Artikel Kesehatan Mengenai Asam Lambung

Alasan Sakit Maag Menyebabkan Sesak Napas dan Cara Membedakannya dengan Serangan Jantung

Sesak napas karena maag terjadi karena aliran asam lambung yang naik bisa menyebabkan kerusakan pada saluran pernapasan. Kondisi ini juga dapat menimbulkan gejala yang mirip dengan asam lambung.Baca selengkapnya
sesak napas karena asam lambung naik maag

Bantu Redakan Sakit Maag, Benarkah Air Hangat Bermanfaat untuk Asam Lambung?

Air hangat disebut bermanfaat meredakan gejala kenaikan asam lambung karena efek menenangkannya pada saluran pencernaan. Namun, Anda juga perlu memperbaiki pola makan untuk mencegah sakit maag.Baca selengkapnya
air hangat untuk asam lambung

Leher Seperti Tercekik, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Leher seperti tercekik dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti reaksi alergi, asam lambung naik, kecemasan, atau radang amandel. Periksakan diri ke dokter spesialis THT untuk mendapat penanganan yang tepat.
08 Okt 2021|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Leher seperti tercekik dapat terjadi akibat kenaikan asam lambung

Obat Maag untuk Ibu Menyusui yang Aman Apa Saja?

Obat maag untuk ibu menyusui salah satunya adalah antasida. Obat ini bekerja cepat menetralkan asam lambung dengan aman. Apa lagi jenis lainnya?Baca selengkapnya
minum obat maag untuk ibu menyusui

Ini Manfaat Kopi Cold Brew untuk Kesehatan, Apa Bedanya dengan Kopi Biasa?

Kopi cold brew diproses dengan didiamkan selama 8-24 jam dalam air dingin. Karena proses inilah, cold brew memiliki banyak manfaat kesehatan.
21 Agu 2021|Annisa Nur Indah
Baca selengkapnya
Cara pembuatan kopi cold brew yaitu dengan merendam bubuk kopi dalam air dingin atau suhu kamar selama 8-24 jam

Penyebab Sakit Kepala karena Asam Lambung dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala karena asam lambung banyak dialami oleh penderita refluks asam lambung. Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dapat membantu mencegah kondisi ini.
15 Agu 2021|Annisa Nur Indah
Baca selengkapnya
Sakit kepala karena asam lambung banyak dialami oleh penderita GERD

Asam Lambung - Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Hingga Pengobatan

Asam lambung atau Gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan kondisi yang menyebabkan munculnya rasa terbakar pada dada. Hal ini terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. 

Guna mengatasinya, penggunaan obat dapat menjadi salah satu solusi, selain itu prosedur lain seperti operasi mungkin diperlukan tergantung dengan tingkat keparahan atau keseriusan kondisi Anda. 

Gejala Asam Lambung

Berikut beberapa gejala umum GERD yang umum terjadi:

  • Sensasi terbakar pada dada. Umumnya muncul ketika habis makan, sensasi ini juga dapat semakin memburuk di saat malam
  • Dada terasa sakit
  • Terdapat benjolan di tenggorokan

Jika Anda mengalami refluks asam pada saat malam hari, Anda mungkin juga akan mengalami:

  • Batuk
  • Radang tenggorokan
  • Tidur terganggu

Penyebab GERD

Istilah "gastroesofageal" mengacu pada lambung dan juga kerongkongan. Refluks memiliki arti mengalir kembali atau dapat juga diartikan kembali. Jadi, refluks gastroesofagus adalah kondisi dimana apa yang ada pada pertu kembali ke kerongkongan. 

Penyakit asam lambung ini disebabkan oleh melemahnya  lower esophageal sphincter (LES) atau otot bagian bawah kerongkongan. Otot yang satu ini memiliki bentuk seperti cincin yang dapat menutup dan juga membuka saluran kerongkongan. 

Kekita makan LES akan mengendur sehingga makanan bisa masuk dari kerongkongan ke lambung. Jika makanan sudah masuk, maka LES akan menegeng kemudian menutup. 

Masalah yang terjadi pada GERD adalah LES menjadi melemah sehingga tidak bisa menutup. Dengan begitu, asam lambung kembali naik ke kerongkongan. 

Faktor Risiko GERD

GERD menjadi kondisi yang sangat umum terjadi pada banyak orang. Bahkan penyakit yang satu ini juga sering dialami oleh anak-anak menyebabkan mereka muntah secara berulang. 

