Artikel Kesehatan Mengenai Asi Eksklusif

Pahami Kapasitas Lambung Bayi Baru Lahir dan Kebutuhan Nutrisinya

Dengan tubuh yang kecil, sulit mengetahui kapasitas lambung bayi. Biarkan Si Kecil memandu Anda untuk tahu berapa banyak susu yang ia perlukan.
21 Sep 2021|dr. Reni Utari
Baca selengkapnya
Dengan tubuh yang kecil, sulit mengetahui kapasitas lambung bayi

Penyebab Diare pada Bayi ASI Eksklusif, Apakah Bisa Dihindari?

Penyebab diare pada bayi ASI eksklusif ada banyak hal. Salah satu yang paling umum adalah karena makanan yang ibu makan. Ada pula penyebab diare yang tidak bisa dicegah, tapi bisa ditangani.Baca selengkapnya
Penyebab diare pada bayi ASI eksklusif bermacam-macam

Cara Menggunakan dan Mensterilkan Pompa ASI yang Benar

Pompa ASI membantu mempermudah Anda memerah ASI sekaligus untuk menjaga agar produksi ASI tidak berhenti. Ketahui cara menggunakan breast pump yang tepat supaya tidak sakit.Baca selengkapnya
Pompa ASI adalah alat yang berguna untuk memerah air susu

Bayi Alergi ASI Bisa Terjadi, Ini Faktanya

Bayi alergi ASI bukan disebabkan oleh ASI itu sendiri, melainkan makanan yang dikonsumsi oleh ibu dan memengaruhi ASI. Kondisi tersebut bisa menyebabkan bayi mengalami kolik, ruam, menangis terus-menerus, dan lainnya.Baca selengkapnya
Bayi alergi ASI dapat terjadi akibat protein dari berbagai makanan yang dikonsumsi ibu

12 Perlengkapan Menyusui yang Penting untuk Proses Pemberian ASI Eksklusif

Menjadi orang tua tentu memiliki banyak persiapan. Selain mental, perlengkapan menyusui juga wajib disiapkan, terutama untuk ibu bekerja. Apa saja yang dibutuhkan?Baca selengkapnya
perlengkapan menyusui yang wajib dimiliki antara lain pompa asi, bantal, dan baju khusus

Perlengkapan ASI dan MPASI yang Diperlukan Bayi, Orang Tua Harus Tahu

Perlengkapan ASI eksklusif yang perlu disiapkan adalah kantong ASI, botol susu, hingga breast pads. Sementara itu untuk MPASI, alat makan yang aman adalah hal utama yang perlu disiapkan.
27 Mei 2021|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Perlengkapan ASI eksklusif dan MPASI untuk bayi antara lain botol dan kantong ASI serta alat makan bayi

10 Manfaat Memberikan ASI Eksklusif untuk Bayi dan Ibu

Memberikan ASI eksklusif ternyata bukan saja bermanfaat untuk bayi namun untuk ibu. Seperti yang Anda tahu, ASI memberikan nutrisi yang dibutuhkan bayi.

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, dan pemberian ASI tetap berlanjut bahkan sampai si kecil makan makanan padat atau setidaknya sampai anak berusia 1 tahun.

Sedangkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan ibu untuk menyusui hingga si kecil berusia 2 tahun atau lebih. Hal ini dikarenakan sejumlah manfaat yang diberikan air susu ibu. Berikut beberapa manfaat tersebut

Manfaat Memberikan ASI Eksklusif untuk Bayi dan Ibu

Ada sejumlah alasan mengapa ASI sangat penting. Berikut beberapa manfaat yang akan diberikannya.

1. ASI Eksklusif Memberikan nutrisi yang pas untuk bayi

Pemberian ASI setidaknya harus dilakukan selama 6 bulan. Ini karena ASI memiliki berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan oleh bayi hingga usia 6 bulan. Komposisinya bahkan sangat tepat untuk usia si kecil.

Setelah beberapa hari pertama melahirkan, payudara akan mengeluarkan cairan kental yang disebut dengan kolostrum. Ini adalah cairan kekuningan yang tinggi protein, kaya akan senyawa penting dan rendah gula.

Kolostrum sendiri merupakan susu pertama yang akan membantu perkembangan pencernaan si kecil yang belum matang sepenuhnya. Setelah itu, payudara akan menghasilkan susu yang lebih banyak.

2. ASI mengandung antibodi penting

ASI juga kaya akan antibodi yang berguna untuk membantu bayi melawan bakteri dan virus penyebab penyakit. Apalagi, susu pertama atau kolostrum menyediakan berbagai antibodi termasuk imunoglobulin A (IgA).

Antibodi yang satu ini akan melindungi bayi supaya tidak sakit dengan membentuk lapisan pelindung di sistem pencernaan, hidung, dan tenggorokan.

