Jantung

Syok Kardiogenik

Diterbitkan: 01 Dec 2020 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Syok Kardiogenik
Syok kardiogenik menyebabkan jantung tidak bisa memompa darah
Syok kardiogenik adalah keadaan yang mengakibatkan jantung mendadak tidak mampu memompa darah untuk ke otak, ginjal, dan organ vital lainnya.Umumnya, syok kardiogenik disebabkan oleh kerusakan otot jantung akibat serangan jantung berat. Masalah kesehatan lain yang berisiko memicu syok kardiogenik adalah gagal jantung, cedera dada, efek samping obat, dan kondisi yang menghambat aliran darah seperti pembekuan darah di paru-paru.Syok kardiogenik dapat membahayakan jiwa apabila tidak segera ditangani. Perawatan syok kardiogenik dilakukan melalui pemberian obat-obatan, prosedur jantung, dan pemasangan perangkat medis. Perawatan dini pada syok kardiogenik dapat meningkatkan peluang hidup penderita. 
Syok Kardiogenik
Dokter spesialis Penyakit Dalam, Jantung
GejalaNyeri dada, detak jantung cepat, penurunan kesadaran
Faktor risikoLansia, pernah mengalami serangan jantung, riwayat penyakit jantung koroner
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, EKG, tes darah
PengobatanOksigenasi, obat-obatan, defibrilasi
ObatObat antiartmia, pengencer darah, vasopresor
KomplikasiKerusakan otak, gagal ginjal, kerusakan hati
Kapan harus ke dokter?Mengalami nyeri dada, detak jantung cepat, sesak napas berat
Kekurangan darah yang kaya oksigen pada otak, ginjal, kulit, dan bagian tubuh lainnya akan menyebabkan pasien mengalami gejala syok kardiogenik. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Nyeri dada
  • Koma (kehilangan kesadaran)
  • Penurunan intensitas buang air kecil atau malah tidak ada urine sama sekali
  • Bernapas terlalu cepat
  • Keringat berlebihan
  • Hilangnya konsentrasi dan kewaspadaan
  • Merasa gelisah dan bingung
  • Sesak napas yang mendadak dan berat
  • Kulit berubah pucat
  • Denyut nadi yang cepat tapi lemah
  • Kulit terasa dingin saat disentuh, termasuk pada kaki dan tangan
  • Kematian
 
Pada umumnya, kekurangan oksigen pada jantung disebabkan oleh serangan jantung yang merusak ventrikel atau bilik kiri jantung. Sebab, bagian jantung ini merupakan ruang pemompaan utama jantung.Apabila Anda kekurangan darah yang kaya akan oksigen ke jantung, otot jantung akan melemah dan menyebabkan syok kardiogenik. Sekitar 3% dari kasus syok kardiogenik disebabkan oleh ventrikel atau bilik kanan jantung yang tidak bekerja dengan baik. Kondisi ini memicu ketidakmampuan jantung untuk memompa darah ke dalam paru-paru.Di dalam paru-paru, darah yang kaya karbondioksida akan disaring dan digantikan dengan oksigen untuk masuk kembali ke dalam jantung kiri dan dipompa ke seluruh tubuh. Adapun beberapa penyebab lain yang dapat memicu syok kardiogenik meliputi:
  • Peradangan otot jantung (miokarditis)
  • Infeksi katup jantung akibat endokarditis
  • Emboli paru (sumbatan mendadak dari pembuluh darah arteri paru)
  • Pecahnya otot jantung akibat serangan jantung
  • Irama jantung yang berbahaya, seperti takikardia ventrikel, fibrilasi ventrikel, atau takikardia supraventrikular
  • Tekanan pada jantung karena penumpukan cairan di sekitarnya (tamponade perikardial)
  • Robek atau pecahnya otot atau tendon yang menopang katup jantung, terutama katup mitral
  • Irama jantung sangat lambat (bradikardia)
  • Melemahnya jantung karena berbagai penyebab lain
  • Dosis terlalu tinggi dari obat tertentu atau efek samping dari zat tertentu. Contohnya termasuk obat jantung seperti penghambat beta atau penghambat saluran kalsium untuk mengobati tekanan darah tinggi.
  • Prosedur jantung, seperti kateterisasi jantung, yang dapat melukai jantung itu sendiri atau menyebabkan aritmia, dan memicu syok kardiogenik. Meski pun begitu, hal ini sangat jarang terjadi.
Di samping penyebab di atas, faktor-faktor di bawah ini juga berpotensi untuk meningkatkan risiko syok kardiogenik:
  • Berusia lanjut
  • Pernah mengalami serangan jantung atau gagal jantung
  • Penyakit jantung koroner pada beberapa pembuluh darah arteri utama jantung 
  • Diabetes atau tekanan darah tinggi
  • Berjenis kelamin perempuan
Baca juga: Penyebab-penyebab Serangan Jantung yang Tak Terduga 
Syok kardiogenik biasanya terdeteksi dalam keadaan darurat. Dokter akan mencari dan memeriksa gejala-gejala yang mengarah pada syok. Pada saat inilah, penanganan darurat harus segera dimulai.Untuk mengetahui penyebab syok kardiogenik, dokter akan melakukan sederet pemeriksaan berikut ini.
  • Pengukuran tekanan darah