Berikut beberapa faktor yang menyebabkan risiko asam lambung menjadi lebih tinggi:

  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Kehamilan
  • Pengosongan lambung yang tertunda (gastroparesis)
  • Penyakit jaringan ikat seperti, scleroderma, atau lupus dan  rheumatoid arthritis
  • Pilihan diet dan juga gaya hidup dapat memperburuk kondisi refluks asam.
  • Jika Anda sudah memiliki riwayat penyakit ini, risiko kambuh kembali juga dapat terjadi jika:
  • Sering merokok
  • Makanan dan minuman tertentu, seperti coklat dan makanan berlemak, gorengan, kopi, dan juga mengkonsumsi alkohol
  • Makan dalam porsi besar
  • Makan terlalu cepat sebelum Anda tidur
  • Obat-obatan tertentu, termasuk aspirin juga dapat berpengaruh.

Kapan Harus ke Dokter

Jika gejala asam lambung tak kunjung membaik, sebaiknya lekas untuk periksakan diri pada dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan dan meresepkan obat yang diperlukan untuk mengatasi kondisi tersebut. 

Pengobatan Asam Lambung

Pengobatan penyakit asam lambung atau GERD dapat dilakukan dengan konsumsi obat, perubahan gaya hidup yang lebih sehat, dan juga operasi. Berikut sejumlah pengobatan asam lambung. 

1. Perubahan Gaya Hidup

Guna mengatasi asam lambung, dokter dapat menyerankan penderita untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat terlebih dahulu. Berikut beberapa perubahan gaya hidup yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi kondisi ini:

  • Bila berat badan berlebih, Anda perlu menurunkan berat badan
  • Hindari konsumsi makanan dan juga minuman yang menyebabkan asam lambung menjadi naik, seperti alkohol dan juga kafein
  • Makan dalam porsi yang lebih kecil namun lebih sering
  • Hentikan kebiasaan merokok
  • Hindari menggunakan pakaian yang terlalu kekat
  • Hindari bersandar, membungkuk, maupun berbaring setidaknya 3 jam setelah 

2. Konsumsi Obat

Selain mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, dokter juga akan memberikan obat yang berguna untuk mengatasi asam lambung Anda. Berikut beberapa obat yang umumnya diberikan:

  • Obat yang berguna untuk menetralkan asam lambung

Guna membantu menetralkan kembali asam lambung yang naik, Anda bisa mengkonsumsi obat antasida. Ini adalah obat yang dijual bebas dan dapat mengatasi penyakit asam lambung dengan cukup cepat. 

  • Obat yang berguna untuk menurunkan jumlah asam lambung

Selain Antasida, obat lain yang bisa digunakan adalah obat obat antagonis H2. Lain dengan antasida yang bekerja dengan cepat, obat yang satu ini memang bekerja lebih lama, namun dapat meredakan gejala dalam kurun waktu yang lebih lama pula. 

Ini bukanlah obat yang hanya berguna untuk menetralkan asam lambung yang naik, namun juga menurunkan produksi asam lambung. Dengan begitu, peradangan yang terjadi pada kerongkongan pun akan ikut teratasi. 

Beberapa obat yang dapat menurunkan produksi asam lambung adalah obat antagonis H2, seperti  famotidine, atau ranitidin dan lainnya, serta obat penghambat pompa proton, seperti omeprazole dan juga lansoprazole. 

  • Obat yang berguna untuk mempercepat proses pengosongan lambung

Obat yang satu ini merupakan obat yang hanya bisa dibeli menggunakan resep dokter. Obat yang satu ini biasa disepbut obat prokinetik. Beberapa contoh obat yang satu ini adalah cisapride atau metoclopramide.

Obat yang satu ini akan mempercepat proses pengosongan lambung seghingga naiknya isi lambung ke kerongkongan bisa dicegah. 

Komplikasi 

Jangan diremehkan, GERD atau asam lambung yang tak kunjung sembuh juga dapat menimbulkan beberapa komplikasi, seperti:

1. Luka pada dinding kerongkongan

Komplikasi yang pertama adalah menyebabkan luka pada dinding kerongkoran. Ini karena asam lambung dapat mengikis dinding kerongkongan serta dapat pula menimbulkan luka (tukak).

Tukak yang terjadi pada kerongkongan tersebut dapat berdarah dan menyebabkan iritasi sampai dengan kesulitan untuk menelan. 

2. Penyempitan kerongkongan

Tahukah Anda, jika ternyata dinding kerongkongan dapat rusak karena iritasi dari asam lambung yang berlangsung lama.

Iritasi dalam jangka waktu tersebut akan menimbulkan luka dan jaringan parut pada kerongkongan Anda. Kondisi tersebut dapat menyebabkan esofagus menjadi menyempit.

3. Esofagus Barrett

Esofagus Barrett merupakan kondisi pra kanker kerongkongan. Kondisi yang satu ini timbul akibat perubahan sel yang terjadi pada dinding kerongkongan karena iritasi asam lambung yang berlangsung lama. Kondisi yang satu ini bahkan berisiko dapat menimbulkan kanker esofagus. 

 

Sumber: 

https://www.webmd.com/heartburn-gerd/guide/reflux-disease-gerd-1