Infeksi

Sinovitis Toksik

Diterbitkan: 03 Feb 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Sinovitis Toksik
Sinovitis toksik dapat sembuh dengan sendirinya tanpa menimbulkan kerusakan permanen.
Sinovitis toksik adalah kondisi yang ditandai dengan nyeri pinggul sementara pada anak-anak. Penyakit yang juga dikenal dengan nama sinovitis transien ini umumnya terjadi pada anak berusia 3-8 tahun, dan lebih sering terjadi pada anak laki-laki.Pada kebanyakan anak, sinovitis toksik terjadi setelah infeksi virus (seperti infeksi saluran pernapasan atas), lalu berpindah dan menetap di sendi pinggul. Kondisi ini kerap muncul sesudah anak jatuh atau mengalami cedera.Anak dengan sinovitis toksik bisa tampak pincang, mengeluhkan nyeri pada kaki dan sendi pinggul, serta enggan berjalan.Sinovitis toksik bukanlah penyakit menular. Meski membuat orang tua khawatir, kondisi ini sering membaik dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu, dan tidak menimbulkan kerusakan jangka panjang. 
Sinovitis Toksik
Dokter spesialis Anak, Ortopedi
GejalaNyeri pinggul, pincang atau berjalan berjinjit, demam
Faktor risikoAnak-anak 2-8 tahun, laki-laki, infeksi virus
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, rontgen, USG
PengobatanObat-obatan, istirahat
ObatObat antiinflamasi nonsteroid, paracetamol
Kapan harus ke dokter?Nyeri pinggul tanpa sebab, demam tinggi dan nyeri lebih dari 10 hari, demam atau nyeri memburuk meski sudah mengonsumsi obat
Secara umum, gejala sinovitis toksik bisa berupa:

Nyeri pinggul

Nyeri pinggul adalah gejala paling umum dari sinovitis toksik. Sakit bisa datang dan pergi di salah satu atau kedua pinggul, serta terasa ketika anak berdiri setelah duduk atau berbaring dalam waktu lama.

Gejala lain

  • Pincang atau berjalan jinjit karena tidak nyaman saat berjalan dengan cara normal
  • Nyeri di paha atau lutut, tanpa nyeri pinggul
  • Demam di bawah 38,3° C
  • Tidak mau berjalan bila nyeri terasa sangat berat
  • Lebih rewel dari biasanya
  • Bayi yang menangis, terutama saat menggerakkan pinggul, gerakan merangkak yang tidak normal, atau sama sekali tidak mau dan tidak bisa merangkak
 
Hingga sekarang, penyebab sinovitis toksik belum diketahui secara pasti. Kondisi ini umumnya muncuk ketika ada peradangan pada sendi pinggul.Meski begitu ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko kemunculan penyakit ini. Faktor-faktor risiko sinovitis toksik ini meliputi:
  • Anak-anak berusia 2-8 tahun
  • Berjenis kelamin laki-laki
  • Mengalami infeksi virus, seperti infeksi saluran pernapasan atas
 
Untuk menentukan diagnosis sinovitis toksik, dokter akan melakukan langkah-langkah pemeriksaan berikut:
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi gerakan sendi yang menimbulkan nyeri. Misalnya dengan menggerakkan sendi pinggul, lutut, dan sendi lain.
  • Ultrasonografi (USG) pinggul

USG pinggul dilakukan untuk mengecek kondisi cairan dalam sendi, yang dapat mendeteksi ada tidaknya peradangan.
  • Rontgen pinggul

Rontgen pinggul bertujuan menyingkirkan kemungkinan penyakit lain, seperti Legg-Calve-Perthes atau slipped capital femoral epiphysis (SCFE).
  • Tes darah

Pemeriksaan ini dapat mendeteksi ada tidaknya peradangan, dan bisa berupa tes darah lengkap, tes laju endap darah (LED), serta tes C-reactive protein (CRP).Dokter juga bisa merekomendasikan tes penunjang lain yang meliputi aspirasi cairan dari sendi panggul, scan tulang, serta MRI. 
Pengobatan sinovitis toksik dilakukan untuk mengendalikan gejalanya. Terkadang radang akibat infeksi virus dapat hilang dengan sendirinya.Untuk meringan gejala, dokter bisa merekomendasikan cara mengobati sinovitis toksik di bawah ini:
  • Beristirahat

Pasien sebaiknya mengistirahatkan pinggul yang mengalami nyeri. Dengan ini, proses penyembuhan bisa lebih cepat.Aktivitas berjalan kaki mungkin masih aman untuk dilakukan, tapi pasien tidak boleh berolahraga dan dilarang membebani pinggang.
  • Obat-obatan

Dokter juga bisa menyarankan pasien untuk mengonsumsi obat pereda nyeri. Contohnya, obat golongan antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen atau naproxen.Selain mengurangi nyeri, OAINS juga bisa menangani peradangan untuk sementara. Obat ini dapat digunakan hingga empat minggu sampai inflamasi membaik.Sebagai alternatif, dokter juga dapat meresepkan obat antinyeri jenis lain. Misalnya, paracetamol.Sinovitis toksik umumnya bisa membaik dengan sendirinya, dan tidak memiliki komplikasi jangka panjang. 
Karena penyebabnya tidak diketahui, cara mencegah sinovitis toksik juga tidak tersedia. 
Segeralah periksakan anak Anda ke dokter apabila ia mengalami:
  • Nyeri pada pinggul tanpa sebab dengan/tanpa demam
  • Demam tinggi dan nyeri lebih dari 10 hari
  • Demam atau nyeri yang memburuk meski sudah megonsumsi OAINS
  • Nyeri sendi yang berlangsung lebih dari tiga minggu atau kambuh setelah anak berhenti mengonsumsi obat
  • Gejala yang tidak membaik dalam beberapa hari meski sudah minum OAINS
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang di
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang di
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang di
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.
  • Mintala keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan?
  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Apakah pasien memiliki faktor risiko terkait sinovitis toksik?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar pasien dengan gejala yang sama?
  • Apakah pasien sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah dicoba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis sinovitis toksik. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/toxic-synovitis
Diakses pada 14 Desember 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000981.htm
Diakses pada 14 Desember 2018
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322163
Diakses pada 3 Februari 2021
Children’s Hospital Colorado. https://www.childrenscolorado.org/conditions-and-advice/conditions-and-symptoms/conditions/transient-synovitis/
Diakses pada 3 Februari 2021
The Royal Children’s Hospital Melbourne. https://www.rch.org.au/kidsinfo/fact_sheets/Transient_synovitis/
Diakses pada 3 Februari 2021
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/toxic-synovitis.html
Diakses pada 3 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email