Mata

Ulkus Kornea

Diterbitkan: 05 Nov 2020 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Ulkus Kornea
Ulkus kornea adalah luka atau borok pada selaput bening mata
Ulkus kornea adalah terbentuknya luka terbuka atau borok di kornea, yaitu selaput bening pada bagian depan mata. Kornea memiliki fungsi untuk memfokuskan cahaya pada mata agar kita dapat melihat dengan baik. Oleh karena itu, adanya ulkus pada kornea akan menyebabkan masalah penglihatan, bahkan bisa menimbulkan kebutaan. Ulkus kornea, disebut juga keratitis, biasanya disebabkan oleh infeksi dari bakteri, virus atau jamur. Kondisi ini ditandai dengan mata yang merah, berair, terasa ada yang mengganjal dan terkadang terdapat bintik putih.Kebanyakan kasus ulkus kornea dapat disembuhkan dan tidak menyebabkan komplikasi serius bila ditangani secara tepat dan cepat. 
Ulkus Kornea
Dokter spesialis Mata
GejalaMata nyeri, terasa ada yang mengganjal, nanah putih
Faktor risikoPemakaian lensa kontak, cacar air, penggunaan tetes mata steroid, infeksi
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, pewarnaan fluorescein, kultur jaringan
PengobatanObat-obatan, tindakan medis
ObatAntibiotik, antijamur, antivirus
KomplikasiBekas luka di kornea, perforasi kornea, pergeseran iris
Kapan harus ke dokter?Jika memiliki tanda dan gejala infeksi pada mata
Gejala ulkus kornea umumnya berupa:
  • Rasa nyeri pada mata
  • Sensasi seperti ada benda asing yang mengganjal pada mata
  • Mata berair dan terkadang bernanah
  • Penglihatan akan menjadi kabur (bila ulkus ada di area tengah kornea
  • Kelopak mata yang membengkak
  • Mata yang lebih sensitif atau nyeri ketika melihat cahaya terang
  • Bintik bundar berwarna putih di kornea
Ulkus kornea juga menyebabkan kornea terlihat berwarna abu-abu atau putih susu, padahal normalnya bening. Beberapa tipe ulkus pada kornea tidak kasat mata dan hanya bisa dilihat dengan alat medis khusus. 
Penyebab ulkus mata umumnya adalah infeksi dari berbagai mikroorganisme, termasuk infeksi bakteri, virus, jamur, maupun parasit. Berikut penjelasannya:
  • Infeksi bakteri

Pada kebanyakan kasus, penyebab ulkus kornea adalah infeksi bakteri dari mata yang cedera. Selain itu, penggunaan lensa kontak yang kurang bersih juga dapat mengundang hadirnya bakteri pemicu infeksi mata.
  • Infeksi virus

Virus yang lazim memicu ulkus kornea meliputi virus herpes simpleks dan virus varicella yang menyebabkan cacar air dan cacar ular.
  • Infeksi jamur

Infeksi jamur cukup jarang menjadi pemicu ulkus kornea, tapi masih mungkin terjadi. Terutama bila seseorang mengalami luka pada mata karena batang pohon atau dedaunan. Ulkus kornea akibat infeksi jamur juga mungkin terjadi pada orang yang memakai obat tetes mata steroid jangka panjang atau menggunakan lensa kontak yang tidak dibersihkan dengan baik.
  • Infeksi parasit (Acanthamoeba)

Acanthamoeba adalah amuba mikroskopis bersel tunggal yang dapat menyebabkan infeksi pada manusia. Acanthamoeba umumnya berada di air tawar dan tanah. Ketika masuk ke mata, Acanthamoebabisa menyebabkan infeksi yang parah, terutama bagi pengguna lensa kontak. 

Faktor risiko

Beberapa faktor berikut dapat meningkatkan terjadinya risiko infeksi pada mata yang menyebabkan ulkus korna, yakni:
  • Penggunaan lensa kontak. Pemakaian lensa kontak dalam waktu lama dapat menggesek permukaan mata sehingga terjadi kerusakan kecil pada epitel mata. Akibatnya, bakteri menjadi lebih mudah untuk masuk ke bola mata. Selain itu, penggunaan lensa kontak yang tidak higienis juga dapat memicu terjadinya infeksi.
  • Pernah atau sedang mengalami cacar air, herpes simplex atau herpes zoster
  • Penggunaan tetes mata steroid
  • Kelainan kelopak mata yang mencegah berfungsinya kelopak mata
  • Penyakit yang menyebabkan mata kering
  • Peradangan kelopak mata (blepharitis)
  • Bulu mata yang tumbuh ke dalam
  • Kelopak mata yang mengarah ke dalam
  • Kondisi medis seperti Bell’s palsy yang membuat kelopak mata tidak dapat menutup sepenuhnya
  • Luka bakar kimiawi atau cedera kornea lainnya
  
Diagnosis ulkus kornea ditentukan oleh dokter berdasarkan tanya jawab, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang. Berikut penjelasannya:
  • Tanya jawab

Seperti biasa, dokter akan bertanya mengenai gejala dan keluhan yang Anda alami terlebih dulu. Riwayat medis maupun faktor risiko yang Anda miliki juga akan ditanyakan, misalnya penyakit mata atau cedera mata.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter kemudian melakukan pemeriksaan fisik dengan mengecek kondisi mata Anda dari luar serta mengevaluasi ketajaman penglihatan Anda.
  • Pewarnaan fluorescein (Fluorescein eye stain)

