Pernapasan

Sinusitis Kronis

13 Oct 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Sinusitis Kronis
Sinusitis kronis adalah kondisi di mana rongga di sekitar saluran hidung akan meradang dan bengkak selama setidaknya 12 minggu.
Sinusitis kronis adalah kondisi di mana rongga di sekitar saluran hidung atau sinus menjadi meradang dan bengkak selama setidaknya 12 minggu, meskipun sudah diobati.Sinus adalah rongga di saluran hidung, yang letaknya ada di belakang tulang antara mata, hidung, dan pipi. Ketika terjadi peradangan di sinus, maka cairan hidung tersumbat tidak dapat keluar dan menyebabkan penumpukan lendir. Pernapasan akan terganggu dan daerah sekitar mata dan wajah akan terasa bengkak, dan mungkin mengalami nyeri.Penyebab sinusitis kronis adalah infeksi bakteri maupun virus, polip hidung, atau septum (sekat) hidung yang menyimpang. 
Sinusitis Kronis
Dokter spesialis THT
GejalaIngus yang kental dan berubah warna, hidung tersumbar, nyeri dan bengkak pada mata, pipi, hidung, atau dahi
Faktor risikoDeviasi septum, polip hidung, asma
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, endoskopi hidung, pencitraan
PengobatanSemprotan hidung berisi saline, kortikosteroid nasal, antibiotik
KomplikasiKesulitan bernapas, hilang indera penciuman, kehilangan penglihatan
Kapan harus ke dokter?Mengalami sinusitis akut yang berulang kali muncul selama kurang dari 4 minggu
Gejala sinusitis kronis di antaranya adalah:
  • Cairan hidung yang kental dan berubah warna (kehijauan atau kuning keruh) di bagian belakang tenggorokan (drainase postnasal)
  • Hidung tersumbat, sehingga menyebabkan kesulitan bernapas
  • Nyeri dan bengkak pada mata, pipi, hidung, atau dahi
  • Penurunan indra penciuman dan perasa pada orang dewasa atau batuk pada anak-anak
  • Sakit telinga
  • Sakit pada rahang atas dan gigi
  • Batuk yang memburuk pada malam hari
  • Sakit tenggorokan
  • Bau mulut
  • Kelelahan atau iritabilitas
  • Mual
 
Penyebab umum sinusitis kronis di antaranya adalah:
  • Polip hidung. Pertumbuhan jaringan dapat menutupi saluran hidung atau sinus.
  • Septum hidung menyimpang. Septum yang bengkok akan membatasi atau menutupi saluran sinus.
  • Kondisi medis lainnya. Komplikasi cystic fibrosis, gastroesophageal reflux, HIV dan penyakit autoimun lainnya dapat menyebabkan penyumbatan hidung.
  • Infeksi saluran pernapasan. Infeksi ini dapat berupa infeksi virus, bakteri atau jamur.
  • Alergi. Peradangan yang terjadi karena reaksi alergi dapat menghalangi sinus.
 
Untuk menetapkan diagnosis, dokter akan menanyakan dan mempelajari gejala yang Anda alami, serta kemungkinan adanya alergi yang memicu kondisi. Dokter juga akan memeriksa hidung, wajah, dan tenggorokan Anda. Beberapa hal yang diperhatikan oleh dokter dalam pemeriksaan fisik adalah:
  • Rasa sakit di wajah, terutama area sekitar hidung dan mata.
  • Peradangan di hidung dan tenggorokan, dan ada tidaknya lendir.
  • Polip hidung atau septum yang menyimpang.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
Tergantung pada temuan dokter atas pemeriksaan fisik, maka dokter dapat memberikan diagnosis atau merekomendasikan beberapa tes lanjutan. Tes tambahan yang dapat dilakukan antara lain adalah:
  • Endoskopi hidung

Dokter akan memasukkan selang lentur berukuran kecil ke dalam hidung untuk melihat kondisi sinus.
  • Pemeriksaan pencitraan

Pemeriksaan ini dapat memberikan gambaran jelas mengenai struktur tulang hidung dan kondisi sinus. Contohnya, rontgen, CT scan, atau MRI.Hasil gambar CT scan dan MRI juga dapat berguna untuk mendeteksi adanya peradangan yang mungkin tidak terdeteksi hanya dengan pemeriksaan endoskopi.
  • Kultur lendir dari hidung dan sinus

