Artikel Kesehatan Mengenai Anemia

Apakah Ibu Hamil Harus Minum Tablet Penambah Darah?

Suplemen atau tablet tambah darah perlu dikonsumsi ibu hamil yang mengalami anemia defisiensi zat besi. Namun, obat penambah darah tidak boleh diminum sembarangan.
05 Okt 2021|Atifa Adlina
Baca selengkapnya
Tidak semua ibu hamil perlu minum tablet tambah darah

6 Penyakit yang Membutuhkan Transfusi Darah

Ada beberapa penyakit yang membutuhkan transfusi darah demi mencukupi kembali volume darah yang hilang. Contoh penyakit yang membutuhkan donor darah adalah kanker atau hemofilia.
03 Okt 2021|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Beberapa penyakit membutuhkan terapi transfusi darah

Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Darah Rendah dan Kurang Darah

Perbedaan darah rendah dan kurang darah bisa Anda amati dari penyebab, gejala dan cara mengatasinya. Dari sisi penyebab, kurang darah atau anemia umumnya disebabkan karena kurangnya zat besi, sementara darah rendah (hipotensi) dapat dipicu sejumlah kondisi, misalnya dehidrasi hingga kehamilan.
23 Agu 2021|Nenti Resna
Baca selengkapnya
Perbedaan darah rendah dan kurang darah dapat dilihat dari penyebab, gejala, dan cara mengatasinya

Cara Mencegah Anemia, Ini Kombinasi Makanan yang Direkomendasikan dan Tidak

Pola makan bisa jadi salah satu kunci cara mencegah anemia. Sebab, penyakit anemia dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, vitamin B, dan juga vitamin C.
27 Jun 2021|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Mengonsumsi daging bisa membantu mencegah anemia

Inilah Nilai Hb Normal pada Anak yang Perlu Diketahui Orangtua

Hb normal pada anak berada di rentang 11-13 g/dL. Namun, sebagian anak memiliki kadar hemoglobin yang lebih rendah atau lebih tinggi dari kisaran tersebut. Apa penyebabnya?
10 Mei 2021|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Hb normal pada anak harus diperhatikan orangtua

Ngidam Es Batu Setiap Hari dalam Jumlah Tak Wajar, Bisa Jadi Pagophagia

Keinginan untuk mengunyah es batu saat udara panas memanglah wajar. Namun, ngidam es batu menjadi dipertanyakan apabila terjadi secara obsesif, setiap hari, bisa menjadi tanda kondisi pagophagia.
12 Apr 2021|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Pagophagia membuat seseorang ingin mengunyah es secara berlebihan

Anemia - Jenis, Penyebab, Faktor Risiko, dan Pencegahan

Anemia adalah kondisi dimana Anda mengalami kekurangan sel darah merah yang sehat guna membawa oksigen ke jaringan tubuh. Kondisi yang satu ini membuat Anda merasa lemah dan juga lelah. 

Ada banyak bentuk anemia dan masing-masing memiliki penyebab yang berbeda. Kondisi ini dapat bersifat sementara namun juga dapat berlangsung dalam jangka panjang dari  mulai ringan sampai berat. 

Konsultasikan dengan dokter untuk jika Anda mengalami gejala dari kondisi ini. Anemia juga bisa menjadi salah satu tanda adanya penyakit serius. Perawatan untuk kondisi ini bergantung pada penyebabnya, pengobatan dapat dilakukan dengan mengkonsumsi suplemen atau menjalani prosedur medis lainnya.

Guna mencegahnya, Anda bisa konsumsi makanan sehat. Ulasan lengkap mengenai anemia dapat Anda temukan dalam ulasan berikut ini. 

Jenis Anemia

Berikut jenis-jenis Anemia yang perlu Anda ketahui:

  • Anemia aplastik
  • Anemia defisiensi zat besi
  • Anemia sel sabit
  • Thalasemia
  • Anemia defisiensi vitamin

Gejala Anemia

Tanda dan gejala anemia dapat bervariasi. Hal ini tergantung pada penyebab dan juga tingkat keparahan anemia. Pada beberapa orang kondisi ini juga dapat terjadi tanpa gejala apapun.

Tanda dan gejala umum kondisi ini dapat meliputi:

  • Kelelahan
  • Tubuh terasa lemah
  • Kulit pucat atau kekuningan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Sesak nafas
  • Pusing atau sakit kepala ringan
  • Sakit pada dada
  • Tangan dan kaki terasa dingin
  • Sakit kepala

Pada awalnya, gejala anemia bisa sangat ringan sehingga Anda tidak menyadarinya. Namun, gejala akan semakin memburuk seiring dengan anemia yang juga semakin memburuk.

Penyebab Anemia

Anemia terjadi ketika darah tidak memiliki sel darah merah yang cukup. Hal ini dapat terjadi, jika:

  • Tubuh tidak dapat memproduksi sel darah merah
  • Pendarahan menyebabkan Anda kehilangan sel darah merah lebih cepat 
  • Tubuh Anda menghancurkan sel darah merah
  • Penyebab anemia sendiri pada umumnya dapat berbeda tergantung pada jenis anemia tersebut. Berikut penyebabnya:
  • Anemia defisiensi zat besi

Jenis anemia yang satu ini disebabkan kurangnya zat besi dalam tubuh. Sumsung tulang membutuhkan zat besi untuk memproduksi hemoglobin. Kurangnya zat besi akan membuat produksi hemoglobin menurun dan sel darah merah pun menjadi kurang. 

