Mata

Trikiasis

Diterbitkan: 03 Feb 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Trikiasis
Trikiasis adalah kondisi bulu mata yang tumbuh mengarah dalam, yakni ke arah bola mata. Bulu mata ini akan bergesekan dengan lapisan mata lain, seperti kornea, konjungtiva, dan bagian dalam kelopak mata, sehingga memicu iritasi pada mata.Penyakit trichiasis lebih sering dialami oleh orang dewasa. Namun anak-anak pun dapat mengalaminya.Bila tidak ditangani dengan segera, trikiasis dapat menyebabkan bulu mata menyentuh dan bergesekan dengan bola mata. Sebagai akibatnya, infeksi, gangguan penglihatan, dan jaringan parut pun bisa terjadi.Penanganan trikiasis adalah dengan menghancurkan folikel bulu mata yang mengiritasi mata. Pasalnya, mencabut bulu mata hanya akan memberikan hasil sementara hingga bulu kembali tumbuh. 
Trikiasis
Dokter spesialis Mata
GejalaSensasi mengganjal di mata, iritasi mata, tampak ada sayatan pada mata
Faktor risikoHerpes zoster di mata, pascaoperasi mata, jaringan parut di konjungtiva
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, evaluasi ketajaman penglihatan, fluorescein stain 
PengobatanPengangkatan bulu mata, pengangkatan folikel bulu mata, operasi
KomplikasiKerusakan permanen pada kornea, buta
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala gangguan mata
Secara umum, gejala trikiasis meliputi:
  • Sensasi mengganjal pada mata yang terasa seperti ada benda asing
  • Mata yang merah, lebih sensitif terhadap cahaya, terasa nyeri, dan gampang berair.
  • Pandangan kabur
Bulu mata yang menusuk dan mengenai kornea mata dalam waktu lama dapat menyebabkan iritasi dan komplikasi yang lebih serius. Contohnya, infeksi dan terbentuknya luka atau borok pada kornea (ulkus kornea). 
Pada sebagian besar kasus, penyebab trikiasis tidak diketahui. Namun ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan kemungkinan munculnya penyakit ini.Faktor-faktor risiko trikiasis tersebut meliputi:
  • Orang dewasa lebih sering mengalami trikiasis.
  • Infeksi mata.
  • Peradangan atau pembengkakan pada kelopak mata (blefaritis).
  • Penyakit autoimun.
  • Cedera pada mata.
  • Penyakit herpes zoster pada mata.
  • Menjalani operasi mata.
  • Jaringan parut pada konjungtiva, yaitu selaput bening yang melindungi bagian putih mata.
  • Sindrom Steven Johnson dan cicatricial pemphigoid.
  • Epiblefaron, yakni kondisi terbentuknya tambahan kelopak mata bagian bawah yang akhirnya membuat bulu mata tumbuh vertikal.
  • Distikiasis, yaitu kelainan mata bawaan yang ditandai dengan pertumbuhan bulu mata yang abnormal.
  • Trakoma, yaitu infeksi mata berat.
 
Diagnosis trikiasis umumnya bisa dipastikan oleh dokter mata dengan melihat kondisi fisik mata dan bulu mata pasien. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan rutin mata yang meliputi:
  • Evaluasi ketajaman penglihatan
  • Pemeriksaan mata bagian luar, termasuk kornea, sklera, dan konjungtiva
  • Pemeriksaan bagian dalam mata, misalnya retina
Selanjutnya, dokter dapat menganjurkan pemeriksaan fluorescein stain. Tes ini bertujuan mengetahui ada tidaknya abrasi kornea atau tukak kornea. 
Cara mengobati trikiasis yang bisa dianjurkan oleh dokter meliputi:

Pencabutan bulu mata manual

Dokter bisa melakukan prosedur sederhana dengan menggunakan pinset untuk mencabut bulu mata yang bermasalah.Bulu mata yang sudah dicabut biasanya akan kembali tumbuh dalam waktu tiga hingga lima bulan. Namun risiko bulu mata akan tumbuh mengarah ke bola mata tetap ada.

Air mata buatan

Dokter juga dapat mungkin meresepkan obat tetes berisi air mata buatan. Obat ini bisa digunakan selama beberapa hari.

Operasi pencabutan bulu mata permanen

Bila pasien memiliki banyak bulu mata yang tumbuh ke arah dalam, operasi dapat dilakukan untuk mengangkat bulu mata secara permanen. Operasi ini dapat berupa:
  • Ablasi, yaitu penggunaan sinar laser untuk menghilangkan bulu mata sekaligus folikelnya
  • Elektrolisis, yaitu tindakan pencabutan bulu mata dengan arus listrik
  • Cryosurgery, yaitu pencabutan bulu mata dan folikel dengan cara membekukannya terlebih dahulu
  • Operasi reposisi bulu mata
 

Komplikasi trikiasis

Bila terus dibiarkan, trikiasis dapat menyebabkan komplikasi berupa:
 
Karena penyebabnya tidak diketahui, cara mencegah trikiasis juga belum tersedia. 
Segera berkonsultasi ke dokter mata bila Anda mengalami gejala trikiasis maupun gangguan mata yang terasa janggal (seringan apapun itu). Jangan menunggu hingga gejala Anda bertambah parah. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:
  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait trikiasis, misalnya baru mengalami cedera mata, menjalani operasi mata, dan lain-lain?
  • Apa saja riwayat penyakit yang sedang atau pernah Anda derita?
  • Apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik mata dan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis trikiasis. Proses diagnosis dan penanganan penyakit ini umumnya dilakukan oleh dokter spesialis mata. 
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/trichiasis-eyelashes-eyes
Diakses pada 17 Desember 2019
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/professional/eye-disorders/eyelid-and-lacrimal-disorders/trichiasis
Diakses pada 17 Desember 2019
American Academy of Ophtalmology. https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-trichiasis
Diakses pada 3 Februari 2021
Texas Children’s Hospital. https://www.texaschildrens.org/departments/ophthalmology/conditions-we-treat/trichiasis
Diakses pada 3 Februari 2021
Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/wilmer/services/oculofacial/reconstructive/trichiasis.html
Diakses pada 3 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email