3. Menyusui dapat mengurangi risiko penyakit

Pemberian ASI eksklusif juga berguna untuk mengurangi berbagai risiko penyakit seperti infeksi saluran pernapasan, infeksi telinga tengah, pilek dan juga infeksi usus. Bukan hanya itu, kandungan nutrisi tinggi dalam ASI juga bantu kurangi risiko penyakit kerusakan jaringan usus, alergi, sampai dengan leukemia masa kecil.

4. ASI Eksklusif meningkatkan berat badan bayi yang sehat

Mengkonsumsi air susu ibu juga dapat meningkatkan berat badan si kecil secara sehat dan juga mencegah obesitas yang terjadi pada masa kanak-kanan. Dalam sebuah studi menunjukan bayi yang disusui lebih dari 4 bulan memiliki risiko yang lebih rendah untuk mengalami obesitas.

Bayi yang disusui memiliki bakteri baik yang tinggi sehingga berpengaruh pada penyimpanan lemak. Bahkan, bayi yang diberi ASI juga memiliki lebih banyak hormone leptin dibandingkan dengan bayi yang mengkonsumsi susu formula. Leptin sendiri berperan dalam mengatur penyimpanan lemak dan nafsu makan.

5. Menyusui dapat membuat anak lebih pintar

Siapa yang tidak mengharapkan si kecil tumbuh dengan cerdas? Tentu semua orang tua mengharapkannya bukan? Menyusui bayi pernyata dapat membantu meningkatkan skor kecerdasannya. Hal ini juga diungkap dalam sebuah studi yang menunjukan bayi yang diberi ASI memiliki kecerdasan lebih tinggi.

Bahkan, penelitian juga menunjukan bahwa menyusui memiliki efek yang signifikan pada perkembangan otak si kecil dalam jangka panjang.

6. Menyusui dapat membantu ibu menurunkan berat badan

Bukan hanya mencegah obesitas pada bayi, memberi ASI juga dapat membantu menurunkan berat badan ibu. Ini karena proses menyusui akan membakar banyak kalori.

Setelah beberapa bulan, Anda juga mungkin akan mengalami pembakaran lemak yang lebih tinggi dibandingkan dengan ibu yang tidak menyusu. Namun perbedaannya tidak terlalu signifikan.

7. Menyusui membantu rahim berkontraksi

Selama kehamilan, rahim akan tumbuh seiring janin bertumbuh. Setelah melahirkan, rahim akan mengalami proses involusi yang membantunya dapat kembali dalam ukuran yang sebelumnya. Guna mendorong proses into, hormone oksitosin dalam tubuh akan membantunya.

Tubuh nantinya akan mengeluarkan oksitosin selama persalinan guna mengurangi pendarahan dan membantu bayi terlahir. Hormon ini juga akan meningkat selama Anda menyusui. Hormon inilah yang nantinya akan mendorong kontraksi rahim, mengurangi pendarahan yang mungkin terjadi dan membantu rahim untuk kembali ke ukuran sebelumnya.

8. Ibu yang menyusui memiliki risiko lebih rendah mengalami depresi

Depresi postpartum (PPD) adalah merupakan jenis depresi yang dapat terjadi setelah melahirkan. Wanita yang menyusui dinilai memiliki risiko yang lebih kecil untuk mengalami depresi pasca persalinan ini jika dibandingkan dengan ibu yang tidak menyusui sejak awal.

Namun, ibu yang mengalami depresi pasca persalinan lebih awal setelah melahirkan juga lebih berisiko mengalami kesulitan untuk menyusui. Jika Anda mengalami gejala dari depresi ini segera konsultasikan dengan dokter Anda

9. Menyusui mengurangi risiko penyakit ibu

Memberikan ASI eksklusif juga memberi banyak manfaat bagi ibu, salah satunya adalah menurunnya beberapa risiko penyakit. Menyusui sepertinya akan memberikan perlindungan tubuh terdapat beberapa penyakit seperti kanker ovarium dan juga payudara.

Bukan hanya itu, ibu juga akan mengalami penurunan risiko beberapa penyakit seperti:

  • Tekanan darah tinggi
  • Radang sendi
  • Lemak darah tinggi
  • Penyakit jantung
  • Diabetes tipe 2

10. Menyusui dapat mencegah menstruasi untuk sementara waktu

Menyusui juga dapat mencegah menstruasi dan ovulasi untuk sementara waktu.
Penangguhan siklus menstruasi untuk sementara waktu ini, sebenarnya bisa menjadi cara alami untuk memastikan ada waktu di antara kehamilan berikutnya.

Sehingga dapat dikatakan bahwa efek ini dapat menjadi manfaat tambahan yang akan ibu rasakan. Dengan begitu, Anda dapat menikmati lebih banyak waktu berharga dengan bayi Anda yang baru lahir.

Sumber:

https://www.healthline.com/health/breastfeeding/11-benefits-of-breastfeeding#benefits-for-you