Artikel Kesehatan Mengenai Cara Menyimpan Asi

Tingkatkan Produksi ASI dengan Power Pumping, Kenali Manfaat dan Cara Melakukannya

Power pumping adalah teknik memompa payudara lebih sering dalam jangka waktu tertentu setiap hari untuk menghasilkan lebih banyak ASI. Bagaimana caranya?
22 Des 2021|dr. Reni Utari
Baca selengkapnya
teknik metode power pumping

Let Down Reflex, Ketika ASI Tiba-Tiba Mengalir Deras

Ibu menyusui tentu tahu betul sensasi yang terkadang muncul ketika tiba-tiba aliran ASI menjadi sangat deras. Hanya berlangsung beberapa detik, fenomena ini disebut dengan let down reflex atau LDR.Baca selengkapnya
Menampung ASI untuk Si Buah Hati

Tanda Si Kecil Siap MPASI dan Peralatan yang Anda Butuhkan

Proses memperkenalkan makanan pada si kecil tentu menjadi hal yang seru dan menyenangkan. Pastikan peralatan MPASI Anda sudah lengkap agar prosesnya berjalan lancar!
28 Jun 2021|Rena Widyawinata
Baca selengkapnya
tanda anak siap makan dan peralatan MPASI

12 Perlengkapan Menyusui yang Penting untuk Proses Pemberian ASI Eksklusif

Menjadi orang tua tentu memiliki banyak persiapan. Selain mental, perlengkapan menyusui juga wajib disiapkan, terutama untuk ibu bekerja. Apa saja yang dibutuhkan?Baca selengkapnya
perlengkapan menyusui yang wajib dimiliki antara lain pompa asi, bantal, dan baju khusus

Manajemen ASIP: 6 Hal yang Perlu Orang Tua Tahu

Manajemen ASIP penting bila ibu menyusui eksklusif dan kembali bekerja. Salah satu caranya adalah menyimpan ASI perah untuk diberikan kepada si Kecil dengan cup feeder.Baca selengkapnya
Manajemen ASIP saat ibu bekerja diperlukan agar asupan ASI tidak terputus

Cara Mencairkan ASI Beku yang Benar, Ikuti 4 Langkah Ini

Cara mencairkan ASI beku yang benar perlu diperhatikan agar nutrisi susu tidak hilang. Untuk mencairkan ASI, Anda bisa merendam kemasannya dengan air hangat atau mencairkan di bawah aliran air.
26 Jun 2020|dr. Reni Utari
Baca selengkapnya
Cara mencairkan ASI beku harus dilakukan dengan benar agar nilai gizi susu tidak berkurang

Cara Menyimpan ASI yang Benar Supaya Nutrisinya Tetap Terjaga

ASI merupakan asupan yang penting untuk bayi. Bahkan, pemberian ASI diperlukan sampai si kecil berusia 2 tahun. Ini sebabnya banyak ibu yang tetap memberikan ASI pada bayi sekalipun mereka bekerja.

Memompa ASI

Sebelum mengetahui cara menimpan ASI, Anda juga perlu tahu bagaimana cara memompa ASI yang benar.

Jika tidak dapat diberikan secara langsung, Anda dapat memompa ASI sehingga si kecil tetap dapat mengkonsumsinya. Sebelum memompa, cuci tangan Anda terlebih dahulu dengan menggunakan air dan juga sabun.

Jika tidak terdapat sabun di sekitar Anda, maka Anda bisa menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol, minimal dengan kadar 60 persen alkohol.

Pastikan tangan dan peralatan memompa dalam keadaan bersih. Anda tidak perlu membersihkan payudara terlebih dahulu sebelum memompa.

Jika Anda memerlukan bantuan supaya ASI dapat mengalir meskipun tanpa bayi, Anda bisa melakukan beberapa hal ini:

  • Oleskan kain hangat dan juga lembab pada payudara Anda
  • Pijat lembut payudara Anda
  • Gosok puting dengan lembut
  • Duduk dengan tenang dan juga pikirkan suasana santai

Cara Memerah ASI

Alat pompa ASI cukup beragam, dari mulai manual sampai dengan elektrik. Berikut beberapa panduan menggunakan masing-masing alat pompa ASI tersebut.

1. Pijatan tangan

Cara memerah ASI yang satu hanya tidak menggunakan alat, melainkan menggunakan tangan Anda sendiri. Anda akan menggunakan tangan untuk memeras dan juga menekan payudara sehingga ASI keluar.

Hal-hal yang perlu Anda perhatikan saat ingin menggunakan pijatan tangan guna memompa ASI adalah:

  • Memerlukan latihan, keterampilan, dan juga koordinasi.
  • Setelah terbiasa, Anda akan lebih mudah untuk memompa, bahkan bisa secepat saat Anda menggunakan alat pompa ASI.

Cara yang satu ini cocok untuk Anda yang tidak selalu jauh dari si kecil, jadi ini hanya digunakan untuk sewaktu-waktu saja. Namun, Anda perlu ingat untuk harus terus berlatih untuk memompa payudara dengan benar sehingga ASI dapat keluar dengan lancar.

