Kepala

Wajah Berkedut

Diterbitkan: 06 Jan 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Wajah Berkedut
Wajah berkedut bisa jadi merupakan kejang hemifasial. Kondisi tersebut terjadi karena otot berkontraksi secara berulang alias berkedut. Kedutan biasanya terjadi di salah satu sisi wajah, umumnya berupa kedutan pipi kiri.Jika kondisi ini menerpa, penderitanya tak bisa mengontrol kedutan. Kondisi ini biasanya terus menimpa hingga penderitanya ingin tidur. Beruntung, hal tersebut biasanya tidak menyakitkan.Selain tidak menyakitkan, wajah berkedut juga dianggap tidak membahayakan. Meski demikian, jika terjadi cukup lama dikhawatirkan bisa mengganggu fungsi penglihatan seseorang.Selain mata, fungsi bicara yang dijalankan mulut juga bisa terganggu jika kedutan terus-menerus terjadi. Pada kondisi tertentu, kejang hemifasial ini bisa mengindikasikan bahwa penderita memiliki kondisi medis tertentu. Bisa juga, hal ini menunjukkan bahwa pemiliknya memiliki struktur wajah berbeda dari kebanyakan.Patut digarisbawahi bahwa kedutan sementara pada otot wajah bukan termasuk kejang hemifasial. Misalnya saja kedutan pada otot di sekitar mata yang biasa disebut dengan blepharospasm. Kedutan sementara pada wajag seringkali menyerang kedua sisi wajah meski tidak harus bersamaan.Wajah berkedut bisa menyerang siapa saja baik laki-laki maupun perempyan. Pada wanita paruh baya atau lebih senior, risiko mengalami hal ini dua kali lipat. Orang-orang Asia juga lebih berisiko mengalami hal ini. 
Penyebab wajah berkedut mungkin tidak diketahui dengan pasti oleh dokter sekalipun. Meski demikian, kebanyakan orang umumnya mengalami kedutan wajah dari waktu ke waktu. Hal ini umumnya disebabkan oleh beberapa kondisi berikut:
  • Stres dan kecemasan
  • Kelelahan atau badan sangat lelah
  • Minuman berkafein atau mengandung alkohol
  • Konsumsi obat tertentu
  • Iritasi saraf wajah
  • Kerusakan saraf wajah
  • Cedera pada kepala atau wajah
  • Tumor yang menekan saraf wajah
  • Efek samping Bell’s palsy
  • Kelainan pembuluh darah saat lahir
  • Cedera pada saraf
  • Faktor keturunan
  • Gejala multiple sclerosis
  • Infeksi
  • Stroke
  • Kurang tidur
  • Kurang minum
  • Sindrom serotonin
  • Amyotrophic lateral sclerosis (ALS)
 
Kunjungilah dokter jika merasa khawatir akan wajah berkedut atau kedutan di pipi kiri. Dokter mungkin akan menanyakan seberapa mengganggu kondisi ini bagi keseharian Anda. Jika terbukti menderita kejang hemifasial, penderita kemungkinan akan dirujuk ke ahli saraf.Anda juga harus mengunjungi dokter jika mengalami beberapa kondisi berikut:
  • Kedutan terjadi selama lebih dari dua minggu
  • Kedutan dialami di lebih dari satu tempat
  • Wilayah yang berkedut terasa lemah
  • Kedutan diduga berasal dari obat yang diresepkan dokter
 
Patient Info. https://patient.info/bones-joints-muscles/hemifacial-spasm-leaflet#nav-2
Diakses pada 6 Januari 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/twitching-eyes-and-muscles/
Diakses pada 6 Januari 2021
WebMD. https://www.webmd.com/brain/ss/slideshow-twitches-spasms-causes
Diakses pada 6 Januari 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319591
Diakses pada 6 Januari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/hemifacial-spasm
Diakses pada 6 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email