Tes ini biasanya hanya akan dilakukan apabila pengobatan yang Anda jalani tidak menunjukkan perbaikan kondisi. Dokter akan mengambil sampel dari dalam hidung, untuk melihat apakah salah satu bakteri atau jamur yang menyebabkan keluhan Anda.
  • Tes alergi

Alergi cukup sering menyebabkan sinusitis, maka tes alergi akan dilakukan apabila dokter mencurigai hal ini sebagai pemicu kondisi Anda. Tes kulit alergi merupakan metode yang aman dan cepat untuk mendeteksi alergen yang menyebabkan terjadinya peradangan hidung. 
Tujuan pengobatan sinusitis kronis adalah:
  • Mengurangi peradangan sinus
  • Memperlancar saluran hidung
  • Menghilangkan penyebab dasar
  • Mengurangi radang sinusitis
Perawatan sinusitis termasuk:
  • Semprotan hidung berisi saline

    Semprotan ini digunakan beberapa kali sehari untuk membilas saluran hidung
  • Semprotan hidung berisi kortikosteroid

Semprotan hidung ini dapat membantu dalam mencegah dan mengobati peradangan.
  • Kortikosteroid oral (minum) atau suntik

Obat ini digunakan untuk meredakan peradangan dari sinusitus berat, terutama jika seseorang memiliki polip hidung.Kortikosteroid oral dapat mengakibatkan efek samping yang serius apabila digunakan secara jangka panjang. Oleh karena itu, penggunaan obat jenis ini hanya direkomendasikan untuk  mengatasi sinusitis berat, dan harus digunakan dalam pengawasan dokter.
  • Antibiotik

Pengobatan antibiotik terkadang diperlukan apabila sinusitis Anda disebabkan oleh infeksi bakteri. Dokter yang memeriksa Anda akan memberikan anjuran mengenai penggunaan antibiotik apabila ini diperlukan.
  • Imunoterapi

Jika alergi berkontribusi pada sinusitis.
  • Operasi

Operasi sinus endoskopik dapat dijadikan opsi, terutama apabila regimen perawatan dan obat tidak memberikan hasil yang baik. Tujuan dari operasi ini antara lain adalah untuk memperbesar saluran drainase, atau menghilangkan polip yang menyumbat rongga hidung. 

Komplikasi sinusitis kronis

Jika tidak ditangani dengan benar, penyakit ini bisa memicu komplikasi berupa:
  • Kesulitan bernapas
  • Kehilangan indera penciuman secara permanen akibat kerusakan pada saraf penciuman
  • Gangguan penglihatan,bahkan kebutaan jika infeksi menyebar ke mata
  • Meningitis
  • Penyebaran infeksi ke kulit atau tulang
 
Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena sinusitis kronis adalah:
  • Menghindari infeksi saluran pernapasan atas dengan meminimalisir kontak dengan orang-orang yang terkena flu, serta mencuci tangan secara rutin dengan sabun.
  • Mengelola alergi. Diskusikan dengan dokter tentang cara mengelola alergi.
  • Menghindari asap rokok dan udara yang tercemar. Asap rokok dan polutan lainnya dapat mengiritasi dan membahayakan paru-paru dan saluran hidung.
  • Menggunakan humidifier (pelembab ruangan). Gunakan humidifier untuk melembabkan udara ruangan rumah.
 
Jika Anda memiliki sinusitis akut yang berulang-ulang kurang dari empat minggu, Anda dapat dirujuk ke spesialis THT untuk evaluasi dan perawatan. Temui dokter jika Anda:
  • Anda sudah mengalami sinusitis beberapa kali, dan pengobatan yang Anda jalani tidak bekerja dengan baik
  • Anda mengalami sinusitis yang berlangsung lebih dari tujuh hari
  • Gejala yang Anda alami tidak membaik setelah menemui dokter
  • Demam tinggi
  • Pembengkakan atau kemerahan di sekitar mata Anda
  • Sakit kepala
  • Kebingungan
  • Kaku pada leher
 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait sinus kronis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis sinus kronis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chronic-sinusitis/symptoms-causes/syc-20351661
Diakses pada 13 Oktober 2021
Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/chronic-sinusitis-in-adults-a-to-z
Diakses pada 13 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email