Pernapasan

Suara Serak

02 Jun 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Suara Serak
Suara serak dapat menjadi gejala penyakit lain seperti laringitis atau peradangan pada pita suara.
Suara serak adalah perubahan suara menjadi tidak normal. Keadaan ini biasa juga dinamakan dengan disfonia. Kondisi ini sering muncul bersamaan dengan radang tenggorokan, tenggorokan kering, atau tenggorokan gatal.Ketika menderita kondisi demikian, suara seseorang akan terdengar seperti lebih kasar, tidak seperti biasanya. Suara menjadi serak merupakan salah satu gejala yang dapat muncul pada peradangan laring (laringitis) atau gangguan pada kotak suara.Selain menjadi indikasi dari peradangan laring, suara menjadi serak juga kadang menjadi pertanda adanya kondisi medis serius yang melatarinya. Hal tersebut terutama jika gejala ini tidak hilang setelah beberapa hari. Kondisi ini umumnya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu singkat. 
Suara Serak
Dokter spesialis THT
GejalaSuara yang serak
Faktor risikoPaparan asap rokok, sering berteriak, alergi
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, endoskopi
PengobatanMengistirahatkan suara, obat-obatan, operasi
ObatAntibiotik, antasida, proton pump inhibitor
Kapan harus ke dokter?Mengalami suara serak disertai gejala flu, sulit menelan, hingga kesulitan bernapas
Gejala suara serak bisa terdengar dari adanya perubahan pada nada dan volume suara. Kualitas suara juga akan terasa serak dan kasar.Seberapa cepat serangan dan gejala yang muncul kemungkinan akan berbeda sesuai dengan kondisi medis yang mendasarinya. 
Penyebab suara serak umumnya adalah infeksi virus pada saluran pernapasan bagian atas. Namun ada pula beragam faktor risiko suara serak. Di antaranya meliputi:
  • Acid reflux yaitu ketika asam lambung mengalir naik (refluks) ke kerongkongan
  • Merokok
  • Minum minuman berkafein dan beralkohol
  • Teriak, bernyanyi, atau terlalu sering menggunakan pita suara
  • Alergi
  • Menghirup zat beracun
  • Batuk berlebihan
  • Polip (benjolan) pada pita suara
  • Kanker tenggorokan, tiroid, atau paru-paru
  • Trauma pada tenggorokan, misalnya saat pemasangan atau pelepasan tabung alat bantu pernafasan
  • Pelebaran abnormal pada pembuluh darah besar jantung (aneurisma aorta)
  • Kondisi saraf yang melemahkan otot-otot laring di tenggorokan
  • Radang tenggorokan
  • Perdarahan pada lipatan vokal
  • Lipatan vokal mengalami kelumpuhan
  • Penyakit atau gangguan neurologis
  • Kanker laring
  • Papillomatosis laring
  • Disfonia ketegangan otot
 
Dokter akan bertanya tentang riwayat kesehatan pasien dan berapa lama pasien telah mengalami suara serak. Jika diperlukan, dokter akan merujuk pasien ke dokter spesialis THT.Pertama-tama, dokter mungkin akan menanyakan sejumlah pertanyaan yang meliputi:
  • Berapa lama kondisi ini dialami?
  • Gejala yang muncul bersifat mendadak atau bertahap?
  • Pernahkah mengalami ISPA sebelumnya?
  • Adakah gejala lain yang dialami?
  • Apakah Anda merokok?
  • Berapa lama Anda merokok?
  • Apakah Anda juga minum alkohol?
Dokter spesialis THT dapat menggunakan endoskopi (tabung lentur dengan lampu dan kamera kecil yang dimasukkan ke laring) untuk mendapatkan tampilan yang lebih baik dari pita suara.Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan tes khusus untuk mengevaluasi suara atau aliran udara vokal. Jika dokter mengkhawatirkan adanya kondisi serius dibalik suara yang menjadi sesak, beberapa tes di bawah ini mungkin dilakukan:
  • Biopsi
  • CT scan
  • MRI
 