Orang dengan mengalami syok kardiogenik biasanya memiliki tekanan darah yang sangat rendah.
  • Elektrokardiogram (EKG)

Tes ini dilakukan untuk memantau dan mencatat aktivitas listrik jantung, dengan cara menempelkan elektroda pada kulit Anda. EKG akan menunjukkan kecepatan detak jantung dan ritmenya.Selain itu, EKG juga dapat merekam kekuatan dan waktu dari sinyal listrik ketika melewati berbagai bagian dari jantung. Dokter menggunakan EKG dalam mendiagnosis serangan jantung dan memantau kondisi jantung.Apabila Anda mempunyai gangguan pada jantung (seperti kerusakan otot jantung, gangguan aktivitas listrik, atau penumpukan cairan di sekitar jantung), jantung tidak akan mengantarkan impuls listrik secara normal.
  • Rontgen dada

Rontgen dada akan membantu dokter dalam melihat ukuran, struktur, dan pembuluh darah pada jantung. Keberadaan penumpukan cairan di paru-paru juga bisa dilihat dari rontgen ini.
  • Pemeriksaan darah

Pada pemeriksaan ini, dokter akan mengambil dan memeriksa sampel darah untuk memastikan kerusakan organ. Misalnya, pemeriksaan fungsi hati. fungsi ginjal, adanya infeksi, atau serangan jantung.Pemeriksaan darah bernama analisis gas darah arteri juga bisa dilakukan. Tes ini berfungsi mengukur kadar oksigen, karbondioksida, dan pH dalam darah.
  • Echocardiogram (ECG)

Pemeriksaan ini dilakukan menggunakan gelombang suara yang menghasilkan gambar jantung. Tujuannya adalah menggambarkan ukuran dan bentuk dari jantung, serta tingkat kinerja ruang maupun katup jantung bekerja.Echocardiogram juga dapat mendeteksi aliran darah yang buruk ke jantung, area dari otot jantung yang tidak berkontraksi dengan baik, dan kerusakan akibat serangan jantung.
  • Kateterisasi jantung (angiogram)

Pemeriksaan ini menggunakan cairan pewarna yang dimasukkan ke arteri (biasanya arteri kaki) menuju jantung melalui selang panjang dan tipis (kateter). Cairan tersebut akan membantu dokter dalam proses pemeriksaan dengan x-ray untuk menunjukkan area penyumbatan atau penyempitan.
  • Pemeriksaan enzim jantung

Ketika sel-sel pada jantung mati, mereka akan melepaskan enzim ke dalam darah. Enzim ini disebut penanda (markers/biomarkers).Pengukuran kadar enzim jantung dapat menunjukkan potensi kerusakan jantung dan tingkat kerusakannya.
  • Kateterisasi arteri paru-paru

Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan kateter ke dalam vena pada lengan, leher, atau dekat tulang selangka. Kateter kemudian diarahkan menuju arteri paru-paru yang menghubungkan jantung kanan ke paru-paru.Kateterisasi arteri paru-paru digunakan untuk memeriksa tekanan darah di dalam pembuluh darah arteri paru. Tekanan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan memerlukan penanganan medis tersendiri.Baca jawaban dokter: Apa bedanya kram otot jantung dan serangan jantung? 
Syok kardiogenik termasuk kondisi darurat medis karena dapat mengancam jiwa. Pasien biasanya harus segera dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan diagnosis yang cepat, identifikasi penyebab, serta perawatan medis darurat.Pengobatan syok kardiogenik berfokus untuk meminimalkan kerusakan akibat kurangnya kadar oksigen pada otot jantung dan organ tubuh lainnya. Perawatannya termasuk obat-obatan, prosedur jantung dan perangkat medis, yang dapat mendukung atau memulihkan aliran darah dalam tubuh.Termasuk dalam perawatan syok kardiogenik adalah:

Pemberian obat-obatan

Obat-obatan untuk meningkatkan tekanan darah dan meningkatkan fungsi jantung, termasuk:
  • Dobutamine
  • Dopamin
  • Epinefrin
  • Levosimendan
  • Milrinone
  • Norepinefrin
  • Vasopresin

Tindakan medis

Prosedur medis berikut ini dapat dilakukan segera untuk memulihkan aliran darah di dalam jantung dan ke seluruh tubuh untuk mencegah kerusakan organ.
  • Kateterisasi jantung dengan angioplasti koroner dan pemasangan stent untuk membuka arteri koroner yang menyempit atau tersumbat oleh penumpukan plak.
  • Pencangkokan bypass arteri koroner (CABG) untuk meningkatkan aliran darah ke jantung. Prosedur ini biasanya dilakukan sesegera mungkin setelah pasien didiagnosis syok kardiogenik.

