Infeksi

Strongyloidiasis

Diterbitkan: 30 Dec 2020 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Strongyloidiasis
Strongyloidiasis disebabkan oleh cacing gelang atau nematoda
Strongyloidiasis adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing gelang atau nematoda. Cacing gelang bernama Strongyloides stercoralis merupakan penyebab utama infeksi ini pada manusia.Selain manusia, S. stercoralis  juga bisa menginfeksi hewan, seperti monyet, anjing, dan kucing. Jenis cacing yang memicu infeksi pada anjing dan monyet juga bisa menyebabkan infeksi pada manusia.Sementara para pakar belum bisa membuktikan dengan jelas mengenai jenis parasit pada kucing bisa menyebabkan infeksi pada manusia atau tidak.Cacing S. stercoralis umumnya berkembang biak pada cuaca hangat. Negara tropis dan subtropis biasa menjadi tempat ditemukannya cacing ini, khususnya di wilayah pedesaan.Cara utama penularan S. stercoralis adalah melalui kontak kulit dengan tanah yang mengandung larva cacing ini. Larva bisa menembus kulit, lalu menuju tinggal dalam tubuh inangnya.Cacing ini bahkan dapat menetaskan telurnya dalam usus inangnya. Meski sebagian cacing bisa dikeluarkan lewat tinja, sebagian lainnya akan kembali berkembang biak dan menginfeksi inangnya. 
Strongyloidiasis
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaSakit perut atas, batuk kering, diare
Faktor risikoBerjalan di tanah tanpa alas kaki, tinggal di desa dengan sanitasi buruk, kebersihan diri tidak terjaga
Metode diagnosisAspirasi duodenum, kultur dahak, pemeriksaan feses
PengobatanObat anticacing
ObatIvermectin, thiabendazole, albendazole
KomplikasiMalnutrisi, penyebaran infeksi, pneumonia eosinofilik
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala strongyloidiasis
Strongyloidiasis termasuk kondisi ini termasuk kategori asimtomatik. Asimtomatik berarti penyakit yang tidak menimbulkan gejala.Namun ada pula sebagian penderita yang mungkin mengalami keluhan tertentu. Bila ada, gejala strongyloidiasis yang paling umum dapat berupa:
  • Sakit pada area perut bagian atas
  • Batuk kering
  • Diare
  • Ruam kemerahan di dekat anus yang terus kambuh
  • Muntah
  • Penurunan berat badan
Meski jarang, beberapa penderita juga bisa mengalami radang sendi, masalah ginjal, dan jantung. 
Penyebab strongyloidiasis adalah cacing gelang bernama Strongyloides stercoralis. Sebagian besar anggota dari genus ini merupakan nematoda mikroba yang hidup di tanah. 

Faktor risiko strongyloidiasis

Ada beberapa faktor yang dikatakan dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mengalami strongyloidiasis. Faktor-faktor risiko ini meliputi:
  • Tinggal atau bepergian ke negara di wilayah tropis atau subtropis
  • Bepergian ke wilayah pedesaan dengan sanitasi yang buruk
  • Sering berjalan tanpa alas kaki
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Kebersihan diri yang tidak terjaga dengan baik
 
Diagnosis strongyloidiasis dapat tipastikan dengan langkah-langkah berikut:
  • Pemeriksaan sampel feses

Dokter akan meminta pasien untuk menyiapkan sampel feses atau tinja. Sampel ini kemudian diperiksa di lamoratorium untuk mendeteksi ada tidaknya telur dan parasit.Penderita mungkin harus mengulang pemeriksaan ini guna mendapatkan hasil yang akurat.
  • Aspirasi duodenum

Pada aspirasi duodenum, dokter akan mengambil cairan dari dalam usus dua belas jari (duodenum) dan usus halus. Cairan ini akan diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat ada tidaknya S. stercoralis.
  • Tes darah lengkap

