Tes Deteksi Corona

28 Mar 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Tes deteksi corona bisa dilakukan dengan alat rapit testTes deteksi corona bisa dilakukan lewat alat rapit test

Apa itu tes deteksi corona?

Tes deteksi corona adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui infeksi virus corona atau COVID-19. Di Indonesia, tes ini bisa dilakukan dengan cara:
  • Rapid test

Tes cepat ini menggunakan sampel darah yang diambil dari pasien dan telah mulai dilakukan sejak 20 Maret 2020 lalu.
  • Swab test

Tes swab corona juga disebut tes polymerase chain reaction (PCR). Pemeriksaan ini menggunakan sampel apus (swab) dari saluran pernapasan atas maupun bawahSaat ini PCR merupakan satu-satunya pemeriksaan diagnosis untuk memastikan ada tidaknya infeksi Covid-19 pada seseorang.
  • Tes serologi antibodi

Tes serologi antibodi COVID-19 juga mendeteksi antibodi pada pasien yang telah terpapar virus Corona. Tes ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi dan efektivitasnya diklaim mencapai 99,8 persen. Namun, bukan pemeriksaan yang bisa menegakkan diagnosis.Pemeriksaan yang juga disebut Roche Elecsys Anti-SARS-CoV-2 serology test ini dikeluarkan oleh perusahaan kesehatan Roche dari Swiss. 
  • Rapid swab test

Sama seperti PCR, rapid swab test corona juga menggunakan sampel lendir dari hidung atau tenggorokan pasien. Tes ini akan mendeteksi antigen dari virus COVID-19.Menurut Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik Indonesia, pasien dengan hasil tes cepat yang positif perlu dianjurkan ke rumah sakit rujukan COVID-19 guna menjalani pemeriksaan PCR. Karena itu, rapid test merupakan tes skrining dan pemeriksaan PCR tetap menjadi tes konfirmasi.

Siapa yang membutuhkan tes deteksi corona?

Menurut Kemenkes RI, tes deteksi corona diperlukan bagi:
  • Tenaga medis di fasilitas kesehatan, seperti dokter dan perawat
  • Orang yang pernah bepergian ke wilayah atau negara yang telah diketahui mengalami wabah corona
  • Orang yang melakukan kontak erat dengan pasien yang berisiko tinggi mengalami infeksi virus corona, misalnya tinggal serumah
  • Orang dalam pemantauan (ODP) yang mengalami gejala maupun tidak
  • Pasien dalam pengawasan (PDP), yakni orang yang mengalami gejala gangguan pernapasan

Kapan tes deteksi corona perlu dilakukan?

Tiap jenis tes deteksi corona memiliki rentang waktu yang berbeda-beda. Rapid test lebih efektif bila dijalani setelah tujuh hari gejala muncul atau Anda terpapar. Sementara swab test corona dapat dilakukan sejak dua hari setelah Anda mengalami gejala.
waktu efektif untuk tes deteksi corona
Tiap jenis tes deteksi corona memiliki waktu efektif yang berbeda-beda

Bagaimana tes deteksi corona dilakukan?

Prosedur tes deteksi corona berbeda-beda dan tergantung pada jenis tes yang dijalani oleh pasien. Berikut penjelasannya:

1. Rapid test antibodi

Pada rapid test corona, sampel yang digunakan adalah darah. Prosedur pengambilan darah meliputi:
  • Tenaga medis akan membersihkan area pengambilan darah dengan cairan antiseptik untuk membunuh kuman.
  • Lengan atas pasien akan diikat dengan perban elastis agar aliran darah di lengan terkumpul.
  • Setelah pembuluh darah vena ditemukan, darah akan diambil dengan cara menyuntikan jarum steril ke pembuluh darah.
  • Ketika jumlah darah sudah cukup, jarum akan dilepas dan bagian yang disuntik akan ditutup dengan perban.
Sampel darah juga dapat diambil dengan menusukkan jarum di ujung jari pasien. Darah yang keluar akan diletakkan di atas alat deteksi khusus, dan hasil akan keluar dalam 10-15 menit.

2. Tes serologi antibodi

Pemeriksaan Roche Elecsys juga dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien. Namun pada tes ini, proses pengambilan darah hanya dilakukan dari pembuluh darah vena.

3. Rapid swab test

Pada rapid swab test, petugas medis akan mengambil lendir dari dalam hidung atau tenggorokan. Setelah selesai, sampel lendir kemudian diperiksa lebih lanjut.