Fluorescein eye stain dilakukan dengan membubuhkan obat tetes berwarna jingga ke kertas tipis yang ditempelkan ke mata pasien. Obat tetes tersebut bertindak sebagai pewarna yang dapat memperlihatkan kerusakan kornea. Dokter kemudian akan memeriksanya dengan mikroskop khusus bernama slit lamp untuk mencari kerusakan berupa ulkus.
  • Kultur dari jaringan ulkus

Melalui prosedur ini, dokter akan mengambil sedikit jaringan dari area kornea yang mengalami luka dan memeriksanya di bawah mikroskop. Langkah ini dapat melihat potensi infeksi bakteri, virus, atau jamur sebagai penyebab ulkus kornea.
  • Mikroskopi confocal

Pemeriksaan ini dilakukan dengan mikroskop beresolusi tinggi untuk memindai kornea. Alat tersebut dapat memberikan gambar yang sangat detail dari tiap sel di kornea pasien. Karena itu, dokter dapat mendeteksi jamur dan acanthamoeba yang mungkin menyebabkan infeksi mata.
  • Fotografi definisi tinggi (HD)

Melalui prosedur ini, mata akan dipotret dengan kamera digital khusus untuk menghasilkan gambar tajam dan detail dari kornea dan bagian mata lain. Tujuan utamanya adalah sebagai evaluasi dasar dan menilai efektivitas pengobatan ulkus yang telah diberikan. 
Cara mengobati ulkus kornea terdiri dari pemberian obat, operasi, serta perawatan di rumah. Berikut penjelasannya:

1. Obat-obatan

Dokter akan meresepkan obat-obatan berikut ini berdasarkan kondisi yang menyebabkan ulkus kornea, juga untuk mengobati gejala yang dirasakan.
  • Antibiotik, untuk ulkus akibat bakteri
  • Antivirus, untuk ulkus karena infeksi virus
  • Antijamur, bagi ulkus yang disebabkan oleh infeksi jamur
  • Obat tetes mata kortikosteroid, pada ulkus kornea yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan mata,
  • Obat penghilang rasa sakit atau obat tetes untuk melebarkan pupil pasien

2. Operasi

Pada kasus ulkus kornea yang sangat parah dan tidak dapat diobati hanya dengan obat-obatan, prosedur transplantasi kornea mungkin dibutuhkan.

3. Perawatan di rumah

Beberapa langkah perawatan yang dapat dilakukan di rumah ini dapat mengurangi gejala ulkus kornea.
  • Mempelkan kompres dingin di mata yang memiliki ulkus dengan hati-hati agar mata tidak terkena air kompres
  • Tidak menyentuh atau menggosok mata dengan tangan
  • Membatasi penyebaran infeksi dengan sering mencuci tangan dan mengeringkannya menggunakan handuk bersih.
  • Mengonsumsi obat nyeri yang dapat dibeli tanpa resep dokter seperti parasetamol atau ibuprofen
 

Komplikasi ulkus kornea

Apabila ulkus kornea tidak diobati segera dengan penanganan yang tepat, maka dapat menimbulkan komplikasi berupa:
  • Bekas luka yang menyebabkan mata menjadi keruh dan menganggu penglihatan
  • Perforasi (terbentuknya lubang) kornea
  • Pergeseran iris
  • Kerusakan jaringan lain di rongga mata
  • Infeksi lainnya
Baca jawaban dokter: Makanan agar mata sehat, apa saja? 
Cara mencegah ulkus kornea dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
  • Mencari pertolongan medis sesegera mungkin bila Anda mengalami infeksi atau cedera mata 
  • Tidak tidur dengan kondisi sedang memakai lensa kontak
  • Tidak menggunakan lensa kontak terlalu lama
  • Membersihkan lensa kontak sebelum dan sesudah digunakan
  • Mengganti cairan lensa kontak setiap harinya meskipun tidak digunakan
  • Memilih lensa kontak dengan masa pakai yang singkat
  • Tidak menggunakan lensa kontak yang sudah kedaluwarsa
  • Membilas mata dengan air bersih yang mengalir bila kemasukan benda asing.
  • Selalu mencuci tangan sebelum menyentuh mata
Baca juga: Sederet Tips Merawat Lensa Kontak agar Mata Tidak Iritasi 
Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila Anda mengalami tanda infeksi pada mata atau cedera mata. Meski ringan, gangguan pada mata harus diobati secepatnya agar tidak memicu komplikasi berupa masalah penglihatan. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:
  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Sejak kapan gejala tersebut muncul?
  • Apakah Anda menggunakan lensa kontak dan bagaimana kebiasaan pemakaian lensa kontak Anda?
  • Apakah Anda baru saja mengalami cedera pada mata?
  • Apa saja riwayat penyakit yang sedang atau pernah Anda alami?
Setelah itu,dokter akan melakukan pemeriksaan mata dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk mencari menentukan diagnosis ulkus kornea dan mendeteksi penyebabnya. Dengan ini, langkah pengobatan pun bisa diberikan secara tepat. 
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/corneal-ulcer#1
Diakses pada 23 Desember 2019
Medicinet. https://www.medicinenet.com/corneal_ulcer/article.htm
Diakses pada 23 Desember 2019
National Eye Institute. https://www.nei.nih.gov/learn-about-eye-health/eye-conditions-and-diseases/corneal-conditions
Diakses pada 23 Desember 2019
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/home/eye-disorders/corneal-disorders/corneal-ulcer#
Diakses pada 20 September 2020
Stanford Healthcarehttps://stanfordhealthcare.org/medical-conditions/eyes-and-vision/corneal-ulcer/treatments.html
Diakses pada 20 September 2020
American Academy of Ophthalmology. https://www.aao.org/eye-health/diseases/corneal-ulcer
Diakses pada 20 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email