Kulit & Kelamin

Terbakar Matahari (Sunburn)

Diterbitkan: 25 Nov 2020 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Terbakar Matahari (Sunburn)
Kulit terbakar matahari terjadi saat kulit tampak kemerahan, hangat saat disentuh, dan nyeri, yang diakibatkan oleh paparan sinar ultraviolet berlebih dari matahari. Sunburn biasanya muncul beberapa jam setelah terkena sinar matahari, dan dapat bertahan hingga berhari-hari.Sunburn dapat mengenai bagian tubuh mana saja, termasuk kulit kepala, bibir, hingga mata. Bahkan bagian tubuh yang tertutup pun dapat terbakar matahari karena sinar ultraviolet mampu menembus pakaian lewat celah antar serat.
Terbakar Matahari (Sunburn)
Dokter spesialis Kulit
GejalaKulit kemerahan, kulit terasa hangat jika disentuh, gatal
Faktor risikoOrang yang berkulit terang, sering berada di luar ruangan
Metode diagnosisPemeriksaan fisik
PengobatanObat-obatan, kompres air dingin
ObatGel lidah buaya, mentol, obat pereda nyeri
Kapan harus ke dokter?Muncul lepuh pada tubuh, kulit yang terbakar terasa nyeri, gejala tidak membaik dalam beberapa hari
Kulit yang terbakar matahari atau sunburn pada umumnya menyebabkan gejala sebagai berikut:
  • Kemerahan pada kulit
  • Kulit terasa hangat jika disentuh
  • Rasa gatal, pedih, dan nyeri saat kulit disentuh
  • Lepuh pada kulit yang berisi cairan bening
  • Pembengkakan
  • Jika berat, dapat disertai dengan demam, sakit kepala, mual, serta muntah
Paparan sinar matahari yang sering dan lama juga dapat menyebabkan kerusakan pada kulit, berupa kerutan, kulit menjadi kusam, bintik coklat atau hitam, serta meningkatkan risiko kanker kulit.
Terbakar matahari atau sunburn disebabkan oleh radiasi sinar ultraviolet (UV) A dan sinar UV B. Saat terpapar sinar ultraviolet, pigmen melanin pada kulit berusaha melindungi tubuh dengan cara memproduksi lebih banyak melanin. Hal ini membuat kulit tampak lebih kecoklatan.Setiap orang memiliki jumlah pigmen melanin yang berbeda-beda. Jika paparan sinar UV terlalu banyak atau terlalu intens, jumlah pigmen melanin bisa jadi tidak lagi cukup untuk melindungi tubuh sehingga muncullah gejala sunburn.Kulit biasanya mulai tampak merah dalam 2-6 jam, yang diikuti dengan timbulnya nyeri 6-48 jam kemudian. Proses terbakarnya kulit masih akan terus berlangsung hingga 3 hari setelah paparan. Setelahnya, kulit akan mengelupas dalam waktu 1 minggu.Orang-orang yang berkulit lebih terang dan sering berada di luar ruangan, lebih rentan terkena sunburn. 
Sunburn biasa dapat didiagnosis langsung dari gejala yang timbul, dan jarang membutuhkan konsultasi dengan dokter. Namun jika gejala yang muncul tergolong berat, dibutuhkan penanganan segera.
Penanganan kulit terbakar ditujukan untuk menghentikan pembakaran dan mengurangi peradangan. Beberapa cara untuk menangani sunburn, yaitu:
  • Oleskan krim atau gel yang mengandung lidah buaya (aloe vera), mentol, atau camphor
  • Minum obat antinyeri, seperti ibuprofen, untuk mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan
  • Minum air dalam jumlah cukup
  • Kompres air dingin bagian kulit yang terbakar
  • Hindari sinar matahari secara langsung hingga kulit pulih.
Biarkan kulit mengelupas dengan sendirinya dan hindari memecahkan lepuh yang mungkin timbul.
Pencegahan ditujukan untuk mengurangi paparan sinar UV, yaitu dengan:
  • Gunakan tabir surya minimal SPF 30, penggunaan dapat diulang setiap 2 jam dan gunakanlah dalam jumlah yang cukup
  • Hindari paparan sinar matahari, terutama mulai dari jam 10 pagi hingga jam 4 sore
  • Gunakan pakaian yang tertutup
  • Gunakan topi atau penutup kepala, dan kacamata hitam jika perlu
  • Konsumsi obat-obatan yang menyebabkan sensitivitas terhadap matahari meningkat hanya jika perlu, seperti ibuprofen, antibiotik tertentu, obat kolesterol, antidepresan.
Segera berkonsultasi ke dokter jika gejala terbakar matahari berat, yaitu
  • Jika muncul banyak lepuh pada tubuh
  • Kulit terbakar, disertai dengan gejala demam tinggi, mual, muntah
  • Kulit yang terbakar terasa sangat nyeri
  • Kulit yang terbakar tidak membaik dalam beberapa hari
  • Lepuh pada kulit mengeluarkan cairan kekuningan seperti nanah.
 
Anda sebaiknya segera ke dokter jika gejala sunburn yang terjadi berat, siapkan hal-hal berikut:
  • Gejala apa saja yang terjadi
  • Apakah ada lepuh pada kulit
  • Riwayat paparan sinar matahari, lamanya, jam terkena
  • Apakah ada keluhan sakit kepala, demam menggigil, dan gejala lainnya.
Dokter akan melakukan wawancara dengan pasien dan pemeriksaan fisik untuk menegakkan diagnosis sunburn. Berikut beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan oleh dokter:
  • Gejala apa saja yang dialami
  • Seberapa berat gejala yang dialami
  • Apakah ada gejala penyerta
  • Obat apa saja yang sudah dipakai
  • Apa yang Anda gunakan untuk mengurangi sunburn.
DermNet NZ. https://www.dermnetnz.org/topics/sunburn/
Diakses 17 Oktober 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sunburn/symptoms-causes/syc-20355922
Diakses 17 Oktober 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/176441.php
Diakses 17 Oktober 2019
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/sunburn#1
Diakses 17 Oktober 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email