Saraf

Spina Bifida

Diterbitkan: 11 Dec 2020 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Spina Bifida
Spina bifida menyebabkan kecacatan pada saraf tulang belakang dan tulang belakang
Spina bifida adalah salah satu bentuk kecacatan pada saluran neuralis (neural tube defects) alias cacat tabung saraf. Tuba (saluran) neuralis atau tabung saraf merupakan struktur embrionik yang berkembang menjadi otak dan saraf tulang belakang serta jaringan sekitarnya.Saluran neuralis biasanya terbentuk di awal kehamilan dan menutup pada hari ke-28 setelah pembuahan. Spina bifida terjadi karena adanya bagian dari tabung saraf yang gagal berkembang atau menutup dengan tepat.Kondisi ini menyebabkan kecacatan pada saraf tulang belakang dan tulang belakang. Keparahan spina bifida bervariasi mulai ringan hingga berat, tergantung pada jenis kecacatan, ukuran, lokasi, dan komplikasi. 

Jenis-jenis spina bifida

Spina bifida memiliki beberapa jenis di bawah ini:
  • Spina bifida occulta

Spina bifida occulta merupakan jenis yang jarang diketahui. Untuk mendeteksinya, penderita harus menjalani pemeriksaan pencitraan seperti CT scan. Beruntung, kondisi ini termasuk tipe spina bifida yang paling ringan dari yang lain.
  • Meningocele

Jenis meningocele adalah tipe spina bifida yang memicu membran pelindung di sekitar saraf tulang belakang mendorong celah di punggung bayi, lalu membentuk kantong.Kantong tersebut akan terlihat dari luar dan berisi cairan, namun tidak ada saraf di dalamnya. Hanya saja, komplikasi bisa saja terjadi pada spina bifida jenis ini.
  • Myelomeningocele

Myelomeningocele juga dikenal sebagai istilah spina bifida terbuka dan merupakan jenis yang paling parah. Pada kondisi ini, akan ada kantong pada punggung bayi.Kantong tersebut berisi sebagian saraf dan bisa muncul pada ruas tulang belakang manapun. Akibatnya, saraf rentan mengalami kerusakan dan sang bayi berisiko tinggi mengalami infeksi berbahaya. 
Spina Bifida
Dokter spesialis Anak
GejalaSudah terlihat sejak lahir, kantong di punggung bayi, kelemahan pada kaki.
Faktor risikoKekurangan folat, riwayat keluarga cacat tabung saraf, ibu dengan diabetes
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, USG kandung kemih dan ginjal, tes pencitraan
PengobatanFisioterapi, alat bantu gerak, operasi
KomplikasiCacat fisik, masalah berjalan, gangguan mobilitas
Kapan harus ke dokter?Mengalami spina bifida pada saat lahir.
Gejala spina bifida bisa berbeda-beda pada tiap penderita. Pasalnya, jenisnya juga beragam. Apa sajakah itu?

Gejala spina bifida occulta

  • Terdapat celah di antara tulang belakang
  • Tidak terlihat dari luar
  • Tidak ada kantong berisi cairan di punggung
  • Muncul tanda lahir atau lesung pipit di punggung
  • Tumbuh rambut di punggung
  • Lemak ekstra pada punggung

Gejala meningocele

  • Saluran tulang belakang bagian tengah dan bawah yang terbuka
  • Muncul kantong muncul di punggung karena selaput dan sumsum tulang belakang yang terdorong keluar
  • Kelemahan atau kelumpuhan pada otot kaki
  • Kejang-kejang
  • Kaki mengalami kecacatan
  • Pinggul yang tidak rata
  • Tulang belakang melengkung seperti huruf C atau S (skoliosis)
  • Gangguan pada usus dan kandung kemih

Gejala myelomeningocele

  • Adanya lubang kecil di punggung
  • Adanya kantong di punggung yang terlihat sejak bayi
  • Membran yang keluar dari celah di tulang belakang dan masuk ke kantong
  • Perkembangan yang wajar pada sumsum tulang belakang
 
