Penyakit Lainnya

Skoliosis

Diterbitkan: 11 Dec 2020 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Skoliosis
Skoliosis dapat memicu tulang belakang yang melengkung
Skoliosis adalah kondisi tulang belakang yang melengkung abnormal ke samping dan membentuk huruf C atau S. Sekitar 80 persen dari kasus gangguan tulang ini tidak diketahui penyebabnya.Penyakit skoliosis dapat terjadi pada semua orang dari segala usia. Tetapi kondisi ini paling sering terjadi pada anak berusia 10-15 tahun.Skoliosis ringan umumnya tidak memerlukan pengobatan. Penanganan baru diperlukan untuk memperbaiki kondisi yang cukup parah.Kondisi penderita akan dipantau secara berkala untuk mendeteksi tingkat keparahan skoliosis. Jika makin memburuk, tindakan operasi mungkin dibutuhkan.Jika terus dibiarkan dan tidak diobati, skoliosis dapat menyebabkan kelumpuhan. Skoliosis yang parah juga bisa mengganggu kinerja paru-paru dalam melaksanakan tugasnya. 
Skoliosis
Dokter spesialis Ortopedi
GejalaTulang belakang melengkung, bahu tidak rata, tulang belikat menonjol
Faktor risikoUsia, jenis kelamin, riwayat keluarga
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, rontgen, CT scan
PengobatanPenyangga punggung, gips, operasi
ObatParacetamol, ibuprofen, steroid
KomplikasiKerusakan paru-paru dan jantung, nyeri punggung, postur tubuh yang buruk
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala skoliosis
Terdapat beberapa gejala skoliosis yang bisa dijadikan tanda kehadiran penyakit ini.
  • Tulang belakang terlihat melengkung, misalnya membentuk huruf C atau S
  • Posisi tubuh yang condong ke salah satu sisi
  • Posisi bahu tidak sejajar atau tidak rata
  • Panggul yang tinggi sebelah
  • Salah satu tulang belikat yang tampak mencuat
  • Pakaian sering tidak pas di tubuh
  • Tulang belakang berputar
  • Sesak napas
  • Pada penderita dewasa, skoliosis umumnya disertai dengan sakit punggung
 
Pada umumnya, penyebab skoliosis tidak diketahui dengan jelas. Kelainan tulang ini diduga berkaitan dengan faktor keturunan, postur tubuh yang buruk, olahraga, atau diet tertentu.Selain itu, beberapa hal di bawah ini diperkirakan menjadi penyebab skoliosis:
  • Kelainan saraf atau otot seperti pada cerebral palsy atau distrofi otot
  • Tulang belakang tidak terbentuk dengan baik sejak dalam rahim
  • Cedera atau infeksi pada tulang belakang
  • Tulang belakang mengalami aus atau penyusutan karena faktor usia
 

Faktor risiko skoliosis

Beberapa faktor risiko di bawah ini bisa membuat seseorang lebih berpeluang mendapat gangguan ini.
  • Usia

Makin tua usia seseorang, risiko skoliosis akan makin tinggi. Umumnya, gejala akan mulai muncul pada masa percepatan pertumbuhan sebelum pubertas.
  • Jenis kelamin

Skoliosis ringan bisa menimpa pria wan wanita dengan risiko yang sama besar. Namun, anak perempuan ternyata memiliki risiko lebih besar untuk terkena skoliosis yang parah.
  • Riwayat keluarga

Orang dengan keluarga kandung yang mengalami skoliosis berisiko lebih besar untuk terkena gangguan yang sama. Tapi patut dicatat bahwa kebanyakan anak yang menderita kondisi ini tidak memiliki keluarga dengan riwayat serupa. 