4. Swab test atau PCR

Pada tes polymerase chain reaction (PCR), sampel yang digunakan adalah swab dari tenggorokan, di belakang hidung (nasofaring) atau di belakang mulut (orofaring). Pemeriksaan dengan sampel nasofaring lebih direkomendasikan. Sementara sampel orofaring diambil sebagai alternatif.Prosedur pengambilan sampel nasofaring meliputi:
  • Pasien diminta untuk meniup napas melalui hidung guna memastikan tidak ada sumbatan.
  • Pasien lalu diminta sedikit mendongak
  • Alat swab berbentuk seperti cotton bud dengan tangkai panjang akan dimasukkan ke dalam lubang hidung hingga mencapai pangkal hidung.
  • Swab kemudian dioleskan ke mukosa di pangkal hidung dengan cara diputar selama beberapa detik.
Prosedur pengambilan sampel orofaring meliputi:
  • Pasien diminta untuk membuka mulut.
  • Dokter akan memasukkan swab ke belakang tenggorokan melalui mulut tanpa menyentuh lidah.
  • Dokter akan mengambil sampel dengan cara menyapukan dan memutar swab selama beberapa detik di belakang tenggorokan.
Setelah selesai, alat swab akan dimasukkan ke dalam tabung khusus dan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.
perbedaan tes corona
Tiap tes corona memiliki waktu pemeriksaan yang berbeda-beda

Seperti apa hasil tes deteksi corona?

Hasil tes deteksi corona bisa berupa:
  • Positif

Hasil positif menandakan adanya infeksi virus corona
  • Negatif

Hasil negatif berarti tidak ada infeksi virus corona dalam tubuh Anda.
  • Negatif palsu

Perlu diketahui bahwa kedua tes deteksi corona bisa memberikan hasil negatif palsu, yakni ketika pemeriksaan dilakukan terlalu dini. Hal ini terjadi akibat jumlah virus yang terlalu rendah atau antibodi terhadap virus belum diproduksi oleh tubuh.
hasil tes deteksi corona
Hasil tes deteksi corona bisa reaktif (positif) dan non reaktif (negatif)

Apa yang harus dilakukan bila hasil tes deteksi corona positif?

Bagi orang dengan hasil rapid test antibodi yang positif, mereka akan dianjurkan ke rumah sakit rujukan untuk pemeriksaan PCR, dan mengikuti protokol pemeriksaan.Apabila hasil PCR positif, ini menandakan pasien positif menderita infeksi COVID-19. Pasien akan diisolasi di ruangan khusus dan mendapat perawatan medis di rumah sakit.Sampel darah maupun swab pasien akan diambil setiap hari. Pasien baru akan dikeluarkan dari ruang isolasi jika pemeriksaan memberikan negatif dua kali berturut-turut.Pasien dengan hasil PCR yang negatif akan mendapatkan penanganan sesuai dengan penyebab dari penyakit yang ia alami.Sedangkan pasien dengan hasil rapid test antibodi yang negatif tetap perlu melakukan pemeriksaan ulang dalam 7-10 hari kemudian. Sambil menunggu tes ulang, pasien tersebut harus menjalani karantina di rumah selama 14 hari.Bila hasil negatif untuk kedua kalinya, barulah pasien dianggap tidak terinfeksi virus Corona. Meski begitu, ia tetap perlu waspada karena penularan tetap bisa terjadi.

Apakah efek samping dari tes deteksi corona?

Tes deteksi corona termasuk pemeriksaan yang aman untuk dilakukan. Pada tes swab, Anda umumnya tidak merasakan efek samping apapun. Sedangkan pada tes dengan sampel darah, Anda mungkin merasakan sedikit nyeri ketika darah Anda diambil.
coronavirus
Kementerian Kesehatan RI. https://www.kemkes.go.id/resources/download/info-terkini/COVID-19%20dokumen%20resmi/1%20Protokol-Kesehatan-COVID-19.pdf
Diakses pada 28 Maret 2020
Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia. Usulan Alur Pemeriksaan Rapid Test Antibodi SARS-COV-2
Diakses pada 28 Maret 2020
U.S. Food and Drug Administration. https://www.fda.gov/media/136151/
Diakses pada 28 Maret 2020
Live Science. https://www.livescience.com/how-coronavirus-tests-work.html
Diakses pada 28 Maret 2020
Department of Health Rhode Island. https://health.ri.gov/publications/instructions/COVID-19-Specimen-Collection-Kit.pdf
Diakses pada 28 Maret 2020
FDA. https://www.fda.gov/news-events/press-announcements/coronavirus-covid-19-update-fda-authorizes-first-antigen-test-help-rapid-detection-virus-causes
Diakses pada 2 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email