubang, infeksi
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala sindrom Sjogren
Dua gejala Sindrom Sjogren meliputi:
  • Mata kering: mata terasa terbakar, gatal, terasa seperti berpasir
  • Mulut kering: sulit bicara dan menelan
Sebagian penderita juga merasakan gejala lain seperti:
  • Kulit kering
  • Kelelahan
  • Daerah vagina kering
  • Otot dan sendi sakit, bengkak dan kaku
  • Pembengkakan kelenjar ludah yang mengakibatkan pembengkakan antara rahang dan telinga
  • Ruam (terutama setelah terpapar sinar matahari)
  • Batuk kering yang tidak kunjung sembuh
 
Hinga kini, penyebab sindrom Sjogren belum diketahui. Penyakit ini termasuk kondisi autoimun, yakni kondisi yang membuat sistem kekebalan pada tubuh menyerang sel dan membran tertentu yang sebenarnya sehat.Menurut penelitian, mutasi gen membuat beberapa orang lebih berisiko mengalami sindrom ini daripada yang lain. Namun, kondisi itu muncul karena dipicu hal lain seperti infeksi virus maupun bakteri.Pada sindrom Sjogren, target utama yang diserang adalah kelenjar yang memproduksi air mata dan air liur. Namun sindrom ini juga dapat merusak bagian tubuh lain yang meliputi sendi, kelenjar tiroid, ginjal, paru-paru, kulit, serta sistem saraf. 

Faktor risiko sindrom Sjogren

  • Usia

Sindrom Sjogren biasanya didiagnosis pada orang berusia di atas 40 tahun.
  • Jenis kelamin

Wanita lebih rentan terhadap sindrom Sjogren.
  • Penyakit rematik

Umumnya pengidap Sindrom Sjogren juga memiliki penyakit rematik, seperti artritis rematoid atau lupus. 
Sindrom Sjogren bisa jadi sulit didiagnosa karena gejala yang dialami dapat berbeda-beda antara satu orang dengan yang lain. Selain itu gejalanya mirip dengan penyakit-penyakit lain dan juga mirip dengan efek samping obat-obatan tertentu.Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendiagnosa sindrom ini. Pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi:
  • Tes darah: kadar berbagai jenis sel darah dan ada tidaknya antibodi Sindrom Sjogren
  • Tes mata: dokter akan mengukur tingkat kekeringan mata dengan pemeriksaan yang disebut tes air mata Schirmer
  • Pencitraan: sialogram dan skintigrafi ludah digunakan untuk memeriksa fungsi kelenjar ludah.
 
Pengobatan Sindrom Sjogren tergantung pada bagian tubuh mana yang terdampak. Umumnya kondisi ini dikelola dengan konsumsi air mineral dan obat tetes mata bebas untuk menangani mata dan mulut kering. Tetapi beberapa orang memerlukan obat-obatan yang diresepkan dokter seperti:
  • Obat untuk meredakan peradangan mata
  • Obat untuk meningkatkan produksi air liur
  • Obat yang membantu menangani komplikasi spesifik
Selain itu operasi dapat dilakukan untuk menutup saluran air mata yang mengeringkan air mata.Tidak ada obat untuk menyembuhkan Sindrom Sjogren. Meski demikian,ada hal yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi gejalanya, yaitu:
  • Gunakan air mata buatan atau pelumas mata
  • Tingkatkan kelembaban dalam rumah dan kurangi paparan kipas angin atau AC
  • Kenakan kacamata pelindung saat keluar rumah
  • Menghindari tempat yang kering, berasap dan berangin
  • Menghindari membaca, menonton TV, atau melihat layar dalam waktu yang lama
  • Menjaga kebersihan mulut
  • Menghindari konsumsi alkohol dan rokok
  • Perbanyak konsumsi air
 

Komplikasi sindrom Sjogren

Bila tidak ditangani dengan benar, sindrom Sjogren dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Gigi berlubang

Air liur membantu melindungi gigi dari bakteri yang menyebabkan gigi berlubang. Kurangnya air liur membuat penderita lebih berisiko mengalami gigi berlubang.
  • Infeksi

Penderita sindrom Sjogren lebih mudah mengalami infeksi mulut seperti sariawan.
  • Gangguan penglihatan

Mata yang kering membuat mata lebih sensitif terhadap cahaya, penglihatan buram, dan kerusakan pada kornea. 
Karena penyebabnya belum diketahui, cara mencegah sindrom Sjogren juga tidak tersedia. 
Konsultasikan jika Anda mengalami gejala menyerupai gejala Sindrom Sjogren yang mengganggu dan tidak kunjung reda. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan gejala yang serupa. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Sejak kapan Anda mengalami gejala?
  • Apakah kemunculan gejala mengikuti pola tertentu?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait sindrom Sjogren?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis sindrom Sjogren agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sjogrens-syndrome/symptoms-
causes/syc-20353216
Diakses pada 8 Oktober 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/sjogrens-syndrome/    
Diakses pada 8 Oktober 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/sjogrenssyndrome
Diakses pada 27Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email