Pengobatan suara serak tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Berikut beberapa cara menghilangkan suara serak:
  • Istirahat dan minum air dilakukan guna mengobati kondisi yang disebabkan pemakaian suara berlebihan
  • Konsumsi obat flu jika disebabkan oleh infeksi flu dan sinus.
  • Jika disebabkan perdarahan pada lipatan vokal, maka istirahatkan penggunaan suara
  • Untuk penyebab berupa penyakit neurologis aneka pengobatan akan disesuaikan dengan penyakit yang diderita
  • Prosedur THT sederhana bisa digunakan jika penyebabnya adalah kelumpuhan lipatan vokal
  • Kemoterapi, radiasi, imunoterapi, dan pembedahan bisa digunakan sebagai pengobatan suara yang menjadi serak yang disebabkan kanker laring
  • Papilomatosis laring bisa diatasi dengan operasi bedah dan pembersihan saluran udara
  • Jika disebabkan disfonia ketegangan otot maka bisa dilakukan observasi dan terapi suara oleh ahli patologi wicara-bahasa
  • Laringitis akut yang disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan atas biasanya akan membaik dengan sendirinya
  • Mengistirahatkan suara juga disarankan untuk menghindari iritasi atau cedera lebih lanjut pada pita suara
  • Antibiotik (tidak direkomendasikan untuk sebagian besar kasus laringitis akut yang disebabkan oleh virus)
  • Berhenti merokok sangat disarankan
  • Obat untuk refluks gastroesofageal (GERD) atau alergi
  • Operasi mungkin diperlukan untuk beberapa kasus nodul jinak atau polip, trauma pada laring/pita suara dan untuk kanker laring
 

Komplikasi suara serak

Suara serak yang disebabkan oleh pemakaian pita suara berlebihan biasanya jarang menyebabkan komplikasi. Namun bila terjadi karena penyakit tertentu, komplikasi lebih lanjut bisa saja terjadi.Sebagai contoh, suara serak akibat laringitis bisa menyebabkan penyebaran infeksi ke bagian lain dari sistem pernapasan. Sementara penyebab seperti alergi berpotensi menjadi reaksi anafilaksis jika tidak ditangani dengan benar. 
Langkah-langkah pencegahan suara serak diantaranya adalah:
  • Menggunakan humidifier
  • Minum banyak air
  • Menjauhi makanan pedas
  • Menghindari situasi yang membutuhkan penggunaan suara yang berlebihan. Gunakan mikrofon jika memungkinkan sehingga dapat menghindari berteriak atau berbicara dengan keras.
  • Menjalani pelatihan vokal
  • Berhenti merokok
  • Tidak mengonsumsi alkohol, kafein, dan makanan pedas
 
Temui dokter jika suara Anda serak selama lebih dari tiga minggu, terutama jika Anda tidak mengalami pilek atau flu.Anda juga perlu menemui dokter untuk mendapatkan cara mengatasi kondisi ini jika mengalami beberapa gejala berikut:
  • Batuk berdarah
  • Kesulitan menelan
  • Merasakan benjolan pada leher
  • Mengalami rasa sakit saat berbicara atau menelan
  • Kesulitan bernapas
  • Kehilangan suara sepenuhnya selama lebih dari beberapa hari
 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Sejak kapan gejala muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait suara serak?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis suara serak dan penyebabnya agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/symptom/hoarseness
Diakses pada 23 Oktober 2018
eMedicineHealth. https://www.emedicinehealth.com/script/main/art.asp?articlekey=77813
Diakses pada 23 Oktober 2018
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/hoarseness/article.htm#how_are_the_causes_of_hoarseness_diagnosed
Diakses pada 23 Oktober 2018
National Institute of Health. https://www.nidcd.nih.gov/health/hoarseness
Diakses pada 23 Oktober 2018
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17105-hoarseness
Diakses pada 2 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email