Penyebab spina bifida tidak diketahui hingga sekarang. Tetapi ada sejumlah faktor dikatakan dapat meningkatkan kemungkinan bayi mengalami kondisi ini.Faktor-faktor risiko spina bifida tersebut meliputi:
  • Tidak mendapatkan asupan asam folat yang cukup selama hamil
  • Memiliki keluarga dengan riwayat spina bifida
  • Mengonsumsi obat tertentu selama kehamilan
  • Ibu hamil yang memiliki gula darah tak terkontrol (diabetes)
  • Berat badan berlebih sejak sebelum hamil
  • Memiliki suhu badan yang meningkat di awal kehamilan
Baca Juga: Ternyata, Berat Badan Ideal Sebelum Hamil Berpengaruh pada ASI Ibu 
Diagnosis spina bifida bisa dilakukan melalui tes prenatal. Mulai dari tes darah hingga ultrasonografi (USG).Selain mendeteksi spina bifida, pemeriksaan kehamilan juga bertujuan memeriksa ada tidaknya kecacatan pada janin. Meski demikian, harus digarisbawahi bahwa hasil tes selama hamil tersebut belum tentu akurat 100 persen dalam mengetahui kondisi janin, termasuk spina bifida.Sebagian besar ibu hamil dengan tes darah positif spina bifida dapat melahirkan anak yang normal. Sementara pada ibu hamil yang tes darahnya negatif, sang anak tetap memiliki risiko spina bifida.Oleh sebab itu, para ahli masih terus mengembangkan metode deteksi spina bifida agar lebih akurat. Untuk mempelajari tes prenatal dan risiko spina bifida dengan lebih rinci, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kandungan. 
Cara mengobati spina bifida akan tergantung pada jenis yang dialami dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Penanganan yang bisa dianjurkan oleh dokter dapat berupa:
  • Operasi untuk memperbaiki tulang belakang
  • Operasi untuk menyingkirkan cairan berlebih pada bayi yang menderita hidrosefalus
  • Operasi bedah korektif (bedah ortopedi) bagi pasien yang mengalami gangguan perkembangan tulang, seperti dislokasi pinggul atau clubfoot
  • Fisioterapi dan terapi okupasi agar pasien bisa beraktivitas secara mandiri
  • Alat bantu gerak seperti kursi roda bagi penderita yang mengalami kelumpuhan pada kaki
  • Penanganan masalah kandung kemih, seperti antibiotik, obat pengendur kandung kemih, kateter, hingga operasi
  • Pengobatan gangguan usus besar, seperti obat pencahar, perangsang gerakan usus, serta operasi kolostomi
Dengan perawatan yang tepat disertai bantuan lain, banyak anak dengan spina bifida yang mampu bertahan hingga tumbuh dewasa, bahkan dapat hidup dengan mandiri. 

Komplikasi spina bifida

Komplikasi spina bifida, terutama tipe meningomyelocele, adalah malformasi Arnold Chairi II. Kondisi ini merupakan cacat struktural pada otak kecil. Padahal, otak kecil berfungsi mengatur keseimbangan tubuh.Sementara komplikasi lain yang mungkin muncul adalah kaki yang lemah, sehingga tidak berfungsi normal. Penderita juga dapat mengalami masalah pada kandung kemih dan usus besar, serta hidrosefalus. 
Karena penyebabnya belum diketahui secara pasti, cara mencegah spina bifida juga belum tersedia secara spesifik. Namun beberapa langkah di bawah ini dapat dilakukan untuk menurunkan risikonya:
  • Mencukupi kebutuhan asam folat sebelum dan selama hamil, baik konsumsi makanan sumber asam folat maupun suplemen dari dokter
  • Jika harus mengonsumsi obat selama hamil, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu
  • Bila mengidap diabetes, pastikan Anda menanganinya agar kadar gula darah tetap stabil sebelum maupun selama kehamilan
  • Pada ibu hamil dengan berat badan berlebih, terapkan pola makan sehat dan lakukan olahraga ibu hamil sesuai dengan anjuran dokter
  • Jaga agar tubuh tidak mengalami kenaikan suhu secara drastis, contohnya jangan berendam atau mandi air panas atau melakukan sauna, serta segera turunkan demam bila mengalaminya
Baca Juga: Berbagai Gerakan Yoga Ibu Hamil yang Aman Dilakukan 
Spina bifida umumnya dapat terdeteksi ketika bayi lahir. Namun kondisi ini juga terkadang baru diketahui setelah bayi berkembang.Karena itu, segera konsultasikan ke dokter apabila anak Anda mengalami gejala spina bifida atau keluhan yang mencurigakan.Penderita spina bifida membutuhkan perawatan dan pengawasan lebih lanjut. Dokter akan memantau pertumbuhan, kebutuhan vaksin, serta masalah kesehatan secara umum pada pasien.Keluarga merupakan bagian penting dari proses perawatan dan pengawasan tersebut. Mereka harus belajar untuk membantu penderita agar bisa menjalankan aktivitas, sehingga dapat memiliki hidup yang lebih berkualitas. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien dan ibu saat mengandung. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh ibu selama hamil.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait spina bifida?
  • Apakah ada sejarah keluarga dengan spina bifida?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis spina bifida agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/spina-bifida/symptoms-causes/syc-20377860
Diakses pada 18 Oktober 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/spina-bifida/
Diakses pada 18 Oktober 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/spina-bifida
Diakses pada 9 Desember 2020
The Children’s Hospital at Montefiore. https://www.cham.org/specialties-and-programs/neurosurgery/conditions/spina-bifida-myelomengocele/
Diakses pada 9 Desember 2020
WebMD. https://www.webmd.com/brain/chiari-malformation-symptoms-types-treatment#1
Diakses pada 9 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email