Jenis-jenis skoliosis

Berdasarkan penyebabnya, skoliosis yang sering terjadi dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis di bawah ini:

1. Skoliosis idiopatik

Skoliosis idiopatik merupakan jenis yang penyebabnya tidak diketahui secara pasti. Kondisi ini paling sering ditemukan.Jenis skoliosis ini kemudian dibagi lagi dalam beberapa kelompok di bawah ini berdasarkan umur penderitanya:
  • Bayi: usia 0 hingga 3 tahun
  • Anak-anak: usia 4 hingga 10 tahun
  • Remaja: usia 11 hingga 18 tahun
  • Dewasa: usia 18 tahun ke atas

2. Skoliosis bawaan

Skoliosis bawaan disebabkan oleh bawaan lahir.

3. Skoliosis neurologis

Skoliosis neuroligis terjadi karena kelainan saraf, yang mempengaruhi tulang belakang. Akibatnya, penderita mengalami pertumbuhan yang tak normal.Jenis skoliosis ini dibagi lagi dalam dua tipe di bawah ini berdasarkan tingkat keparahannya:
  • Skoliosis struktural

Skoliosis struktural bersifat permanen. Melengkungnya tulang belakang bisa disebabkan oleh penyakit, cedera, atau cacat lahir.
  • Skoliosis nonstruktural

Skoliosis nonstruktural umumnya hanya bersifat sementara dan bisa diperbaiki. 
Diagnosis skoliosis biasanya dapat ditentukan melalui beberapa tindakan di bawah ini:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien serta keluarga.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa punggung dengan seksama. Pasien akan disuruh untuk berdiri dengan tangan di samping tubuh guna mendeteksi lengkungan pada tulang belakang dan keseimbangan bahu serta pinggang pasien.Pasien kemudian diminta membungkuk guna mengetahui ada tidaknya lengkungan di punggung atas dan bawah.
  • Rontgen

Pemindaian dengan sinar X ini bertujuan memberikan gambaran utuh tulang belakang pasein.
  • MRI

Pemindaian MRI dipakai guna mengetahui secara rinci kondisi tulang dan jaringan yang ada di sekitarnya.
  • CT scan

Untuk mendapat gambaran utuh tubuh dari berbagai sudut secara tiga dimensi, metode pemeriksaan yang bisa digunakan adalah CT scan.
  • Scan tulang

Scan tulang memanfaatkan larutan radioaktif yang akan disuntikkan ke dalam pembuluh darah pasien. Zat ini biasanya akan berkumpul di area dengan tingkat sirkulasi tinggi, yang menandakan adanya kelainan pada tulang. 
Cara mengobati skoliosis akan tergantung pada seberapa parah kondisi, usia pasien, bentuk lengkungan, lokasi lengkungan, dan pertumbuhan tulang. Beberapa cara yang bisa diakukan antara lain:

1. Penanganan skoliosis pada anak-anak dan remaja

  • Pemantauan kondisi

Jika skoliosis terjadi pada bayi, kemungkinan tidak dibutuhkan perawatan khusus. Tulang bayi masih tumbuh, sehingga lengkungan masih bisa diperbaiki.Namun bila lengkungan tulang tidak kunjung membaik, pemantauan secara saksama akan disarankan oleh dokter.Itulah kenapa penderita harus selalu dipantau secara rutin guna mengetahui perkembangan kondisinya. Pemeriksaan rutin juga perlu dilakukan pada anak-anak dengan kondisi ringan.
  • Gips

Memakai gips direkomendasikan untuk balita dan anak-anak dengan skoliosis. Gips berujuan membantu untuk meluruskan tulang yang sedang tumbuh agar kembali normal. Alat ini harus terus dipakai dan diganti tiap beberapa bulan.
  • Penyangga punggung

Jika lekukan tulang belakang makin parah, penggunaan penyangga punggung bisa dianjurkan. Meski tidak memperbaiki skoliosis, alat ini dapat mencegah kondisi makin buruk.Alat ini akan didesain sesuai dengan bentuk tubuh pasien dan penggunaannya tidak akan mengganggu aktivitas mereka.
  • Operasi