Tes darah lengkap dapat membantu dokter untuk menyingkirkan penyebab lain dari gejala yang dialami oleh pasien.
  • Pemeriksaan antigen darah

Pemeriksaan antigen darah dapat membantu dokter untuk mencari antigen S. stercoralis. Tes ini dilakukan ketika dokter mencurigai bahwa pasien memiliki infeksi, tapi tidak menemukan parasit dalam usus dua belas jari atau fesesnya.Hanya saja, pemeriksaan antigen darah tidak dapat membedakan infeksi yang sudah berlalu dengan infeksi yang baru terjadi.
  • Kultur dahak

Dokter dapat menggunakan kultur dahak (sputum culture) untuk menganalisis cairan dari paru-paru atau saluran pernapasan pasien. Tujuan analisis ini adalah mencari keberadaan S. stercoralis. 
Pengobatan strongyloidiasis bertujuan menghilangkan infeksi, menurunkan risiko infeksi yang mengancam jiwa, dan mencegah komplikasi.Cara mengobati strongyloidiasis dari dokter umumnya berupa pemberian obat berupa obat antelmintik. Obat ini akan membunuht cacing dalam tubuh manusia, sehingga bisa dikeluarkan lewat tinja.Beberapa jenis obat anthelmintik tersebut meliputi:
  • Ivermectin

Untuk pasien yang mengalami hiperinfeksi dan infeksi yang telah menyebar luas dalam tubuh, dokter akan meresepkan ivermectin.
  • Obat lain

Dokter juga bisa memberikan obat albendazole, mebendazole, atau thiabendazole. 

Komplikasi strongyloidiasis

Komplikasi strongyloidiasis yang bisa terjadi antara lain:
  • Infeksi yang menyebar luas dalam tubuh dan hiperinfeksi, terutama pada penderita dengan sistem imun rendah (seperti penderita HIV)
  • Pneumonia eosinofilik, yakni penumpukan sel darah putih (aesinofil) dalam paru-paru
  • Malnutrisi akibat gangguan penyerapan nutrisi dalam saluran cerna
Strongyloidiasis juga bisa berakibat fatal dan mengancam jiwa jika dialami oleh orang yang:
  • Mengonsumsi kortikosteroid untuk mengatasi asma atau penyakit paru obstruktif (PPOK), lupus, asam urat, dan lain-lain
  • Mengalami infeksi virus HTLV-1
  • Menderita kanker tertentu, seperti leukimia atau limfoma
  • Pernah menjalani operasi transplantasi organ
  • Mengalami malnutrisi
  • Mengidap diabetes
  • Berusia lanjut
  • Mengonsumsi alkohol dalam jangka panjang
  • Mengalami penyakit ginjal stadium akhir atau gagal ginjal kronis
 
Hingga kini, cara mencegah strongyloidiasis yang efektif belum ditemukan. Kabar baiknya, menjaga kebersihan diri dan lingkungan dikatakan mampu menurunkan risikonya.Oleh karena itu, terapkan langkah-langkah untuk mempertahankan kebersihan dengan saksama. Misalnya, rajin mencuci tangan serta membangun sistem pembuangan kotoran manusia dengan baik. 
Hubungi dokter jika mengalami gejala yang mengarah pada strongyloidiasis. Jangan menunggu hingga keluhan semakin parah. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait strongyloidiasis?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis strongyloidiasis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
CDC. https://www.cdc.gov/parasites/strongyloides/gen_info/faqs.html
Diakses pada 2 Januari 2019
Drugs. https://www.drugs.com/condition/strongyloidiasis.html
Diakses pada 2 Januari 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/strongyloidiasis#outlook
Diakses pada 2 Januari 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000630.htm
Diakses pada 2 Januari 2019
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/229312-overview#a3
Diakses pada 30 Desember 2020
WHO. https://www.who.int/intestinal_worms/epidemiology/strongyloidiasis/en/
Diakses pada 30 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email