Penyakit Lainnya

Trigliserida Tinggi

Diterbitkan: 03 Feb 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Trigliserida Tinggi
Trigliserida tinggi bisa terjadi karena terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi kalori dan jarang berolahraga
Trigliserida tinggi adalah kadar trigliserida yang melebihi batas normal dalam darah. Kondisi yang juga disebut hipertrigliseridemia ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.Namun kabar baiknya, pola hidup sehat dapat membantu dalam mengurangi kadar trigliserida yang tinggi tersebut.Trigliserida merupakan salah satu jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Lemak ini digunakan sebagai energi.Ketika seseorang makan, tubuhnya akan mengubah kalori berlebih menjadi trigliserida. Senyawa ini lalu disimpan dalam sel lemak.Setelah beberapa saat, hormon akan mengeluarkan trigliserida sebagai sumber energi saat membutuhkannya.Kebanyakan lemak yang berasal dari makanan yang dikonsumsi. Mentega, margarin, dan minyak termasuk bentuk trigliserida.Saat seseorang secara rutin mengonsumsi kalori berlebih, terutama dari makanan berkarbohidrat tinggi, ia akan memiliki trigliserida yang tinggi. 
Trigliserida Tinggi
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaTimbunan lemak di bawah kulit
Faktor risikoObesitas, sindrom metabolik, diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol
Metode diagnosisTes panel lipid
PengobatanGaya hidup sehat, obat-obatan
ObatStatin, fibrat, minyak ikan
KomplikasiMeningkatnya risiko penyakit jantung, stroke, neuropati diabetik
Kapan harus ke dokter?Memiliki kadar trigliserida tinggi dengan/atau tanpa gejala
Hingga saat ini, belum ada gejala trigliserida tinggi secara sepsifik. Tetapi bila disebabkan oleh faktor keturunan, penderita biasanya mengalami timbunan lemak di bawah kulit (xanthoma). 
Penyebab trigliserida tinggi adalah adanya kalori yang berlebihan dalam tubuh. Terdapat beragam faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi ini.Faktor-faktor risiko trigliserida tinggi tersebt meliputi:
  • Pola makan tak sehat, terutama jika mengkonsumsi banyak gula
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Merokok
  • Mengonsumsi alkohol secara berlebihan
  • Memiliki penyakit hipotiroidisme
  • Mengidap penyakit hati atau ginjal
  • Mengalami diabetes mellitus tipe 2, khususnya yang tak terkendali
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti tamoxifen, steroid, beta blocker, diuretik, estrogen, serta pil KB.
  • Meski jarang, faktor genetik juga bisa memicu trigliserida tinggi
  • Sedang hamil
  • Kurang olahraga
  • Mengalami penyakit autoimun
 
Untuk menentukan diagnosis trigliserida tinggi, dokter akan melakukan pemeriksaan darah yang disebut tes panel lipid. Tes ini sangat penting dijalani karena penderita sering tidak mengalami gejala apapun meski memiliki kadar trigliserida yang tinggi.Dalam tes panel lipid, angka trigliserida kaan digolongkan sebagai berikut:
  • Normal: DI bawah 150 mg/dL
  • Batas tinggi: 150-199 mg/dL
  • Tinggi: 200-499 mg/dL
  • Sangat tinggi: 500 mg/dL atau lebih tinggi
Untuk hasil tes darah yang lebih akurat, sampel darah pasien harus diambil setelah ia berpuasa selama 12 jam. 
Upaya pengobatan trigliserida tinggi dilakukan untuk menurunkan kadar trigliserida dalam darah. Dokter bisa menganjurkan beberapa cara mengobati trigliserida tinggi di bawah ini:

Gaya hidup sehat

Pasien bisa menerapkan sederet gaya hidup sehat berikut:
  • Berolahraga secara rutin