Pada anak-anak di bawah 10 tahun, operasi dapat dilakukan untuk memasukkan tongkat khusus di samping tulang belakang. Langkah ini bertujuan agar lengkungan tulang punggung tidak makin parah.Batang besi akan ditambah sepanjang pertumbuhan sang anak. Setelah anak berhenti tumbuh, batang ini akan dilepas dan operasi terakhir dilakukan guna meluruskan tulang belakang.Pada remaja dan orang dewasa yang pertumbuhan tulangnya telah berhenti, operasi fusi tulang belakang dapat disarankan. Tulang belakang akan diluruskan memakai batang logam, sekrup, kait, atau kabel.

2. Penanganan skoliosis pada orang dewasa

  • Obat antinyeri

Nyeri punggung akibat skoliosis pada orang dewasa bisa dibantu dengan obat penghilang nyeri. Ibuprofen biasanya direkomendasikan untuk meredakan nyeri obat ini. Namun pasien sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat obat yang tepat.
  • Olahraga

Olahraga teratur bisa memperkuat otot dan mengurangi nyeri punggung. Berat badan juga akan terkendali, sehingga mengurangi tekanan pada tulang punggung.
  • Suntik obat

Suntikan steroid atau anestesi lokal mungkin dibutuhkan untuk mengurangi rasa nyeri. Hanya saja, suntikan ini bukan solusi jangka panjang karena efeknya cuma bisa bertahan selama beberapa hari.
  • Penyangga punggung

Penyangga punggung jarang digunakan pada orang dewasa. Tapi penggunaannya bisa membuat nyeri punggung mereda.Alat penyangga punggung merupakan alternatif operasi jika kondisi fisik pasien tidak cukup sehat.
  • Operasi

Umumnya, orang dewasa dengan skoliosis tidak memerlukan operasi. Namun jika gejala makin parah, nyeri kian terasa, dan perawatan lain tidak membantu, pembedahan bisa menjadi pilihan pengobatan.Operasi yang bisa dilakukan meliputi laminektomi, diskektomi, atau fusi tulang belakang. Dalam banyak kasus, operasi biasanya menggunakan kombinasi dari metode-metode tersebut. 

Komplikasi skoliosis

Komplikasi skoliosis dapat terjadi jika gangguan ini sudah parah. Adapun komplikasi yang mungkin terjadi adalah:
  • Kerusakan paru-paru dan jantung

Skkoliosis yang parah bisa membuat tulang rusuk menekan paru-paru dan jantung. Akibatnya, penderita daapat mengalami kesulitan bernapas dan jantung yang tidak mampu memompa darah dengan baik.
  • Masalah punggung

Orang yang menderita skoliosis saat masih kecil, memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami nyeri punggung kronis.
  • Gangguan penampilan

Memburuknya skoliosis bisa menyebabkan perubahan postur tubuh. Misalnya, pada bentuk pinggul, bahu, tulang rusuk, dan pinggang penderita. Kondisi ini lalu dapat menyebabkan penderita mengalami krisis kepercayaan diri. 
Karena penyebabnya tidak diketahui, cara mencegah skoliosis juga belum tersedia.
Konsultasikan dengan dokter jika Anda mencurigai Anda atau anak Anda mengalami gejala skoliosis. Skoliosis ringan dapat berkembang tanpa diketahui penderitanya. Pasalnya, kondisi ini muncul secara bertahap dan biasanya tidak menyebabkan rasa sakit. Pasien justru sering mengetahuinya dari orang lain. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang  dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait skoliosis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis skoliosis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Family Dctor. https://familydoctor.org/condition/scoliosis/
Diakses pada 6 Desember 2018
Healthline. https://www.healthline.com/symptom/scoliosis
Diakses pada 6 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/scoliosis/symptoms-causes/syc-20350716
Diakses pada 6 Desember 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/scoliosis/
Diakses pada 6 Desember 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email