2. Pompa manual

Cara yang satu ini menggunakan alat pompa dan juga bantuan gerakan tangan Anda saat menggunakan alat tersebut.

Hal-hal yang perlu Anda perhatikan saat menggunakan alat ini adalah:

  • Memerlukan latihan, keterampilan, dan juga koordinasi saat menggunakannya.
  • Dapat menimbulkan risiko infeksi payudara yang lebih tinggi.

Alat yang satu ini juga cocok untuk Anda yang tidak terlalu sering perlu memompa ASI.

3. Pompa ASI elektrik

Pompa yang satu ini mudah untuk digunakan dan tidak membutuhkan tenaga untuk mengoperasikannya. Alat ini dapat berjalan baik menggunakan baterai maupun ada juga yang perlu dicolokan ke stop kontak.

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

  • Lebih mudah digunakan
  • Bisa memompa satu maupun kedua payudara sekaligus.
  • Pemompaan ganda (dapat memompa kedua payudara secara bersamaan), sehingga dapat mengumpulkan lebih banyak ASI dalam waktu yang lebih singkat
  • Membutuhkan tempat untuk membersihkan dan menyimpan peralatan.
  • Pompa listrik membutuhkan baterai atau tempat untuk mencolokkan alat ini ketika hendak digunakan.

Alat yang satu ini lebih cocok untuk Anda yang bekerja sehingga membutuhkan alat ini untuk memompa ASI lebih sering. Biasanya, alat yang satu ini dilengkapi dengan berbagai fitur yang memudahkan ibu untuk memompa ASI.

Cara Menyimpan ASI

Setelah Anda memompa ASI, Anda harus menyimpan ASI tersebut dengan benar sehingga dapat dikonsumsi dengan aman oleh si kecil nantinya. Anda bisa tempatkan ASI pada botol ASI. Setelah itu, letakan pada kulkas atau ASI storage.

Namun, jika Anda baru akan memberikan ASI ini dalam waktu yang cukup lama, sebaiknya simpan di kulkas terlebih dahulu, alih-alih di ASI storage. Berikut cara menyimpan ASI:

  • Asi dapat disimpan pada suhu kamar (hingga (25°C). Maksimal susu ini dapat dikonsumsi 4 jam setelah ASI dipompa. Jangan berikan ASI setelah lebih dari 4 jam.
  • Kulkas. ASI yang disimpan dalam kulkas dapat diberikan maksimal hingga 4 hari.
  • Masukkan susu ke dalam freezer. ASI dapat bertahan dalam 6-12 bulan. Jangan bekukan kembali ASI setelah sudah dikeluarkan dari freezer.
  • Jika dalam perjalanan, Anda dapat memasukkan ASI ke dalam cooler pack yang lebih dingin atau berinsulasi dengan ice pack beku. Setelah sampai di rumah, Anda bisa memindahkannya dalam kulkas atau freezer.

Tips Menyimpan ASI Supaya ASI Tetap Terjaga Kualitasnya

Setelah mengetahui cara menyimpan ASI dan batas pemberian ASI tersebut pada si kecil. Anda juga dapat menyimak tips menyimpan ASI berikut ini untuk lebih memudahkan Anda saat menyimpan ASI dan menjaga kualitas ASI perah.

  • Beri keterangan tanggal ASI diperah
  • Jangan menyimpan ASI di pintu lemari es. Tujuannya adalah untuk melindungi ASI dari perubahan susu karena pintu yang membuka dan menutup.
  • Jika Anda merasa tidak akan menggunakan ASI yang baru diperah dalam 4 hari, segera bekukan ASI tersebut. Ini akan membantu menjaga kualitas ASI.
  • Simpan ASI yang akan dibekukan dalam jumlah kecil untuk menghindari pemborosan susu yang mungkin tidak habis. Simpan dalam ukuran satu kali menyusui.
  • Jangan tempatkan ASI pada wadah sampai terlalu penuh. Sisakan ruang sekitar satu inci pada wadah. karena ASI akan mengembang saat membeku nantinya.
  • Jika Anda memberikan ASI ke penyedia penitipan anak, jangan lupa untuk beri label dengan jelas pada wadah dengan nama anak dan tanggal susu diperah.
  • ASI dapat disimpan dalam pendingin berinsulasi dengan kantong es beku sampai hingga 24 jam saat Anda bepergian. Di tempat tujuan, pastikan untuk langsung gunakan susu atau segera simpan di lemari es, atau bekukan susu tersebut sehingga tidak akan merusak kualitasnya.

Itulah cara menyimpan ASI yang akan menjaga kualitas susu sehingga nutrisinya pun tetap terjaga.

Sumber:

https://www.womenshealth.gov/breastfeeding/pumping-and-storing-breastmilk

https://www.cdc.gov/breastfeeding/recommendations/handling_breastmilk.htm

 

TAG TERKAIT

Ibu Menyusui

ASI Perah

ASI Ekslusif