Pasien disarankan untuk melakukan olahraga minimal 30 menit per hari, sebanyak selama beberapa kali seminggu. Kebiasaan ini dapat menurunkan kadar trigliserida dan meningkatkan kolesterol baikdalam tubuh.Jenis aktivtas fisik ini juga tidak perlu yang rumit. Pasien dapat melibatkannya ke dalam rutinitas, seperti naik tangga di kantor atau berjalan kaki saat jam istirahat.
  • Tidak mengonsumsi gula dan karbohidrat berlebih

Karbohidrat sederhana (seperti gula dan tepung terigu) dapat meningkatkan kadar trigliserida. Karena itu, jenis baha pangan ini sebaiknya dihindari.
  • Menurunkan berat badan

Pasien dengan kadar trigliserida tingi perlu menurunkan asupan kalori. Dengan ini, kadar trigliserida dalam tubuh juga akan ikut berkurang.
  • Mengonsumsi lemak yang lebih sehat

Pasien dapat mengganti lemak hewani dengan lemak nabati. Contohnya, menggunakan minyak zaitun dan canola oil. Konsumsi ikan tinggi omega-3 juga disarankan, seperti ikan makerel atau salmon.
  • Membatasi konsumsi alkohol

Alkohol umumnya tinggi kalori dan gula, sehingga dapat menyebabkan trigliserida tinggi bila dikonsumsi secara berlebihan. Jadi penderita hipertrigliseridemia yang berat perlu menghindari kebiasaan ini.

Obat-obatan

Bila gaya hidup sehat dinilai kurang efektif dalam mengatasi trigliserida tinggi, dokter mungkin meresepkan beberapa jenis obat di bawah ini:
  • Statin

Obat penurun kolesterol seperti statin mungkin direkomendasikan bila pasien juga memiliki kadar kolesterol yang tinggi, riwayat sumbatan pada pembuluh darah, atau diabetes. Contoh obat ini meliputi atorvastatin dan rosuvastatin.
  • Fibrat

Obat-obatan jenis fibrat dapat menurunkan kadar trigliserida tinggi. Contohnya, fenofibrat dan gemfibrozil.Namun fibrat tidak boleh diberikan untuk pasien yang mengalami penyakit ginjal atau hati yang berat.
  • Minyak ikan

Berkat kandungan asam lemak omega-3 di dalamnya, minyak ikan dapat membantu dalam menurunkan trigliserida tinggi. Tapi harap diingat bahwa konsumsinya jumlah besar dapat mengganggu proses pembekuan darah.
  • Niacin

Niacin dapat menurunkan kadar trigliserida sekaligus LDL. 

Komplikasi trigliserida tinggi

Jika kadar trigliserida terus-menerus tinggi dalam waktu lama tanpa penanganan, risiko penyakit di bawah ini akan meningkat:
 
Cara mencegah trigliserida tinggi bisa dilakukan dengan cara:
  • Menerapkan pola makan yang sehat
  • Melakukan olahraga dengan teratur, setidaknya 30 menit per hari atau 2,5 jam per minggu
  • Berhenti merokok
  • Jangan mengonsumsi alkohol
  • Mengendalikan kondisi medis, seperti diabetes
  • Menghindari obat-obatan yang dapat meningkatkan kadar trigliserida
  • Rutin menjalani pemeriksaan kesehatan
 
Periksakan diri ke dokter bila Anda memiliki keluarga kandung yang mengalami trigliserida tinggi atau faktor risiko lainnya. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan jika ada.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait trigliserida tinggi?
  • Apakah ada anggota keluarga Anda yang mengidap trigliserida tinggi?
  • Apakah Anda pernah menjalani tes darah berupa lipid panel? Jika iya, bagaimana hasilnya?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis trigliserida tinggi. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Cleveland. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/11117-triglycerides
Diakses pada 13 Februari 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/in-depth/triglycerides/art-20048186
Diakses pada 13 Februari 2019
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/triglycerides.html
Diakses pada 13 Februari 2019
WebMD. https://www.webmd.com/cholesterol-management/qa/how-can-you-treat-high-levels-of-triglycerides
Diakses pada 13 Februari 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email