Perangkat medis

Dokter dapat melibatkan pemasangan perangkat medis untuk memulihkan atau menjaga aliran darah tetap lancar dan mencegah kerusakan organ yang lebih luas. Perangkat medis yang dimaksud adalah:
  • Extracorporeal membrane oxygenation

ECMO memberikan bantuan hidup sementara yang dapat membuat pasien tetap hidup ketika jantung dan atau paru-paru berhenti berfungsi.Perangkat ini bekerja dengan mengedarkan darah dan memasok oksigen ke organ-organ tubuh lewat mesin. Cara kerjanya menyerupai jantung dan paru yang dioperasikan dari luar tubuh pasien.
  • Intra-aortic balloon pump (IABP)
Perangkat ini biasanya digunakan sementara bersamaan dengan ECMO pada pasien syok kardiogenik yang sedang menunggu untuk menjalani suatu tindakan medis.IABP dapat membantu otot jantung yang melemah untuk memompa darah sebanyak mungkin ke organ vital. Perangkat ini ditempatkan di aorta yang dapat mengembang dan mengempis agar sesuai dengan ritme pemompaan jantung.
  • Percutaneous circulatory assist devices (PCAD)
PCAD adalah salah satu alat bantu jantung yang dapat membantu mendukung jantung pasien tetap berfungsi sembari menunggu transplantasi jantung.

Perawatan darurat lainnya

Perawatan darurat tambahan lain yang dapat diberikan termasuk:
  • Dialisis ginjal untuk menyaring limbah keluar dari darah jika ginjal rusak
  • Infus cairan tubuh atau transfusi darah untuk menjaga volume darah tetap normal
  • Alat bantu pernapasan mekanis, seperti ventilator untuk melindungi jalan napas dan memberikan oksigen tambahan
  • Terapi oksigen agar lebih banyak oksigen yang dapat mencapai paru-paru, jantung, juga organ di seluruh tubuh

Perawatan pendukung

Pada pasien syok kardiogenik akibat kerusakan organ yang tidak dapat disembuhkan, selain penanganan di atas, pengobatan juga bisa dilengkapi dengan perawatan paliatif atau perawatan hospis (melibatkan keluarga). Perawatan tesebut akan membantu pasien memiliki kualitas hidup lebih baik dan dengan gejala yang lebih ringan.Baca juga: Raih Jantung Sehat dengan Kebiasaan-kebiasaan Baik Ini 

Komplikasi

Jika tidak segera ditangani, syok kardiogenik berakibat fatal dengan menimbulkan komplikasi berupa kerusakan pada hati, ginjal, atau organ lainnya yang bisa terjadi secara permanen. 
Cara mencegah syok kardiogenik adalah dengan mengubah gaya hidup dan menjaga kesehatan. Beberapa hal di bawah ini bisa Anda terapkan:
  • Tidak merokok atau berhenti merokok
  • Hindari menjadi perokok pasif 
  • Menjaga berat badan agar tetap berada pada batas ideal
  • Mengurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak, terutama lemak jenuh
  • Mengurangi konsumsi gula maupun alkohol
  • Berolahraga secara teratur
 
Jika mengalami syok kardiogenik, segera minta orang terdekat untuk mengantar ke unit gawat darurat. Sebab, kondisi ini termasuk kegawatdaruratan medis yang membutuhkan penanganan secepatnya. 
Bagi anggota keluarga atau kerabat yang mengantarkan pasien syok kardiogenik, beberapa hal berikut dapat disiapkan untuk membantu dokter mendiagnosis dengan lebih baik.
  • Buat daftar seputar gejala yang pasien rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang pasien alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarganya.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang pasien konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini.
  • Apa saja gejala yang pasien rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali pasien alami?
  • Apakah pasien memiliki faktor risiko terhadap syok kardiogenik?
  • Apakah pasien rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah pasien pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah pasien coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis syok kardiogenik agar penyebabnya bisa segera diketahui dan penanganan yang tepat bisa diberikan. 
NIH. https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/cardiogenic-shock
Diakses pada 7 Desember 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/cardiogenic-shock
Diakses pada 7 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cardiogenic-shock/symptoms-causes/syc-20366739
Diakses pada 23 November 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000185.htm
Diakses pada 23 November 2020
NHLBI. https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/cardiogenic-shock#
Diakses pada 23 November 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email