Jenis anemia yang satu ini kerap kali dialami oleh ibu hamil. Selain itu, ini juga dapat terjadi karena adanya kondisi medis tertentu, penggunaan obat pereda nyeri maupun alasan lainnya. 

1. Anemia defisiensi vitamin

Selain membutuhkan zat besi, tubuh juga memerlukan vitamin B12 dan folat untuk memproduksi sel darah merah. Kekurangan nutrisi penting ini dapat menyebabkan produksi sel darah merah menjadi menurun. 

2. Anemia inflamasi 

Penyakit tertentu seperti penyakit ginjal, kanker, HIV/AIDS, rheumatoid arthritis, penyakit Crohn dan penyakit inflamasi akut maupun penyakit kronis lainnya dapat membuat produksi sel darah merah menjadi terganggu. 

3. Anemia aplastik

Ini adalah anemia jenis langka yang dapat mengancam keselamatan. Penyebab jenis ini adalah penyakit autoimun, infeksi, dan dapat juga dikarenakan paparan bahan kimia. Efek dari anemia jenis ini cukup bervariasi dari ringan sampai berat.

4. Anemia hemolitik

Anemia yang satu ini terjadi ketika sel darah merah yang dihancurkan lebih cepat daripada sel darah merah yang diproduksi oleh sumsum tulang. Hal ini dapat disebabkan oleh penyakit tertentu. 

5. Anemia sel sabit

Anemia sel sabit merupakan jenis yang penyebabnya merupakan mutasi gen yang diturnkan oleh kedua orang tua. Kondisi ini terjadi jika kedua orang tua memiliki kelainan genetik tersebut. 

Faktor Risiko

Berikut beberapa faktor yang menyebabkan risiko terkena amenia dapat Anda alami:

  • Diet ketat yang menyebabkan kurangnya vitamin dan juga mineral tertentu
  • Mengalami gangguan usus yang berpengaruh pada penyerapan nutrisi sepeeri penyakit celiac atau chorn yang membuat risiko anemia lebih tinggi. 
  • Sedang Haid
  • Kehamilan
  • Kondisi kronis seperti gagal ginjal dan kanker yang menyebabkan kurangnya sel darah merah
  • Riwayat keluarga. Anemia dapat diturunkan seperti anemia sel sabit
  • Orang dengan usia diatas 65 tahun

Komplikasi

Jika tidak diobati, anemia dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti:

  • Kelelahan ekstrim
  • Anemia dapat membuat tubuh terasa lelah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Komplikasi saat kehamilan
  • Wanita hamil yang menderita anemia dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti bayi yang terlahir prematur. 
  • Masalah jantung

Anemia dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur (aritmia). Ini karena jantung akan lebih banyak memompa darah untuk mengganti kekurangan oksigen dalam darah yang dipengaruhi oleh anemia. Ini dapat menyebabkan gagal jantung atau pembesaran jantung. 

Kapan Harus ke Dokter

Jika Anemia tak kunjung teratasi dan Anda merasa gejala anemia sudah sangat mengganggu, maka lebih baik konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter. Nantinya, dokter akan memberikan penanganan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan keluhan Anda. 

Pengobatan Anemia

Dokter akan mengobati anemia sesuai dengan jenisnya. Kondisi yang satu ini dapat disebabkan oleh kurangnya vitamin  B12 zat besi, dan juga asam folat. Guna mengatasinya, dokter akan memberikan suplemen nutrisi. Selain itu, pada beberapa kasus, dokter juga dapat menyuntikan B12 jika memang dibutuhkan. 

Beberapa pengobatan lainnya adalah:

  • Pemberian obat yang berguna untuk menekan sistem kekebalan tubuh
  • Transfusi darah
  • Pemberian obat yang berguna untuk memperbanyak sel darah merah, seperti erythropoietin

Pencegahan

Ada beberapa cara untuk mencegah anemia. Anda bisa menghindari anemia defisiensi zat besi dan juga defisiensi vitamin dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin dan juga mineral penting, seperti:

1. Zat besi

Makananan yang kaya akan zat besi meliputi daging sapi, kacang-kacangan, dan sayuran berdaun hijau. 

2. Folat

Konsumsi makanan yang kaya akan folat juga sangat penting. Anda bisa konsumsi buah-buahan, sayuran berdaun hijau, kacang merah, kacang tanah, kacang polong, dll. 

3. Vitamin B-12

Makanan dengan kandungan vitamin B12 adalah produk olahan susu, daging, dan juga produk kedelai. 

4. Vitamin C

Anda juga perlu makan makanan vitamin C seperti tomat, brokolo, jeruk, melon, dan juga stroberi. Vitamin C akan membantu tubuh dalam penyerapan zat besi. 

Sumber:

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anemia/symptoms-causes/syc-20351360